fbpx

Ngiler atau keluarnya air liur pada bayi adalah hal yang biasa terjadi. Bahkan kelenjar air liur sudah aktif sejak bayi dalam kandungan. Air liur bayi akan semakin meningkat saat usia 3 hingga 6 bulan. Saat si Kecil mengeluarkan air liur secara berlebihan, bisa jadi karena muncul gigi baru, sistem pencernaan yang sedang berkembang, atau karena produksi air liur yang berlebih di mulutnya. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan kok Ma, justru air liur adalah penanda dari tumbuh kembang si Kecil. Sangat umum bagi bayi untuk ngiler. Tetapi jika anak ngiler bahkan setelah usia empat tahun, maka hal ini dapat dikatakan tidak normal.

Peran Air Liur

Air liur memenuhi beberapa fungsi penting untuk bayi. Diantaranya:

  • Melembutkan makanan padat;
  • Menjaga kelembaban mulut bayi;
  • Memudahkan bayi dalam menelan makanan;
  • Membersihkan sisa makanan;
  • Menetralkan asam lambung dan membantu pencernaan;
  • Melindungi dari kerusakan gigi.

Air Liur Bayi dalam Kategori Normal

Pada berbagai tahap tumbuh kembang bayi, ia mungkin meneteskan air liur dengan volume yang berbeda-beda, ada yang sedikit, ada juga yang berlebih. Berikut banyaknya air liur bayi dikatakan normal berdasarkan usianya.

  1. 1-3 Bulan

Ketika bayi berusia antara 1 sampai 3 bulan, ia mungkin tidak ngiler sama sekali. Air liur jarang keluar saat usia ini karena bayi selalu dalam posisi terlentang menghadap ke atas. Tetapi beberapa bayi mungkin mulai mengeluarkan air liur pada usia 3 bulan dan itu wajar, Ma. Hal ini terjadi karena ia belum bisa menelan air liur yang diproduksi sehingga terkesan air liurnya berlebihan.

Bayi yang ngiler saat usia 3 bulan juga kerap dikaitkan dengan mitos rambut Mama yang banyak rontok. Padahal sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali antara keduanya. Siklus pertumbuhan normal rambut manusia memang akan rontok dan tumbuh setiap harinya kok, Ma. Sedangkan rambut Mama yang banyak rontok setelah melahirkan terjadi karena selama kehamilan rambut Mama tidak rontok akibat hormon estrogen yang meningkat. Setelah melahirkan, hormon estrogen akan kembali normal sehingga rambut yang seharusnya rontok saat hamil, jadi rontok saat masa menyusui.

  1. 6 Bulan

Pada waktu ini, air liur bayi sedikit lebih terkontrol namun bisa terus mengeluarkan air liur ketika bayi mengoceh atau memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Biasanya bayi mulai tumbuh gigi pada usia ini, tumbuh gigi dapat merangsang air liur sehingga bayi akan ngiler.

  1. 9 Bulan

Pada tahap ini, bayi mungkin terus meneteskan air liur karena bayi masih mengalami pertumbuhan gigi. Selain itu bayi juga mulai bisa tengkurap dan merangkak, dengan posisi ini kemungkinan mereka ngiler lebih besar.

  1. 15 Bulan

Pada usia 15 bulan, kebanyakan bayi mulai berjalan dan berlari, namun mereka mungkin tidak meneteskan air liur saat berjalan atau berlari. Bayi kemungkinan akan ngiler saat melakukan aktivitas yang meningkatkan keterampilan motorik halus seperti menyusun balok menjadi menara. Karena aktivitas ini menuntut anak untuk berkonsentrasi sehingga pikirannya akan terstimulasi dan perhatiannya teralihkan dari gerakan mulut dan lidah, sehingga saat itulah produksi air liur meningkat.

  1. 18 Bulan

Pada usia ini, bayi mungkin tidak akan meneteskan air liur saat melakukan aktivitas yang meningkatkan keterampilan motorik halus lagi. Namun mereka mungkin ngiler saat diberi makan makanan asam yang menyebabkan pelepasan air liur secara berlebihan.

