fbpx

Anak akan mulai memperlihatkan karakternya saat berumur 4-5 tahun. Dilansir dari Verywellfamily, sifat dan kepribadian anak akan mulai muncul saat di sekolah dasar. Saat usianya bertambah, karakter anak tersebut akan menjadi lebih kuat. Mama dan Papa perlu belajar mengenali karakter anak untuk bisa mengatasi perilaku anak dan membentuk anak menjadi pribadi yang baik. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membangun Karakter Anak?

Rentang usia 0-7 tahun menjadi golden age untuk mengenalkan hal-hal positif yang dapat menjadi pondasi karakter anak di kemudian hari. Pada usia 0-1 tahun, si kecil menunjukkan sifatnya dalam merespons suatu objek. Respon yang ditunjukan bisa sangat aktif atau sedikit pasif. Respon tersebut merupakan gambaran dari karakter si kecil.  Si kecil juga masih sangat bergantung pada orang-orang di sekitarnya, sehingga akan senang jika diajak bercanda, mengobrol, disentuh, dan diajak bermain. 

Begitu memasuki usia 1-2 tahun, si kecil akan mudah penasaran terhadap hal-hal baru. Hal ini disebabkan karena terbentuknya karakter anak yang sangat ingin tahu akan banyak hal. Si kecil akan mulai bereksplorasi dengan lingkungan dan hal-hal yang ada di sekitarnya. Mama dapat menyediakan alat atau tempat yang tepat untuk mengembangkan sifat ingin tahu tersebut. Si kecil juga kan lebih meyakini sesuatu yang mereka lihat dan bukan secara logika. Karena itulah, Mama sebaiknya mendampingi si kecil saat menonton televisi atau video dari media elektronik. Mama dan Papa juga perlu mencontohkan sifat-sifat baik agar dapat ditiru dan membentuk karakter si kecil yang juga baik.

Pada usia 2-3 tahun, si kecil akan mulai menunjukkan ego dan kemauannya sendiri kepada Mama. Si kecil juga akan menunjukkan pandangannya terhadap suatu hal. Karakter lain yang juga muncul pada usia ini adalah mudah merasa kasihan. Karena itulah, si kecil juga bisa menangis saat melihat Mama terjatuh dan terluka.  Selain itu, si kecil juga akan menunjukkan sifat humorisnya. Si kecil akan senang pura-pura bertanya atau menjawab pertanyaan Mama dengan lucu.

Jiwa sosial anak lalu muncul pada usia 3-5 tahun. Si kecil akan senang bermain dengan teman sebayanya. Namun, konflik kecil antara si kecil dan temannya mungkin saja terjadi. Si kecil akan mengembangkan banyak sifat, seperti penghibur, pemaaf, pemarah, suka berbagi, dan sifat-sifat lainnya. Mama perlu meningkatkan kedekatan dengan si kecil dengan membantunya untuk mengenali sifat-sifat tersebut dan membantunya menghadapi bermacam-macam karakter yang ada di sekitarnya. MamaBear punya beberapa tips untuk mengenali karakter anak dan ciri-cirinya.

 Tips untuk Mengenali Karakter Anak dan  Ciri-Cirinya

  1. Lihat Tingkat Aktivitas yang Anak Lakukan

Cara pertama untuk mengenali karakter anak adalah melihat tingkat aktivitas yang anak lakukan. Beberapa anak menyukai aktivitas yang berorientasi pada tindakan, seperti memanjat, berlari, dan senang bepergian. Anak lainnya mungkin lebih menyukai tingkat aktivitas yang rendah, seperti bermain dalam ruangan atau membaca buku. Keduanya sama baiknya, Mama hanya perlu mengarahkan anak untuk tetap mencoba aktivitas lain yang mungkin menarik perhatiannya.

  1. Lihat Intensitas Interaksi Anak

Cara selanjutnya untuk mengenali karakter anak adalah dengan memperhatikan intensitas interaksinya. Anak dengan intensitas interaksi rendah biasanya cenderung lebih pendiam dan tidak rewel, jarang menunjukkan emosi atau menunjukkan emosi hanya dengan sedikit perubahan pada nada suara dan ekspresi wajah. Sedangkan anak dengan karakter reaktor besar biasanya akan lebih ekspresif, cenderung akan berteriak saat bahagia dan melemparkan barang saat marah. Mama dapat mengatasi karakter anak dengan intensitas interaksi rendah dengan melakukan hal-hal yang menarik perhatiannya dan merancang kegiatan yang dapat membuat anak banyak bergerak. Sedangkan pada anak dengan karakter reaktor besar, Mama dapat mengantisipasi ledakan kemarahan anak dengan melibatkan anak pada kegiatan positif yang mengeluarkan energi. Mama juga dapat memeluk anak ketika anak merasa kesal dan marah.

  1. Respon terhadap Perubahan dan Hal Baru

Mengamati respon terhadap perubahan dan hal baru juga dapat menjadi salah satu cara Mama untuk mengenali karakter anak. Beberapa anak akan lebih fleksibel dalam merespon terhadap perubahan dan hal baru, sementara beberapa anak lainnya bisa saja meledak dan mengamuk ketika menghadapi perubahan. Mama perlu peka terhadap kondisi dan sinyal anak. Mama juga perlu untuk memberi pengertian mengenai perubahan dan hal baru yang terjadi dan memahami bahwa anak juga memerlukan waktu untuk melakukan transisi atas perubahan dan hal baru yang terjadi.

  1. Toleransi Terhadap Rasa Frustasi

Cara terakhir untuk mengenali karakter anak adalah dengan melihat toleransi anak terhadap rasa frustasi. Anak yang tidak terlalu gigih biasanya akan cepat menyerah dan menangis saat tidak bisa menghadapi kesulitan dan melakukan hal yang ingin dilakukan. Sedangkan anak yang gigih biasanya akan tetap berusaha hingga hal yang diinginkan tercapai. Mama bisa membantu anak dengan memvalidasi rasa frustasi mereka dan membantu anak memikirkan solusi. 

Itulah beberapa tips untuk mengenali karakter anak dari MamaBear untuk Mama. Dengan mengenali karakter anak sedini mungkin, Mama dapat mengantisipasi hal-hal yang anak lakukan dan menanamkan sifat-sifat baik pada anak. Bagaimana dengan si kecil, Mam? Sudahkah ia menunjukkan karakter yang bisa Mama tebak?

Writer: Fathiya Rahmah

Editor: Mega Pratidina

Source:

When Does Child Personality First Appear? (verywellfamily.com)

Cara Memahami Karakter Anak dengan Mudah Menurut Psikolog – Parenting Fimela.com (fimela.com)

Cara Memahami Karakter Anak dan Ciri-Cirinya, Orang Tua Wajib Tahu | merdeka.com (merdeka.com) 

Kenali 4 Jenis Karakter Anak dan Cara Membentuknya Sedari Dini | Orami (orami.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.