fbpx

Bayi yang baru lahir akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Tidak hanya berat dan tinggi badan saja, tetapi juga perkembangan organ di dalam tubuh seperti otak. Otak adalah organ yang paling kompleks dalam tubuh dan bisa terus berkembang ketika belajar atau menemukan hal baru. Perkembangan otak sudah dimulai sejak dari janin yang masih dalam kandungan. Perkembangan otak akan terus menerus terjadi hingga usia dewasa. Organ dalam tubuh tidak hanya berkembang berdasarkan faktor internal saja, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti nutrisi, kondisi lingkungan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Mama bisa melakukan beberapa tips berikut untuk mengoptimalkan perkembangan otak si kecil.

Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak si Kecil

Kunci utama dalam perkembangan otak si kecil adalah interaksi si kecil dengan Mama dan orang sekitar. Selain itu, perkembangan otak si kecil juga bisa dioptimalkan dengan melakukan berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan otak seperti menyanyi dan bermain. Berikut ini adalah beberapa aktivitas atau kegiatan yang bisa Mama lakukan untuk mengoptimalkan perkembangan otak si kecil.

1. Menjaga kontak mata dengan si kecil. Saat berinteraksi dengan si kecil seperti menggendong, atau bermain, Mama sebaiknya menjaga kontak mata dengan si kecil. Dilansir dari laman Parenting First Cry, menjaga kontak mata sangat disarankan untuk dilakukan Mama yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak, khususnya penglihatan bayi. Dengan melakukan kontak mata, bayi juga bisa belajar mengenali wajah orang lain, terutama wajah Mama dan Papa. Setiap melihat wajah seseorang, si kecil akan mengingat wajah yang dilihatnya dan merekamnya dalam ingatan. Selain itu, Mama juga bisa mengajak bayi untuk bercermin menatap dirinya sendiri.

2. Mengajak si kecil mengobrol dengan nada suara yang lembut dan perlahan. Mama bisa melakukannya sesering mungkin. Mengajak si kecil mengobrol bisa membantu bayi belajar untuk berbicara karena pada dasarnya bayi akan menirukan apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Bayi akan meniru suara yang lembut dan perlahan serta meniru gerakan mulut dalam berbicara sehingga membantu bayi dalam belajar berbicara. 

3. Membaca buku bersama si kecil. Mama disarankan untuk sering membaca buku bersama si kecil. Hal itu karena membaca buku bisa membantu si kecil mempelajari bahasa dan mengenali urutan kata-kata yang benar.

4. Mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil. Nutrisi yang cukup bermanfaat untuk membantu pertumbuhan sel di dalam tubuh. Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Jika bayi sudah berusia enam bulan, Mama bisa memperkenalkan makanan padat seperti sayuran, buah, daging ayam, dan telur yang baik untuk perkembangan otak. Kandungan makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak bisa membantu untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi. Selain itu, bayi juga bisa diberikan suplemen multivitamin untuk mencukupi kebutuhan nutrisi untuk bayi. Proses makan itu sendiri juga menjadi bagian dari menstimulasi perkembangan otak. Responsive feeding saat makan dan responsive breastfeeding saat menyusui merupakan langkah-langkah stimulasi yang baik untuk perkembangan otak anak.

5. Menjaga kualitas dan jam tidur tidur bayi. Kualitas tidur bayi dapat mempengaruhi perkembangan otak. Untuk menjaga kualitas tidur bayi, Mama dapat melakukan beberapa cara agar bayi bisa tidur dengan nyenyak. Contohnya yaitu dengan menjaga kenyamanan bayi saat tidur, membuat suasana kamar tidur yang redup dan sejuk, dan beberapa cara lainnya. Jam tidur yang cukup juga diperlukan untuk perkembangan otak si kecil. Si kecil akan mengalami deep sleep saat tidur malam sekitar pukul 11 malam hingga 2 pagi.

