fbpx

Istimewanya ASI berdampak luas bagi si kecil, utamanya ASI untuk kecerdasan bayi. Kita kulik lebih jauh lagi dalam artikel ini yu, Ma.

Apa manfaat ASI untuk Kecerdasan Bayi?

ASI mengandung docosahexaenoic, yaitu asam lemak DHA yang termasuk dalam kelompok omega 3. Asam lemak DHA ini berguna untuk membantu perkembangan otak dan saraf bayi.

Itulah sebabnya, ASI sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan bayi saat usia dini.

Manfaat Jangka Panjang ASI untuk Kecerdasan Bayi

Untuk mengetahui lebih dalam tentang manfaat ASI untuk kecerdasan bayi, mari kita bahas penelitian berikut ini.

Dilansir dari Very Well Family, Sebuah penelitian dilakukan kepada 7500 bayi dibawah usia 5 tahun pada tahun 2017. Peneliti mengamati kemampuan berbahasa, penyelesaian masalah, dan kebiasaan perilakunya.

Hasil menunjukkan, bahwa bayi yang diberikan ASI hingga berusia 6 bulan mampu menyelesaikan masalah. Selain itu, tidak begitu hyperactive dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI.

Kesimpulannya, ASI sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan bayi, sehingga dapat membantu proses belajar di usia dini.

Jika pondasi pembelajaran mereka baik, peluang bayi untuk tumbuh menjadi anak yang cerdas akan lebih besar kedepannya.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kecerdasan Bayi

Di satu sisi, banyak juga penelitian yang mendukung adanya manfaat jangka panjang ASI untuk kecerdasan bayi.

Bahkan, anak-anak yang diberi ASI memiliki IQ lebih tinggi. Sehing berhasil mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi pada usia 30 tahun.

Hal ini berkaitan dengan kondisi stunting pada bayi, yaitu kondisi yang memperlambat perkembangan otak dan fisik anak akibat malnutrisi.

Kondisi stunting menyebabkan anak memiliki kecerdasan dibawah rata-rata dan dapat mengganggu kehidupan anak hingga dewasa.

Faktanya, 30 persen balita di Indonesia mengalami stunting, dimana malnutrisi yang terjadi bukan hanya karena kekurangan gizi, melainkan bisa juga karena kelebihan gizi. Hal ini dapat Mama cegah dengan pemberian ASI dan sumber nutrisi lainnya secara optimal.

Beberapa peneliti juga menyatakan bahwa manfaat pemberian ASI untuk kecerdasan bayi dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Bayi yang menerima ASI biasanya tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan kecerdasan mereka.

Orang tua yang berkesempatan memberikan ASI, cenderung memiliki kualitas waktu lebih baik untuk menemani dan mendidik mereka, meski orang tuanya bekerja sekalipun.

Susu Formula

Perusahaan susu formula tentunya ingin menyediakan manfaat baik untuk bayi, termasuk mengenai manfaat ASI untuk kecerdasan bayi.

Mengetahui ASI memiliki kandungan asam lemak DHA yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak anak.

Produsen-produsen susu formula juga tentunya menambahkan komponen asam lemak DHA ini pada produknya.

Selain itu asam lemak juga dapat ditemukan pada makanan-makanan lain, seperti salmon, tuna, alpukat, chia seeds, dan lain-lain.

Bagaimana pun juga, hingga saat ini masih belum ada susu formula yang kandungannya dapat menyamai ASI.

Apa yang Membuat ASI Begitu Spesial?

ASI memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan anak. Kandungan ASI akan terus berubah seiring masa pertumbuhannya.

Sebagai contoh, semenjak bayi lahir hingga berusia kurang lebih 5 hari. Bayi akan mendapatkan ASI kolostrum yang tinggi protein dan rendah lemak. Sehingga konsistensinya tidak begitu pekat, dan mudah dicerna. Sangat cocok untuk bayi yang baru lahir dan masih belajar menerima makanan.

Selanjutnya, di saat bayi membutuhkan peningkatan berat badan. ASI transisi dapat menyediakan kandungan lemak yang tinggi, sehingga dapat mencukupi kebutuhan tersebut.

Lebih ajaib lagi, ASI dapat mendeteksi secara spesifik ketika bayi terkena bakteri atau virus tertentu. Selain itu, dapat memproduksi antibodi khusus untuk memerangi penyakit tersebut.