  1. 24 Bulan

Pada waktu ini, produksi air liur bayi sedikit menurun sehingga bayi kemungkinan sudah tidak ngiler.

Penyebab Air Liur Bayi Berlebihan

Pernah nggak sih Mama dibuat bingung dengan jumlah air liur bayi yang terlalu banyak? Seringnya hal ini terjadi sebagai tanda munculnya gigi baru, kadang juga terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara mulut dan lidah sehingga menyebabkan bayi susah menelan makanan. Sebaiknya Mama tahu bahwa meskipun ini bukan masalah yang serius, namun kemungkinan hal ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan bagi bayi bahkan sampai menyebabkan ruam di sekitar mulutnya. Jika si Kecil tampak mengeluarkan banyak air liur dan terlihat sakit, ia mungkin mengalami kesulitan menelan yang memerlukan pertolongan medis.

Berikut beberapa penyebab air liur bayi berlebihan yang umum terjadi:

  1. Tumbuh gigi

Meskipun bayi belum memiliki gigi pada usia 6-8 bulan, namun proses pertumbuhan gigi dimulai cukup awal. Inilah alasan mengapa bayi mulai mengeluarkan air liur sejak usia 3 bulan, Ma. Ketika fase tumbuh gigi dimulai, ada kelebihan produksi air liur sehingga bayi mengeluarkan lebih banyak air liur dari biasanya.

  1. Keadaan mulut yang terbuka

Jika bayi terus membuka mulutnya untuk waktu yang lama karena hidungnya tersumbat atau karena kebiasaan, maka ia mungkin tidak dapat menelan air liurnya secara berkala dan menyebabkan air liurnya keluar berlebihan.

  1. Makanan

Pengeluaran air liur dari kelenjar di dalam mulut merupakan respon terhadap sensasi rasa pada berbagai makanan. Makan makanan asam dapat menyebabkan pelepasan air liur secara berlebihan.

  1. Fokus dalam waktu yang lama

Perlu Mama tahu bahwa ketika si Kecil sedang berkonsentrasi pada aktivitas tertentu, pikiran mereka akan terstimulasi. Saat terstimulasi, produksi air liur akan meningkat. Sedangkan selama masa bayi, kemampuan mereka untuk menelan air liur berlebih masih belum memadai. Sehingga ketika mereka fokus pada suatu aktivitas, perhatian mereka dialihkan dari posisi mulut dan gerakan lidah, akibatnya hal ini mampu menghasilkan air liur berlebih.

  1. Sakit tenggorokan

Faktor lain yang dapat menyebabkan ngiler berlebih pada bayi adalah adanya peradangan di tenggorokan yang dapat menyebabkan rasa sakit saat menelan. Peradangan ini membuat bayi malas menelan sehingga air liur terus mengalir keluar.

Cara Mengatasi Air Liur Bayi yang Berlebihan

  1. Membantu si Kecil mempraktikkan gerakan bibir tertutup dan kemampuan untuk menelan;
  2. Mengurangi pemberian makanan  asam pada si Kecil;
  3. Melakukan terapi motorik oral untuk memperkuat rahang, pipi, dan bibirnya. Terapi ini akan membantunya menelan air liur dengan benar;
  4. Menggunakan teeth ring atau mainan khusus untuk digigit jika gigi bayi sedang dalam masa pertumbuhan gigi. Mainan ini berguna untuk mengurangi rasa nyerinya.

Secara umum, banyak mengeluarkan air liur adalah tanda perkembangan bayi yang normal. Namun, jika Mama merasakan air liur bayi yang berlebih atau memiliki gejala lain yang mencurigakan, Mama dapat berkonsultasi ke dokter agar si Kecil dapat diberikan penanganan yang tepat.

Dapatkan banyak informasi seputar bayi, Mama bisa mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar Asi. Nantikan update artikel informatif dan menarik lainnya, ya, Ma!

Writer: Dinda Aisya

Editor: Mega Pratidina

Source:

Baby Drooling? 5 Revealing Things about Your (Adorable) Drooling Monster (kindercare.com)

Drooling in Babies (parenting.firstcry.com)

Drooling and Your Baby (healthychildren.org)

Understanding Your Drooling Baby (playtimedentistry.ca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.