fbpx
amlodipin untuk ibu menyusui image mamabear

Bagi Ibu menyusui, hipertensi bisa menjadi masalah yang mengkhawatirkan. Seringkali ragu untuk minum obat hipertensi, karena takut obat tersebut akan masuk ke dalam ASI dan berdampak buruk pada kesehatan bayi. Amlodipin salah satunya.

Namun, sebenarnya amankah obat amlodipin untuk Ibu menyusui? Adakah cara mengatasi hipertensi tanpa harus minum obat? Yuk, cari tahu, Mam!

Apakah itu Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi pada Ibu menyusui dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kehamilan, stres, obesitas, riwayat keluarga, atau penyakit lain.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya bisa dikendalikan dengan obat-obatan dan pola hidup sehat. Jika tidak diatasi dengan baik, hipertensi dapat berdampak buruk bagi kesehatan Mama dan si Kecil.

Hipertensi dapat meningkatkan risiko preeklampsia, plasenta previa, perdarahan, infeksi, dan persalinan prematur. Selain itu, hipertensi juga dapat mengurangi produksi dan kualitas ASI, serta meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi, dan penyakit kronis di kemudian hari.

Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Sakit Kepala?

Gejala Hipertensi

Hipertensi bisa menimbulkan gejala-gejala berikut:

  • Sakit kepala parah dan pusing
  • Mual dan mimisan
  • Kebingungan
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Telinga suka berdenging
  • Nyeri dada dan kelelahan
  • Sulit untuk bernafas
  • Gangguan penglihatan
  • Darah dalam urine

Jika Mama mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ya, Mam. Umumnya dokter akan meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, seperti amlodipin untuk Ibu menyusui.

Amankah Minum Obat Amlodipin untuk Ibu Menyusui?

amlodipin untuk ibu menyusui image mamabear 2

Amlodipin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mencegah nyeri dada (angina) akibat penyempitan pembuluh darah jantung.

Obat ini termasuk dalam golongan penghambat kalsium (calcium channel blocker) yang bekerja dengan cara melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar dan tekanan darah dapat turun.

Sebuah penelitian menyebutkan paparan bayi terhadap amlodipine dalam ASI tampak sangat kecil. Penelitian lain juga menunjukkan Ibu menyusui yang minum amlodipin sesuai dosis yang dianjurkan, yaitu 5 mg sehari, pertumbuhan bayinya yang disusui secara eksklusif adalah normal sepanjang tahun pertama kehidupan dan tidak ada efek samping yang dicatat.

Baca juga: 5 Penyebab Busui Alami Sembelit dan Cara Mengatasinya

Dosis dan Aturan Pakai Obat Amlodipin untuk Ibu Menyusui

Konsumsi obat amlodipin untuk Ibu menyusui harus sesuai dengan anjuran dokter. Dosis umum penggunaan obat amlodipin untuk Ibu menyusui adalah 5 mg, 1 kali sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 10 mg, 1 kali sehari, tergantung pada respons dan kondisi pasien.

Amlodipin tersedia dalam bentuk tablet yang diminum melalui mulut. Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan, dengan bantuan air putih. Perlu Mama ingat, obat ini harus diminum secara teratur pada waktu yang sama setiap hari.

Jangan mengubah, menghentikan, atau menambah dosis obat tanpa sepengetahuan dokter. Jangan juga menggandakan dosis obat jika melewatkan satu dosis. Ikuti petunjuk dokter dan baca label kemasan obat dengan teliti sebelum mengonsumsi obat amlodipin ya, Mam.

Efek Samping Obat Amlodipin untuk Ibu Menyusui

Obat amlodipin dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, meskipun tidak semua orang mengalaminya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan obat amlodipin untuk Ibu menyusui antara lain adalah:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Nyeri perut
  • Kembung
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, atau pergelangan kaki

Efek samping tersebut biasanya bersifat ringan dan sementara. Namun, jika efek samping tersebut berlangsung lama, bertambah parah, atau mengganggu aktivitas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, Mama..

Menyusui bisa Menurunkan Tekanan Darah

Selain mengonsumsi obat amlodipin untuk Ibu menyusui, Mama juga disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil. Menyusui memiliki banyak manfaat, baik untuk ibu maupun bayi.

Menurut Hello Sehat, menyusui dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini karena menyusui dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang dapat menenangkan dan mengurangi stres. Selain itu, menyusui juga dapat membantu Mama mengembalikan berat badan ideal, yang juga berpengaruh pada tekanan darah.

Bagi si Kecil, ASI adalah sumber nutrisi terbaik yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. ASI juga mengandung berbagai zat yang dapat melindungi bayi dari infeksi, alergi, dan penyakit kronis di kemudian hari.

Tips Mengatasi Hipertensi pada Busui

Mama juga perlu menerapkan pola hidup sehat untuk mengendalikan tekanan darah. Inilah beberap tips yang bisa Mama lakukan:

1. Rutin berolahraga.

Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, membakar kalori, dan meningkatkan mood. Busui dapat memilih olahraga ringan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga. Olahraga sebaiknya dilakukan setidaknya 30 menit sehari, tiga kali seminggu.

2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

Makanan Pelancar ASI Image MamaBear

Makanan yang dikonsumsi oleh Busui harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Busui juga harus menghindari makanan yang tinggi garam, lemak jenuh, dan gula. Garam dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan lemak jenuh dan gula dapat menyebabkan obesitas, yang juga merupakan faktor risiko hipertensi.

3. Menghindari minuman beralkohol, berkafein, dan bersoda

Minuman-minuman ini dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu kualitas ASI. Alkohol dapat masuk ke dalam ASI dan mempengaruhi perkembangan otak bayi. Kafein dapat menyebabkan bayi gelisah, rewel, dan sulit tidur. Sedangkan soda dapat menyebabkan dehidrasi dan peningkatan berat badan.

4. Tidak merokok

Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Merokok juga dapat mengurangi produksi ASI lho, Mam. Selain itu, asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi terkena infeksi saluran pernapasan, asma, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

5. Mengelola stres

Stres dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi produksi ASI. Busui dapat melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi, napas dalam, atau pijat. Busui juga dapat mencari dukungan dari keluarga, teman, atau kelompok Ibu menyusui. Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stres, seperti konflik, tekanan, atau beban kerja yang berlebihan ya, Mam.

Itulah beberapa informasi tentang konsumsi obat Amlodipin untuk Ibu menyusui. Jika Mama mengalami gejala hipertensi, segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Mam..

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearidTikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:
1. Amlodipine use while Breastfeeding. URL: https://www.drugs.com/breastfeeding/amlodipine.html (diakses 16/12/2023)

2. Amlodipine. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500665/ (diakses 16/12/2023)

3. Amlodipine. URL: https://aladokter.com/obat/amlodipine/ (diakses 16/12/2023)

4. Amlodipin (Amlodipine). URL: https://hellosehat.com/obat-suplemen/amlodipine/ (diakses 16/12/2023)

5. Low Levels of Amlodipine in Breast Milk and Plasma. URL: https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/bfm.2018.0158 (diakses 16/12/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.