fbpx

Kehamilan dan melahirkan adalah topik yang cukup menarik untuk dibahas, salah satu topik bahasan tentang ini yaitu mitos melahirkan. Saat trimester akhir kehamilan, Mama tentu mencari tahu informasi tentang melahirkan dari internet, buku, dan sumber lainnya. Mungkin juga, Mama akan mendengar cerita dari kerabat yang telah melahirkan bayi lebih dulu. Perlu Mama ketahui, bahwa perjalanan menjadi seorang Mama pasti berbeda satu sama lain sehingga tidak dapat disamakan.

Ternyata, banyak mitos melahirkan yang tidak benar, keliru, dan salah beredar di masyarakat. Oleh karena itu, Mama tidak boleh menelan mentah-mentah informasi yang beredar di masyarakat. Bisa saja informasi yang Mama dapatkan, termasuk dalam mitos melahirkan. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter atau bidan jika terjadi suatu masalah pada masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui si kecil. Yuk simak mitos melahirkan dan faktanya berikut, Ma!

Mitos Melahirkan yang Biasa Mama Dengar

Sangat banyak informasi seputar melahirkan yang beredar di masyarakat. Mama perlu cermat dan teliti dalam memilah informasi yang benar dan salah tentang melahirkan. Berikut ini adalah beberapa mitos melahirkan yang tidak perlu Mama percayai.

  1. Air Ketuban yang Pecah akan Langsung Mengalir Keluar

Mama mungkin sering melihat acara TV atau film yang menayangkan adegan melahirkan. Seringkali pada tayangan itu, adegan melahirkan terjadi secara dramatis. Mitos melahirkan ini adalah yang paling populer di masyarakat. Tidak semua proses persalinan itu terasa sakit karena setiap wanita memiliki batas toleransi rasa sakit yang berbeda-beda. Dilansir dari laman The Bump, faktanya hanya sekitar 10 persen ibu hamil yang mengalami air ketuban pecah secara spontan atau alami. Air ketuban yang pecah akan keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit atau menetes keluar. Mama dapat berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui proses melahirkan nantinya, ya!

  1. Bayi Berhenti Bergerak Sesaat Sebelum Mama Melahirkan

Dilansir dari laman Pregnancy Birth Baby, gerakan bayi tidak akan bertambah atau berkurang sesaat sebelum Mama melahirkan. Mama tetap dapat merasakan gerakan bayi hingga bayi lahir nantinya. Konsumsi makanan atau minuman yang dingin atau panas juga tidak akan memengaruhi gerakan bayi dalam kandungan. Jika gerakan bayi terasa kurang aktif atau tidak seaktif biasanya, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Tidak Bisa Melahirkan Normal Kembali setelah Operasi Caesar

Mungkin Mama pernah mendengar informasi jika pernah melahirkan secara caesar, tidak akan bisa melahirkan secara normal untuk kehamilan selanjutnya. Ternyata, banyak ibu hamil yang bisa memilih melahirkan secara normal setelah menjalani operasi caesar pada kehamilan sebelumnya, lho, Ma! Bisa tidaknya melahirkan secara normal setelah pernah menjalani operasi caesar, tergantung pada alasan operasi caesar sebelumnya serta kesehatan Mama selama masa kehamilan. Terdapat istilah VBAC (Vaginal Birth After Cesarean) untuk wanita yang melahirkan secara normal meski sebelumnya melahirkan melalui operasi caesar. Oleh karena itu, hal ini juga termasuk mitos melahirkan.

  1. Posisi Melahirkan Harus Berbaring

Pada tayangan televisi atau film yang sering Mama tonton, seringkali adegan melahirkan dilakukan dengan posisi berbaring. Faktanya, Mama bisa memilih posisi melahirkan yang menurut Mama paling nyaman untuk dilakukan. Mama dapat memilih posisi melahirkan dengan jongkok, berbaring dan bersandar, birthing stool, birthing bar, atau berlutut. Mama bisa mencari tahu beragam posisi melahirkan terlebih dahulu untuk mempersiapkan diri. Oleh karena itu, Mama dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang posisi melahirkan saat mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir).

