fbpx

Mama mungkin cemas karena mengalami ASI belum keluar setelah melahirkan. Tarik napas dalam dan rileks dulu, Ma…

Sebenarnya si Kecil masih terpenuhi kebutuhan nutrisinya meskipun hanya mendapat beberapa tetes kolostrum. Namun, ada baiknya Mama mengetahui apa saja penyebabnya ASI belum keluar berikut ini.

Penyebab ASI Belum Keluar setelah Melahirkan

Inilah beberapa penyebab ASI belum keluar dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Mengalami Stres

Melansir dari UT Southwestern Medical Center, stres adalah penyebab utama menurunnya suplai ASI, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres fisik dan mental dapat memperlambat pelepasan oksitosin ke dalam aliran darah Ibu menyusui.

Oksitosin adalah hormon yang bekerja agar ASI keluar dari puting sehingga dapat diisap oleh si Kecil. Meningkatnya kadar oksitosin dalam darah selama menyusui sangat dipengaruhi oleh perasaan bahagia Mama. Itulah sebabnya, stres membuat ASI Mama tidak keluar.

Setelah melahirkan, Mama mungkin kurang tidur karena menyesuaikan diri dengan kehadiran si Kecil sehingga merasa kelelahan dan stres. Mama yang mengalami baby blues dan depresi pasca melahirkan juga dapat menjadi penyebabnya.

Tips Mengatasinya: Dukungan dari Papa dan orang terdekat akan membuat Mama merasa lebih bahagia. Papa bisa melakukan pijat oksitosin pada Mama sebagai usaha melancarkan keluarnya ASI. Teruslah mencoba untuk menyusui si Kecil karena dapat merangsang produksi ASI Mama.

Baca juga: 4 Tips Mengatasi Stres pada Busui dengan Dukungan Suami

2. Persalinan Caesar

Persalinan caesar memang menyebabkan produksi ASI lebih lambat dibandingkan dengan persalinan normal. Hal itu terjadi karena Mama yang melahirkan dengan metode caesar tidak menghasilkan hormon yang sama seperti Mama yang melahirkan normal.

Selain itu, prosedur medis pasca persalinan caesar yang mengharuskan Mama dipisahkan dengan si Kecil di ruang berbeda juga menjadi penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Skin to skin setelah melahirkan sangat penting untuk menjalin ikatan dan memudahkan proses IMD. Lakukan skin to skin di 24 jam pertama jika kondisi memungkinkan. Pompa ASI sesering mungkin agar otak terus mendapat sinyal untuk memproduksi ASI dari payudara.

Baca juga: Hempas 5 Mitos Melahirkan Caesar, Ini Faktanya, Ma!

3. Kehilangan Banyak Darah

Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan banyak darah selama persalinan akan membuat ASI belum keluar setelah melahirkan karena keterlambatan skin to skin dengan si Kecil.

Selain itu, kehilangan banyak darah lebih dari 500 ml setelah melahirkan bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis di otak yang mengontrol hormon laktasi memproduksi ASI.

Tips Mengatasinya: Pompa ASI sesering mungkin dan terus berusaha menyusui si Kecil agar merangsang keluarnya ASI dengan lancar. Minum air yang banyak dan makan makanan yang mengandung zat besi agar bisa menggantikan asupan cairan yang hilang.

4. Mengalami Obesitas

Sebuah penelitian menyebutkan Mama yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas (dengan BMI >30) telah menurunkan respon hormon prolaktin sehingga dapat membuat ASI belum keluar setelah melahirkan.

Selain itu, Mama yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami stres berlebihan setelah melahirkan. Stres membuat suplai ASI menurun, itu sebabnya ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Dapatkan dukungan orang terdekat agar Mama tidak mengalami stres berlebih. Berolahraga ringan dan mencukupi nutrisi harian dengan tepat akan membantu Mama menurunkan berat badan bersamaan dengan menyusui. Cobalah untuk terus menyusui si Kecil dan pumping ya, Ma…

Baca juga: 6 Tips Diet untuk Ibu Menyusui, Bebas Drama!

5. Konsumsi Obat

Mama mungkin dapat mengalami infeksi, flu, atau demam setelah melahirkan. Mengonsumsi obat tertentu akan menurunkan produksi ASI sehingga ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Pijat payudara sebelum menyusui agar merangsang saluran susu mengeluarkan ASI saat dihisap si Kecil.

Baca juga: Obat Ranitidine untuk Ibu Menyusui, Amankah?

6. Mengalami Diabetes

ASI belum keluar setelah melahirkan berkaitan dengan diabetes. Kandungan gula darah yang berlebih berpengaruh pada tertundanya produksi ASI.

Tips Mengatasinya: Mama perlu menjaga kandungan gula dalam darah tetap normal setelah pulih pasca melahirkan agar dapat segera menyusui si Kecil. Dengan terus menyusui dan memberikan ASI eksklusif akan membantu gula darah Mama cepat turun, lho.

7. Masalah pada Tiroid

Hormon tiroid berperan dalam produksi ASI. Bila hormon tiroid Mama tidak cukup atau mengalami masalah pada tiroid, maka ASI yang diproduksi akan lambat. Bila ASI belum keluar setelah melahirkan, bisa jadi Mama mengalami masalah ini.

Masalah pada tiroid akan membuat si Kecil sulit menaikkan berat badannya karena ASI yang didapatnya tidak cukup. Gejala yang dirasakan jika Mama mengalami masalah pada tiroid, di antaranya penambahan berat badan, kulit kering, depresi, suplai ASI menurun, dan selera makan menurun.

Tips Mengatasinya: Konsultasikan pada dokter dan lakukan pengobatan tiroid sesuai anjurannya. Seringlah memompa ASI untuk meningkatkan kuantitasnya.

Itulah beberapa penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan dan tips mengatasinya. Pastikan Mama terus mencoba menyusui si Kecil karena ketika bayi mengisap payudara bisa merangsang produksi ASI. Selamat mengASIhi, Mama…

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. No Breast Milk After Birth? Here’s Why You Shouldn’t Worry. URL: https://www.healthline.com/health/breastfeeding/no-breast-milk-after-delivery-what-to-do#see-a-doctor (diakses 10/10/2023)

2. Breastfeeding and Delayed Milk Production. URL: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/breastfeeding-and-delayed-milk-production (diakses 10/10/2023)

3. 4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it. URL: https://utswmed.org/medblog/decrease-breast-milk-supply/ (diakses 10/10/2023)

4. Women’s breastfeeding experiences following a significant primary postpartum haemorrhage: A multicentre cohort study. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2889881/ (diakses 10/10/2023)

5. Lactation complicated by overweight and obesity: supporting the mother and newborn. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17983998/ (diakses 10/10/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.