fbpx

Membuat anak menjadi disiplin memang menjadi tantangan berat bagi orangtua, tapi apakah dengan membentak anak akan membuatnya patuh? Anak memiliki sifat cenderung suka membantah dan keras kepala sehingga orang tua merasa frustasi ketika menasehatinya. Dengan membentaknya, terkadang anak malah bersikap menantang. Hal itulah yang menjadi tantangan orang tua untuk mengekspresikan rasa frustasi dengan tepat.

Merasa frustasi pada anak adalah hal normal, terlebih lagi jika perilaku anak kurang baik. Mengutip dari Medicine Net, mengekspresikan frustasi dengan membentak anak memiliki dampak negatif yang serupa dengan hukuman fisik. Cara orang tua membentak anak dapat memiliki implikasi besar pada perkembangan kepribadian dan kesehatan jangka panjangnya. Anak yang terus dimarahi cenderung memiliki masalah pada perilaku. Membentak anak bisa lebih berbahaya jika disertai dengan kata-kata kasar dan menyakitkan, menyalahkan anak, dan membuatnya malu. Lalu, apa dampak berbahayanya?

Dampak Psikologis Negatif Jangka Pendek dari Membentak Anak

  1. Perilaku Agresif

Perilaku agresif yang dilakukan anak dapat berupa penyerangan fisik dan verbal. Penyerangan fisik ditunjukkan dengan cara memukul dan menendang, sedangkan penyerangan verbal ditunjukkan dengan cara berteriak, mengucap kata-kata kotor, dan mencaci maki. Saat orang tua membentak anak, anak akan memahami bahwa yang dilakukan orang tua boleh dilakukan, anak akan cenderung meniru sikap orang dewasa. Dengan begitu, karena seringnya membentak anak, anak akan malah ikut berteriak dan membentak orang tua.

  1. Gejala Gangguan Kecemasan

Gejala gangguan kecemasan pada anak jika sering dibentak, antara lain detak jantung cepat, anak sering mengompol, anak susah tidur, perubahan nafsu makan, dan rasa khawatir yang berlebihan.

  1. Anak Menjadi Lebih Sulit Diatur

Anak yang menjadi sulit diatur karena sering dibentak berkaitan dengan sifatnya yang keras kepala. Semakin anak dilarang, semakin ia tertantang melakukannya kembali.

  1. Menghindari Orang Tua

Membentak anak membuatnya takut. Dengan begitu, anak akan menghindari orang tua agar tidak dibentak. Hal itu tentu saja akan membuat jarak yang jauh antara anak dan orang tua.

  1. Anak Suka Berbohong

Anak jadi suka berbohong saat sering dibentak karena menurutnya dengan berbohong ia dapat melindungi dirinya dari bentakan orang tua. Sebab tidak diberi pengertian oleh orang tua, anak tidak tahu mana hal yang benar dan yang salah. Dengan begitu, anak akan melakukan kesalahan yang sama dan menyembunyikannya.

Dampak Psikologis Negatif Jangka Panjang Membentak Anak

Melansir dari Healtline, berikut adalah dampak psikologis negatif jangka panjang membentak anak:

  1. Masalah Perilaku Anak yang Semakin Buruk

Penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menggunakan bentakan sebagai solusi untuk memperbaiki atau mencegah perilaku buruk anak malah sebenarnya dapat membuat perilaku anak semakin buruk. Dengan dibentak, anak tidak mengubah perilakunya, tapi malah meningkatkan perilaku buruknya itu. Semakin sering membentak anak, semakin buruk perilakunya.

  1. Perkembangan Otak Terganggu

Cara pengasuhan anak yang kasar termasuk membentak anak, akan mengubah cara otak anak berkembang karena otak manusia memproses hal negatif lebih cepat daripada yang positif. Anak menjadi lebih sulit menerima informasi karena otaknya “tumpul”. Selain itu, saat anak dibentak, ia akan merasa takut yang menyebabkan hormon kortisol di otak meningkat. Hormon kortisol yang meningkat akan memutuskan sambungan sel-sel di otak sehingga anak sulit mengambil keputusan, tidak percaya diri, dan proses berpikirnya terganggu.