6. Menghindari kalimat negatif dan nada meremehkan pada si kecil. Mama sebaiknya tetap bersabar karena kecepatan pertumbuhan otak setiap anak pasti berbeda. Mama tidak disarankan untuk menggunakan bahasa dan nada yang meremehkan atau memanggil nama si kecil dengan nada frustasi. Mama juga disarankan untuk tidak menggunakan kata kasar atau kalimat negatif pada si kecil agar tidak ditiru. Hal itu bisa membuat kepercayaan dirinya menurun sehingga menghambat perkembangan otak si kecil.

7. Mengenalkan benda-benda di sekitar. Dilansir dari laman Parents, Mama bisa membantu mengarahkan telapak tangan bayi untuk mengenal berbagai permukaan benda-benda di sekitar seperti kaca halus, meja batu, karpet berbulu, dan lantai yang licin. Hal itu bisa membantu bayi belajar melalui sentuhan tangannya. Selain itu, Mama juga bisa mengenalkan nama benda-benda yang ada di hadapan bayi atau mengenalkan kegiatan yang sedang berlangsung di hadapan bayi.

8. Bernyanyi sebuah lagu untuk si kecil. Dilansir dari laman Pregnancy Birth Baby, aktivitas seperti bernyanyi sebuah lagu bersama mampu membangun kemampuan sensorik. Bayi bisa mengenal berbagai nada melalui lagu yang dinyanyikan bersama. Selain itu, dengan bernyanyi bersama, si kecil bisa melatih kemampuan pendengarannya serta mengenali adanya sajak dan ritme dalam sebuah lagu.

9. Mengajak si kecil untuk bermain bersama. Contoh permainan yang bisa Mama lakukan bersama si kecil yaitu petak umpet di dalam rumah atau bermain bebek karet ketika si kecil sedang mandi. Bermain bisa membuat bayi tertawa dan merespon lingkungan sekitar. Selain itu, Mama juga perlu memerhatikan tontonan yang dilihat si kecil melalui televisi atau tayangan video di internet agar sesuai dengan umurnya. Si kecil juga sebaiknya tidak berlebihan memainkan permainan dalam gawai. Mama disarankan untuk tegas dan disiplin untuk membatasi penggunaan gawai untuk di kecil. Ajak juga si kecil untuk bercanda agar bayi bisa merasakan emosi tertawa seperti membuat wajah lucu, mengembungkan pipi, menyentuh hidung, menarik telinga, menjulurkan lidah, dan aktivitas lucu lainnya.

10. Membuat suasana lingkungan yang hangat dan penuh kasih sayang di sekitar si kecil. Kondisi itu bisa membuat bayi merasa aman dan dicintai oleh orang-orang di sekitarnya serta mengoptimalkan perkembangan otak si kecil. Setiap momen yang dialami oleh si kecil akan memengaruhi perkembangan otak sehingga Mama perlu menjalin hubungan dan kontak erat dengan bayi.

Nah, itulah penjelasan tentang tips mengoptimalkan perkembangan otak si kecil yang perlu Mama coba. Perlu Mama ingat bahwa teknik dan cara untuk membantu perkembangan otak bayi perlu disesuaikan dengan usia bayi. Aktivitas perkembangan otak anak usia 1 tahun tentunya akan berbeda dengan aktivitas perkembangan otak anak usia 18 bulan. Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang segala kekhawatiran yang ada di pikiran. Semoga bisa menjadi pengetahuan baru bagi Mama agar melakukan pola asuh yang tepat untuk si kecil.

Dapatkan informasi seputar ASI dan menyusui lainnya di website Mamabear.co.id, social media Instagram @mamabearid, tiktok @mamabear_id, dan Youtube Channel MamaBear Pelancar ASI.

Writer: Luqmanul Hakim

Editor: Mega Pratidina

Source:

How Your Baby’s Brain Develops (pregnancybirthbaby.org.au)

Baby Brain Development – How to Support Healthy Brain Growth (parenting.firstcry.com)

50 Simple Ways to Make Your Baby Smarter (parents.com)

https://freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.