fbpx

Setelah melahirkan, Mama akan mengalami masa nifas. Apa sih masa nifas itu? Masa nifas adalah masa pemulihan yang dijalani Mama pasca proses persalinan hingga organ reproduksinya kembali seperti sedia kala seperti saat belum hamil.

Dilansir dari Copper State Obgyn, perubahan pada masa nifas terjadi akibat adanya penurunan kadar estrogen dan progesteron  secara tajam yang diproduksi oleh plasenta selama proses kehamilan. Hal ini mengakibatkan involusi pada rahim atau penyusutan rahim kembali ke ukuran dan posisi semula sebelum kehamilan. Masa nifas umumnya berlangsung selama 6 – 8 minggu setelah Mama melahirkan.

Saat masa nifas, Mama sangat perlu memperhatikan 7 hal di bawah ini. Kita simak penjelasan berikut, Yuk!

1.      Kebersihan Diri

Setelah buang air kecil maupun besar, Mama perlu membersihkan daerah vulva dari depan hingga belakang dengan menggunakan air dan sabun khusus kewanitaan. Selain itu, pada masa nifas Mama juga sebaiknya mengganti pembalut setiap 2 kali sehari, atau sesuaikan dengan banyaknya darah yang keluar. Selalu usahakan untuk menghindari sentuhan pada area luka episiotomi dan laserasi. Dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun baik sebelum maupun sesudah membersihkan daerah intim ya, Mama!

2.      Pola Istirahat

Setelah melahirkan, Mama biasanya fokus mengurus si kecil yang baru lahir, apalagi Mama dan si kecil  perlu beradaptasi dengan lingkungan dan rutinitas yang baru. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Mama sangat memerlukan istirahat yang cukup selama masa nifas. Meminta bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan yang berat sangat dianjurkan agar Mama dapat meluangkan waktu untuk istirahat.

3.     Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

DIlansir dari Kemenkes RI (2013), saat masa nifas, Mama membutuhkan tambahan 500 kalori setiap harinya. Mama membutuhkan asupan protein, mineral, dan vitamin, serta air yang cukup minimal 3 liter sehari. Terdapat beberapa suplemen yang perlu dikonsumsi Mama saat masa nifas, antara lain suplemen zat besi selama 3 bulan pasca persalinan dan suplemen vitamin A sebanyak 1 kapsul 200.000 IU segera setelah persalinan, serta 1 kapsul 200.000 IU pada 24 jam setelahnya.

4.      Olahraga Ringan

Olahraga ringan sebaiknya dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh Mama selama nifas. Cobalah lakukan olahraga seperti yoga ringan, berjemur, berjalan kaki, atau senam ringan. Ini membantu aliran darah lebih lancar dan mengoptimalkan kinerja organ tubuh.

5.      Perawatan Payudara

Perawatan payudara ketika masa nifas dapat dengan cara melakukan hal – hal berikut, antara lain menjaga payudara agar tetap kering dan bersih, menggunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu menekan payudara, mengoleskan kolostrum atau ASI pada puting yang lecet, dan memerah ASI dengan tangan atau  pompa ASI jika terlalu sakit saat menyusui langsung. Dilansir dari Alodokter, adapun beberapa cara merawat payudara saat menyusui di masa nifas, diantaranya yakni memastikan posisi saat menyusui benar dan nyaman, memahami cara pelekatan yang benar, memastikan kosongnya payudara secara optimal setelah menyusui, dan memijat payudara secara rutin untuk menghindari penyumbatan kelenjar ASI.

6.      Berhubungan Intim

Mama bisa mulai berhubungan intim kembali setelah masa nifas selesai. Tapi tentu saja, hal ini dapat dilakukan setelah memastikan kesiapan masing – masing pihak, utamanya Mama yang baru saja melahirkan.

 7.      Penggunaan Alat Kontrasepsi

Pasca persalinan, mungkin Mama berpikiran untuk menggunakan alat kontrasepsi. Dilansir dari Halodoc,  metode kontrasepsi yang direkomendasikan untuk Mama yang sedang menyusui adalah alat kontrasepsi tanpa kandungan hormon (non – hormonal), seperti IUD hormonal dan IUD tembaga. Antara kedua kontrasepsi IUD tersebut, pilihan terbaik adalah IUD tembaga karena tidak memiliki dampak signifikan pada produksi ASI dan memiliki tingkat efektivitas hingga 99%. Metode kontrasepsi lainnya yang dapat Mama pilih pasca persalinan dan aman untuk Mama yang sedang menyusui, yakni

  1. Kontrasepsi penghalang, seperti kondom;
  2. Steril dengan metode tubektomi, pemasangan cincin, atau pengikatan saluran telur;
  3. Metode Amenore Laktasi atau MAL (dengan syarat-syarat tertentu).

Nah, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan saat masa nifas. Pemulihan pada masa nifas juga diutamakan pada pemenuhan nutrisi. Selain itu, momen menyusui juga dapat didukung dengan pemenuhan nutrisi selama masa nifas ini. Adakah Mama di sini yang juga menambahkan perawatan tradisional saat masa nifas?

Penulis: Khoirunnisa Purwamita

Editor: Mega Pratidina

Sources :

www.copperstateobgyn.com/adjusting-your-hormones-postpartum/

Kemenkes RI, 2013, Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Dasar dan Rujukan, Indonesia