fbpx

Stunting merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di seluruh dunia. Deteksi dini stunting sangat penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bulan Penimbangan Balita adalah salah satu upaya yang efektif untuk mendeteksi potensi stunting pada anak-anak balita.

Tapiii, upaya pemerintah tersebut perlu didukung oleh para orang tua nih, Mam. Maka dari itu, Mama perlu memahami apa itu Bulan Penimbangan Balita serta bentuk dukungan apa yang bisa Mama berikan dalam program Bulan Penimbangan Balita? Ini dia penjelasannya, Mam…

Apa itu Bulan Penimbangan Balita?

Bulan Penimbangan Balita adalah program rutin yang mengharuskan orang tua untuk menimbang berat badan anak balitanya setiap satu bulan sekali. Program ini bertujuan untuk:

  1. Mendeteksi Dini Stunting: Dengan memantau pertumbuhan berat badan anak secara teratur, kita dapat mengidentifikasi tanda-tanda stunting lebih awal.
  2. Memastikan Kenaikan Berat Badan: Setiap bulan, berat badan anak harus mengalami kenaikan. Jika tidak, perlu segera berkonsultasi dengan dokter di puskesmas.
  3. Mengedukasi Orang Tua: Program ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk memahami pentingnya gizi dan pola makan yang sehat.

Apa saja Kegiatan dalam Bulan Penimbangan Balita?

  1. Penimbangan: Orang tua membawa anak balitanya ke posyandu atau puskesmas untuk ditimbang. Tim medis akan mencatat berat badan anak.
  2. Pengukuran Lingkar Kepala dan Tinggi Badan: Selain penimbangan, juga dilakukan pengukuran lingkar kepala dan tinggi badan anak.
  3. Imunisasi dan Pemberian Makanan Tambahan: Selama kunjungan, anak juga dapat menerima imunisasi dan pemberian makanan tambahan.
  4. Penyuluhan Kesehatan: Para kader kesehatan memberikan penyuluhan tentang gizi dan perawatan anak.

Apa saja Bentuk Dukungan Orang Tua dalam Bulan Penimbangan Balita?

Orang tua memiliki peran kunci dalam keberhasilan Bulan Penimbangan Balita. Inilah beberapa bentuk dukungan yang bisa Mama lakukan, diantaranya:

  • Membawa balita ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lain untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan setiap bulan.
  • Memastikan balita mengalami kenaikan berat badan sesuai grafik pertumbuhan yang terdapat di dalam Kartu Menuju Sehat.
  • Jika balita tidak mengalami kenaikan berat badan, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan intervensi yang tepat.
  • Memenuhi kebutuhan gizi harian balita, terutama yang kaya protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging.
  • Memberikan imunisasi, makanan tambahan, vitamin A, dan suplemen lain yang dianjurkan oleh petugas kesehatan.
  • Mengikuti penyuluhan kesehatan, gizi, dan pencegahan diare yang diselenggarakan oleh kader kesehatan.
  • Meningkatkan kualitas lingkungan keluarga yang memberikan kasih sayang, perasaan aman, dan stimulasi yang sesuai dengan usia balita.

Tips Meningkatkan Berat Badan Anak

Jika saat ini si Kecil mengalami berat badan kurang, Mama bisa mencoba beberapa cara untuk meningkatkan berat badan anak, seperti yang dilansir dari Alodokter berikut ini:

1. Pemberian ASI eksklusif

Pemberian nutrisi terbaik bisa dimulai dengan memberikan ASI sejak awal kelahiran si Kecil. Penelitian menyebutkan ASI dapat mengurangi risiko stunting pada anak karena kandungan nutrisinya yang lengkap.

Jika tidak mendapatkan ASI yang eksklusif selama 6 bulan, maka bayi berisiko kehilangan nutrisi penting yang bisa menjadi penghambat tumbuh kembangnya. Setelah si Kecil berusia 6 bulan, Mama tetap bisa melanjutkan pemberian ASI ditambah dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Baca juga: ASI Eksklusif Masih Bisa Stunting, Mitos atau Fakta?

2. Meningkatkan asupan kalori

Untuk si Kecil yang sudah mulai makan, Mama bisa meningkatkan asupan kalori si Kecil dengan memberinya makanan sehat berkalori tinggi atau meningkatkan porsi makannya. Berikan variasi karbohidrat selain nasi, seperti kentang, sagu, ubi, singkong, jagung, sukun, atau roti gandum.

Untuk memenuhi asupan protein anak, Mama bisa memberikan ikan, ayam, telur, daging, serta kacang-kacangan. Selain itu, berikan juga sayur dan buah setiap hari, terutama buah yang mengandung kalori, seperti pisang dan alpukat ya, Mam.

Baca juga: Cegah stunting, Inilah Sumber Protein Hewani untuk MPASI!

3. Memberikan suplemen

Pemberian suplemen, seperti multivitamin, zat besi, atau mineral lain, dapat diberikan sebagai pelengkap nutrisi pada anak yang memiliki berat badan kurang. Namun, pemberian suplemen sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Tapi, pemberian suplemen bukan sebagai pengganti makanan ya, Mam. Pemberian suplemen hanya bersifat sebagai tambahan atau pelengkap asupan anak. Jika tumbuh kembang si Kecil tidak sesuai dengan usianya, segera konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang dibutuhkan.

Itulah tadi informasi mengenai program Bulan Penimbangan Balita. Dukungan Mama sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang balita dan pencegahan stunting. Oleh karena itu, mari kita sukseskan program penimbangan bulanan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia ya, Mam…

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. Rutin Menimbang Berat Badan Anak, Upaya Deteksi Dini Gizi Kurang. URL: https://www.alodokter.com/rutin-menimbang-berat-badan-anak-upaya-deteksi-dini-gizi-kurang (diakses 10/2/2024)

2. Penggunaan Buku KIA Baru untuk Pencegahan Stunting. URL: https://www.cegahstunting.com/post/penggunaan-buku-kia-baru-untuk-pencegahan-stunting (diakses 10/2/2024)

3. 7 Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak yang Ortu Perlu Tahu. URL: https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/cara-mengoptimalkan-perkembangan-anak/ (diakses 10/2/2024)

4. Keberhasilan ASI Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini sebagai Pencegahan Stunting. URL: https://www.researchgate.net/publication/368462073_KEBERHASILAN_ASI_EKSKLUSIF_DAN_INISIASI_MENYUSU_DINI_SEBAGAI_PENCEGAHAN_STUNTING (diakses 10/2/2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.