fbpx

Siapa yang nggak panik jika bayi mengalami sembelit saat MPASI. Sembelit atau konstipasi adalah kondisi di mana bayi mengalami kesulitan buang air besar (BAB) karena fesesnya keras dan kering. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman, rewel, dan bahkan menangis saat BAB.

Melansir laman IDAI, hal ini sebenarnya sering terjadi, Mam, karena usus bayi sedang beradaptasi dengan makanan baru yang lebih padat. Namun, Mama tetap perlu waspada dengan mengenali gejala, penyebab, serta cara mengatasi bayi sembelit saat MPASI. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Gejala Bayi Sembelit saat MPASI

Dilansir dari Medline Plus, selain kesulitan buang air besar, gejala bayi sembelit saat MPASI bisa meliputi:

  • Bayi menangis atau merintih saat buang air besar karena feses yang keras dan kering.
  • Rewel, gelisah, atau tidak mau menyusu karena merasa perutnya penuh dan tidak nyaman.
  • Mengalami muntah lebih sering dari biasanya karena adanya penumpukan feses di usus.
  • Memiliki perut yang kembung, kaku, dan menyakitkan saat disentuh
  • Memiliki darah pada tinja karena adanya robekan di anus akibat mengejan terlalu keras.

Baca juga: Cegah stunting, Inilah Sumber Protein Hewani untuk MPASI!

Penyebab Bayi Sembelit saat MPASI

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi sembelit saat MPASI, antara lain:

1. Menu bayi minim serat

Sebuah penelitian menyebutkan serat adalah zat yang membantu melancarkan pencernaan dan melunakkan feses. Bayi yang kurang mendapatkan serat dari MPASI cenderung mengalami sembelit.

2. Porsi terlalu banyak

Jika bayi diberi makan terlalu banyak, ususnya bisa kewalahan mencerna makanan dan menyebabkan feses menumpuk. Sebaiknya berikan makan bayi sesuai dengan porsinya agar pencernaannya lebih sehat ya, Mam.

3. Perubahan tekstur terlalu cepat

Bayi yang terbiasa dengan ASI yang cair, perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan MPASI yang lebih padat. Jika tekstur MPASI berubah terlalu cepat, usus bayi bisa kaget dan bisa menyebabkan bayi sembelit saat MPASI.

4. Kurang air

Air sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu pencernaan, lho. Perlu diingat ya, Mam, bayi yang kurang minum air bisa mengalami dehidrasi dan sembelit.

5. Kurang gerak

Bayi yang aktif bergerak bisa merangsang pergerakan usus dan membantu mendorong feses keluar. Bayi yang jarang bergerak atau bermain cenderung mengalami sembelit, Mam.

Baca juga: Obat Sariawan yang Aman Dikonsumsi Bayi. Cek di sini!

Cara Mengatasi Bayi Sembelit saat MPASI

Melansir laman WebMD, untuk mengatasi sembelit pada bayi saat MPASI, Mama bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

1. Berikan lebih banyak cairan

Cairan bisa membantu melarutkan dan melunakkan feses, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Mama bisa memberikan ASI, air putih, atau jus buah yang segar dan alami kepada bayi. Hindari memberikan minuman yang mengandung kafein, gula, atau susu sapi, karena bisa memperparah sembelit.

2. Berikan lebih banyak makanan berserat

Makanan yang kaya serat bisa membantu melancarkan pencernaan dan mempermudah BAB pada bayi yang mengalami sembelit. Mama bisa memberikan MPASI yang mengandung buah-buahan, sayuran, atau biji-bijian kepada bayi.

Beberapa contoh makanan berserat yang baik untuk bayi adalah apel, pir, pepaya, pisang, alpukat, brokoli, kacang hijau, dan oatmeal.

3. Pijat perut bayi

Memijat perut bayi bisa membantu merelaksasi otot-otot perut dan merangsang pergerakan usus. Mama bisa memijat perut bayi dengan lembut dan perlahan, dengan menggunakan minyak atau krim yang aman untuk bayi.

Cara Memijat Perut Bayi untuk Atasi Sembelit saat MPASI

Inilah langkah-langkah memijat perut bayi yang bisa Mama coba:

  • Baringkan bayi di tempat yang nyaman, misalnya di atas handuk yang lembut dan hangat di tengah tempat tidur. Jika di lantai, alasi dahulu dengan karpet atau kain.
  • Gunakan krim atau minyak untuk memijat bayi. Pastikan produk yang Mama gunakan tidak mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit bayi.
  • Mulailah dengan memijat dada dan perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Lakukan dengan lembut dan perlahan, jangan menekan terlalu keras.
  • Lanjutkan dengan memijat bagian bawah perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Lakukan dengan lembut dan perlahan, jangan menekan terlalu keras.
  • Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan lipat di lutut. Gerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda. Lakukan dengan lembut dan perlahan, jangan menekan terlalu keras.
  • Terakhir, angkat kedua kaki bayi dan tekan perutnya dengan lembut. Lakukan dengan lembut dan perlahan, jangan menekan terlalu keras ya, Mam..

Eitsss, jangan memijat bayi sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya tunggu kira-kira 45 menit setelah jam makan. Mama bisa memijat bayi selama 5-10 menit, atau sampai bayi merasa nyaman dan rileks.

Nah, itulah informasi tentang gejala, penyebab dan cara mengatasi bayi sembelit saat MPASI yang bisa Mama coba. Jika sembelit tidak kunjung membaik, segera bawa bayi ke dokter ya, Mam.

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearidTikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. IDAI | Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). URL: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2 (diakses 17/12/2023)

2. Constipation in infants and children: MedlinePlus Medical Encyclopedia. URL: https://medlineplus.gov/ency/article/003125.htm#:~:text=Signs%20of%20constipation%20in%20infants (diakses 17/12/2023)

3. Serat Makanan dan Peranannya bagi Kesehatan. URL: https://www.researchgate.net/publication/277822462_SERAT_MAKANAN_DAN_PERANANNYA_BAGI_KESEHATAN (diakses 17/12/2023)

4. Your Baby’s Bowels and Constipation. URL: https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-constipation (diakses 17/12/2023)

5. What are the signs of infant constipation? And what’s the best way to treat it? URL: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519 (diakses 17/12/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.