  1. Depresi

Saat anak dibentak, ia mungkin akan merasa sakit hati, sedih, dan ketakutan. Hal itu bisa memengaruhi kesehatan mentalnya dan menyebabkan depresi atau gangguan kecemasan (anxiety) bila membentak anak sering dilakukan. Depresi dapat membuat anak bertindak merusak diri sendiri, seperti menyalahgunakan narkoba, perilaku seksual yang menyimpang, dan bahkan bunuh diri.

  1. Masalah Kesehatan Fisik

Sering membentak anak ternyata juga berdampak pada kesehatan fisiknya di kemudian hari, yang meliputi radang sendi, masalah punggung dan leher, serta sakit kepala.

  1. Masalah Emosional

Anak yang sering dibentak dapat menyebabkan masalah emosional, seperti merasa cemas, tidak percaya diri, perilaku mengintimidasi, dan merasa tidak pernah dihargai.

Cara tepat selain membentak anak saat anak sulit diberi arahan dan suka membantah adalah pergi menjauh sesaat dari anak. Minum air lalu menarik napas dalam akan membuat lebih tenang dan berpikir jernih. Mama juga bisa mencoba menghitung angka 1-10 sambil mengatur nafas untuk menenangkan diri. Bila sudah tenang, beri anak pengertian dengan lembut tapi tegas. Mempertahankan kontak mata saat berbicara akan menciptakan ikatan komunikasi yang kuat.

Namun, jika membentak anak sudah menjadi kebiasaan Mama dan Papa, sebaiknya cobalah tips berikut ini agar berhenti mengekspresikan frustasi dengan membentak anak.

Tips Berhenti Membentak Anak

  1. Komitmen

Hal pertama yang harus dilakukan agar berhenti membentak anak adalah dengan berkomitmen pada diri sendiri untuk berhenti. Tanpa komitmen dan niat yang kuat, berhenti membentak anak akan lebih sulit dilakukan. 

  1. Memahami Pemicunya

Mama dan Papa perlu memikirkan hal apa saja yang memicu sampai harus membentak anak, baik itu perilaku anak yang tidak bisa dikendalikan, anak yang sering membantah, maupun anak yang malas melakukan apapun.

  1. Mama dan Papa Mengatur Reaksi sebagai Respon pada Anak

Setelah Mama dan Papa memahami pemicu membentak anak, langkah selanjutnya adalah mengatur reaksi yang baik jika anak melakukan hal tidak baik. Renungkan bagaimana mengekspresikan rasa frustasi yang baik selain membentaknya. Gunakan kata-kata yang tepat saat memberinya pengertian.

  1. Komunikasi yang Baik

Belajarlah berkomunikasi yang baik dengan anak. Sampaikan hal yang baik dan tidak baik. Beri batasan pada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Selain itu, sampaikan juga konsekuensi jika anak melanggarnya.

Misalnya, jika anak tidak mau mengerjakan tugas dari sekolahnya. Mama dan Papa bisa mengatakan pada anak, “Kamu diberi tanggung jawab oleh guru, artinya kamu harus menyelesaikan itu. Tugas ini nantinya akan dinilai sama gurumu dan nilainya akan menentukan naik kelasmu.”

Dengan melakukan hal itu, lambat laun anak akan mengerti dan semakin memahami aturan.

Itu dia 10 dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang bila Mama dan Papa sering membentak anak. Ingatlah bahwa selalu ada cara lain yang lebih bijak menghadapi situasi yang membuat kesal dan marah daripada harus membentak anak.

Writer: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Source:

5 Serious Long-Term Effects of Yelling At Your Kids (healthline.com)

The Harmful Effects of Yelling At Kids and How to Quit Yelling (dadcentral.ca)

Can Yelling at a Child Be Harmful? (medicinenet.com)

Jangan Sering Dimarahi, Ini Dampak yang Akan Terjadi pada Anak (alodokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.