  1. Waktu Melahirkan dapat Diketahui secara Pasti

Jika Mama melahirkan secara normal, akan sulit untuk mengetahui kapan waktu melahirkan secara tepat dan akurat karena banyak faktor yang memengaruhinya. Biasanya, ibu hamil yang memiliki kondisi medis tertentu atau berisiko mengalami masalah pada saat melahirkan akan dirawat di rumah sakit sebelum melahirkan. Tetapi, Mama tidak perlu panik dan termakan dengan mitos melahirkan ini. Untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diharapkan, Mama perlu menyiapkan kontak darurat dan persiapan lainnya dari sebelumnya.

  1. Pinggul yang Bagus akan Memudahkan Proses Persalinan

Biasanya, mitos melahirkan ini bisa menyebabkan Mama mengalami stress sebelum melahirkan. Apalagi mitos melahirkan ini masih banyak diyakini oleh masyarakat. Padahal, ukuran pinggul Mama tidak akan berpengaruh dan tidak ada hubungannya dengan kelancaran proses melahirkan. Tenang saja, ya, Ma! Pinggul wanita tidak termasuk tulang yang kaku dan dapat mengendur pada saat melahirkan. Dilansir dari laman Today’s Parent, tubuh akan menghasilkan hormon relaksin selama persalinan yang bisa membantu Mama dalam proses melahirkan. Hormon relaksin dapat mengendurkan jaringan ikat yang menyatukan tulang panggul. Selain itu, tulang tengkorak bayi pada saat proses persalinan belum sepenuhnya menyatu sehingga dapat memudahkan proses persalinan.

  1. Pemberian Induksi Bisa Mempercepat Proses Persalinan

Pemberian induksi pada Mama yang akan melahirkan tidak selalu bisa mempercepat proses persalinan. Hal itu karena setiap wanita akan memiliki respon yang berbeda-beda terhadap induksi yang dilakukan oleh dokter atau bidan. Ibu hamil yang telah mengalami pelebaran dan penipisan serviks cenderung bisa lebih baik merespon induksi yang dilakukan sehingga proses persalinan menjadi lebih cepat. Ibu hamil bisa melahirkan dengan waktu yang lebih lama daripada biasanya karena tubuhnya belum siap untuk melahirkan atau karena kondisi lainnya.

  1. Proses Persalinan Kedua, Ketiga, dan Seterusnya Terasa Lebih Mudah

Umumnya pada persalinan kedua, ketiga, dan seterusnya bisa berlangsung lebih singkat dan cepat karena kondisi serviks rahim dan otot dasar panggul sudah lebih siap daripada persalinan yang pertama. Selain itu, umumnya persalinan yang kedua tidak akan sesakit persalinan yang pertama. Tetapi, hal tersebut tidak akan selalu terjadi pada semua kehamilan. Hal itu menyesuaikan dengan kondisi tubuh Mama selama masa kehamilan.

  1. Duduk di Tengah Pintu Membuat Proses Persalinan Sulit

Dalam adat Jawa juga terdapat mitos melahirkan, salah satunya yaitu ibu hamil yang tidak boleh duduk di tengah pintu karena bisa membuat proses persalinan sulit dan menyakitkan atau menghambat janin keluar dari rahim. Belum ada penelitian yang mendukung dan menjelaskan hal itu. Kesulitan proses persalinan tidak dipengaruhi oleh hal itu, tetapi dipengaruhi oleh posisi bayi dalam kandungan, dan faktor kondisi medis lainnya.

Nah, itulah fakta dari beberapa mitos melahirkan yang beredar di masyarakat. Semoga dapat menjadi pengetahuan baru bagi Mama agar dapat lebih cermat dalam memilah informasi tentang melahirkan. Tidak hanya itu, proses melahirkan setiap wanita dan setiap kehamilan pasti akan terasa berbeda dan unik sehingga tidak dapat disamaratakan antara satu sama lain. Semoga nantinya Mama bisa melahirkan dengan lancar, ya! Dapatkan informasi seputar ASI dan menyusui lainnya di website Mamabear.co.id, social media Instagram @mamabearid, tiktok @mamabear_id, dan Youtube Channel MamaBear Pelancar ASI.

Writer: Luqmanul Hakim

Editor: Mega Pratidina

Source:

Common Myths about Giving Birth (pregnancybirthbaby.org.au)

Top 10 Myths About Labor and Delivery (thebump.com)

7 Common Labour Myths-and the Truths Behind Them (todaysparent.com)

5 Myths About Labor and Delivery (huffpost.com)

https://freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.