Jika Mama sedang sakit, ASI juga akan menyalurkan antibodi yang tubuh Mama hasilkan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Kemudian, masih banyak lagi manfaat-manfaat ASI lainnya, seperti berikut ini:

  • Memperkuat tulang dan gigi bayi;
  • Menjaga keseimbangan berat badan bayi;
  • Menurunkan risiko obesitas;
  • Mengurangi risiko kematian dini;
  • Mengurangi risiko alergi, dan masih banyak lagi.

Membesarkan Bayi yang Cerdas

Terlepas dari pemberian ASI, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kecerdasan bayi. Salah satunya adalah pengaruh lingkungan sekitar mereka, terutama orang tua.

Mama dan Papa bisa dikatakan merupakan sekolah pertama bagi bayi. Maka dari itu, pastikan Mama dan Papa melakukan cara-cara berikut ini agar si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas.

1. Sering Mengajak Berbicara

Mama dan Papa wajib untuk meluangkan waktu berbicara dengan anak semenjak usia dini, walaupun mungkin mereka belum mengerti.

Mengajak berbicara terbukti dapat memperluas kosakata mereka, serta meningkatkan kemampuan penalaran dan pemahaman angka, loh!

Mama dan Papa juga sebaiknya menggunakan ekspresi dan intonasi yang menarik ketika berbicara dengan anak. Karena hal ini dapat merangsang mereka untuk meniru dan belajar berbicara.

2. Mengajak bermain

Bermain bersama anak dapat melatih ikatan emosional mereka yang kemudian menjadi fondasi untuk berinteraksi dengan orang-orang lainnya di kemudian hari.

Dengan aktivitas bermain bersama, anak dapat meningkatkan kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional, serta kemampuan interaksi sosial.

3. Mengurangi penggunaan gadget

Pada zaman ini, gadget menjadi suatu fasilitas yang sangat sulit dihindari. Gadget tentunya memiliki banyak manfaat apabila digunakan dengan bijak.

Namun, gadget juga memiliki efek samping yang sangat buruk untuk perkembangan kecerdasan anak. Saat menggunakan gadget, komunikasi yang terjadi hanyalah satu arah, dimana gadget tidak dapat memahami anak.

Hal ini memicu anak menjadi pemarah ketika tidak dapat mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui gadget.

Selain itu, gadget menyebabkan anak bisa mendapatkan akses yang sangat fleksibel untuk mempelajari hal-hal yang baik. Tapi, harus memperhatikan hal yang belum seharusnya mereka pelajari.

Maka dari itu, American Academy of Pediatrics mencetuskan rekomendasi sebagai berikut:

  • Si Kecil usia dibawah 18 bulan tidak menggunakan gadget sama sekali, kecuali untuk aktivitas video call;
  • Usia 18 hingga 24 bulan boleh menggunakan gadget untuk mengonsumsi program yang mendidik, selama didampingi oleh orang tua;
  • Anak dengan usia 2 hingga 5 tahun boleh menggunakan gadget. Tapi hanya untuk mengonsumsi program yang mendidik dengan durasi harian maksimal 1 jam;
  • Orang tua menetapkan jumlah batasan waktu yang konsisten untuk anak boleh menggunakan gadget.

Baca juga: Tips Mengenalkan Gadget pada Anak, Perhatikan Batas Idealnya!

Nah, itu dia faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan bayi. Jadi, terlepas dari manfaat ASI untuk kecerdasan bayi, ASI tetaplah makanan ideal yang sangat baik dan direkomendasikan untuk bayi.

Yang terpenting, Mama dan Papa terus memantau perkembangan kecerdasan bayi, meluangkan waktu untuk berkomunikasi, bermain, dan mendidik bayi.

Kalau Mama sendiri, upaya apa nih, yang sudah dilakukan agar si kecil tumbuh cerdas? Coba tulis di kolom komen, Ma!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Penulis: Alvin Wardiman

Editor: Mega Pratidina, M. Najib Wafirur Rizqi

Sources:

The Cognitive Benefits of Breastfeeding (verywellfamily.com)

World Health Organization Recommendations (who.int)

Riset Terbaru: Apakah Menyusui Dapat Meningkatkan Kecerdasan Anak? (id.theasianparent.com)

What Do We Really Know About Kids and Screens? (apa.org)

Raising A Smart Baby: How To Build Your Child’s Brain Power (healthline.com)

ASI (halodoc.com)

Apa Itu DHA dan EPA serta Seberapa Penting Bagi Perkembangan Anak? (hellosehat.com)

Pahami Penyebab Stunting dan Dampaknya Pada Kehidupan Anak (alodokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.