fbpx

Apa yang akan Mama lakukan jika Papa menerima tawaran pekerjaan impian dan lokasinya jauh dari rumah? Pernikahan jarak jauh atau LDM mungkin memang ngga mudah dan menantang, apalagi jika kita membicarakan pernikahan jarak jauh dengan anak. Tapi LDM bisa dijalani dengan cara yang tidak terlalu rumit kok, Ma. Mama dan Papa hanya perlu sedikit pertimbangan dan mengambil beberapa langkah penting demi melindungi pernikahan tetap harmonis. Berikut ini cara menjaga cinta tetap hidup dan mengatasi masalah potensial yang mungkin muncul selama LDM!

Tips Menjalani LDM yang Sehat

  1. Saling sepakat untuk menjalani LDM

Langkah pertama sebelum Mama dan Papa menjalani LDM adalah Mama dan Papa harus sepakat untuk menjalani pernikahan jarak jauh. Hal-hal yang berkaitan dengan LDM perlu dibahas secara cermat. Pastikan alasan LDM kuat dan keputusan diambil untuk memperbaiki kondisi keluarga. Ketika Mama dan Papa setuju dengan LDM, ini akan memungkinkan Mama untuk siap menghadapi semua tantangan selama LDM. Karena ketika salah satu dari Mama atau Papa tidak setuju dengan keputusan tersebut, LDM bisa terasa berat dan sulit untuk menjalaninya.

  1. Tentukan kesepakatan dalam pernikahan antara satu sama lain

Hal yang dapat Mama dan Papa lakukan untuk diri sendiri dan untuk satu sama lain adalah dengan menetapkan kesepakatan yang jelas tentang apa yang diharapkan selama tidak bersama. Mama dan Papa dapat menuliskan kesepakatan secara bersama-sama sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan. Kesepakatan ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahpahaman karena Mama dan Papa tidak dapat bertemu secara langsung. Yang terpenting, kesepakatan ini tidak memberatkan Mama maupun Papa.

  1. Menjaga komunikasi untuk tetap merasa terhubung

Kita hidup di masa ketika kita memiliki akses sepanjang waktu antara satu sama lain. Beberapa pasangan ingin saling berkontak setiap jam. Beberapa lainnya merasa bosan untuk berbicara setiap hari. Diskusikan satu sama lain untuk mengatur waktu untuk ngobrol melalui chat atau video call dalam satu hari atau minggu.

Nah kalau sudah memutuskan waktunya, prioritaskan ‘wkatu kencan’ ini ya. Penting untuk menginvestasikan waktu melalui obrolan video, gambar-gambar lucu, dan sexting untuk menjaga perasaan seksual tetap hidup sampai waktu Mama dan Papa bisa bersama secara langsung. Sebaiknya Mama dan Papa bersikap terbuka selama komunikasi karena kadang banyak terjadi tuntutan baru dan tak terduga. Percayalah Ma, meskipun tidak ada kontak fisik dan mungkin ada jam percakapan yang lebih sedikit, tetapi interaksi pasangan LDM cenderung lebih dalam dan lebih signifikan.

  1. Bangun keterikatan dengan mendukung kepentingan satu sama lain

Seiring berjalannya waktu, kehidupan pasti terus bergerak maju. Hal itu pula yang terjadi pada Mama dan Papa. Baik ketika bersama atau tidak, Mama dan Papa perlu saling mendukung untuk terus membangun minat dan mengembangkan diri. Katakan jika Mama percaya pada apapun yang Papa lakukan selama itu bukan hal yang merugikan. Karena disadari atau tidak, hal-hal tersebut juga penting dalam pernikahan loh, Ma. Dengan melakukan hal ini, Mama dan Papa pasti merasakan betapa percayanya pasangan pada kemampuan dalam diri kita. Ini juga merupakan salah satu rahasia hubungan yang langgeng.

  1. Pelajari cara mengatasi masalah penting saat LDM atau tidak

Baik Mama dan Papa yang tinggal di bawah atap sama atau terpisah lautan, semua pasangan perlu belajar cara yang sehat untuk membicarakan dan menyelesaikan konflik. Masalah yang lebih besar dapat muncul jika mengabaikan masalah kecil atau tidak mau membahas topik sensitif. Penting bagi pasangan LDM untuk tidak membiarkan masalah kecil membengkak menjadi masalah yang lebih besar.

  1. Fokus pada aspek positif LDM

Ketika sedang LDM, awalnya Mama dan Papa menjadi cemas, takut, dan stres. Tetapi seiring waktu, Mama akan menyadari bahwa LDM justru membantu kemandirian Mama. Jika Mama dan Papa hidup bersama, kemungkinan akan lebih sering bergantung satu sama lain untuk segalanya. Tetapi ketika Mama dan Papa mulai hidup dengan cara sendiri, Mama dan Papa akan belajar menangani semuanya sendiri.

Selain itu, Mama akan menjadi orang yang jauh lebih sehat dan mampu menghadapi LDM dengan lebih baik jika memiliki komunitas yang mendukung di sekitar Mama. Pastikan Mama tetap berada dalam batas-batas yang telah Mama dan Papa tetapkan bersama ya, tetapi juga jangan takut memiliki kehidupan sendiri saat terpisah jarak. Ini baik dan sehat untuk Mama dan Papa, lo. Mama juga bisa mencoba untuk memiliki circle yang membantu menjadi pribadi dengan versi yang lebih baik.

Terpisah dari pasangan sepertinya bukan hal yang positif, tapi coba pikirkan beberapa cara agar hubungan LDM benar-benar bermanfaat. Mama bisa memiliki lebih banyak waktu untuk hobi atau menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Cara yang bisa Mama coba adalah membuat daftar aspek positif LDM dan kegiatan apa saja yang ingin Mama lakukan lalu fokus pada hal itu selama menjalani LDM.

Mama dan Papa dapat menjalani LDM dengan memegang teguh komitmen, komunikasi, dan kedewasaan. Mama dan Papa mungkin tidak selalu bisa mengatasi setiap rintangan, tapi Mama dan Papa akan menemukan bahwa komunikasi terbuka, kejujuran, rasa hormat, dan kepercayaan itu sangat membantu dalam menjalani LDM.

Dapatkan banyak informasi seputar ASI, menyusui, bayi, parenting, sampai marriage life dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar Asi. Nantikan update artikel informatif dan menarik lainnya, ya, Ma!

Writer: Dinda Aisya

Editor: Mega Pratidina

Source:

7 Tips to Surviving and Thriving in a Long Distance Marriage (marriage365.com)

20 Tips for a Healthy Long Distance Marriage (marriage.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.