fbpx

Hari Perkiraan Lahir atau HPL biasanya dihitung dan ditentukan oleh dokter atau bidan setelah melakukan pemeriksaan. Dokter menghitung HPL bisa dengan USG dan mengukur fundus uteri. Fundus uteri adalah titik tertinggi rahim yang tingginya diukur dari tulang kemaluan sampai bagian atas perut saat hamil. HPL sendiri cukup penting ditentukan agar bumil dapat mempersiapkan kelahiran Si Kecil dan tenaga kesehatan yang memantau kehamilan Mama dapat mengetahui kehamilan ini normal atau tidak. HPL tidak selalu akurat, Si Kecil bisa lahir sebelum atau setelah tanggal perkiraan. Tapi, bila bumil ingin menghitung HPL secara mandiri, bumil bisa mencoba langkah berikut ini. 

Cara Menghitung HPL secara Mandiri

Dikutip dari Hopkins Medicine cara menghitung HPL adalah dengan mengikuti langkah berikut:

1.       Menentukan hari pertama haid terakhir;

2.       Menghitung mundur 3 bulan dari tanggal tersebut;

3.       Menambahkan 1 tahun 7 hari ke tanggal tersebut.

Rata-rata kehamilan biasanya berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu dimulai dari hari pertama haid normal terakhir sebagai hari ke-1.

Misalnya, hari pertama haid terakhir adalah tanggal 8 Maret 2022. Dihitung mundur 3 bulan menjadi 8 Desember 2021. Lalu, menambahkan 1 tahun 7 hari menjadi 15 Desember 2022. Jadi, HPL-nya adalah tanggal 15 Desember 2022.

Langkah ini disebut dengan aturan Naegele dan bumil hanya bisa menghitung dengan rumus ini bila siklus menstruasi normal 28 hari. Untuk bumil yang siklus menstruasinya tidak teratur, dapat menggunakan aturan Parikh dengan langkah berikut:

1.       Menentukan hari pertama haid terakhir;

2.       Menambahkan 9 bulan dari tanggal tersebut;

3.       Mengurangi 21 hari;

4.       Lalu, menambahkan lama siklus menstruasi sebelumnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang pertama kali hamil memiliki kehamilan yang sedikit lama yaitu selama 288 hari dibandingkan dengan ibu yang tengah hamil anak kedua. Maka, ada aturan baru menghitung HPL yang disebut dengan aturan Mittendorf-Williams. Aturan ini biasanya lebih akurat daripada aturan Naegele. Nah, berikut adalah langkah menghitung HPL dengan aturan Mittendorf-Williams:

Untuk Ibu dengan Kehamilan Pertama

1.       Menentukan hari pertama haid terakhir;

2.       Mengurangi 3 bulan dari tanggal tersebut;

3.       Menambahkan 15 hari.

Untuk Ibu dengan Kehamilan Berikutnya

1.       Menentukan hari pertama haid terakhir;

2.       Mengurangi 3 bulan dari tanggal tersebut;

3.       Menambahkan 10 hari.

Penyebab Melahirkan Lewat dari HPL

Meskipun HPL tidak bisa menjadi patokan pasti kelahiran, tidak ada salahnya untuk menghitung agar dapat mempersiapkan persalinan dengan matang. Kelahiran Si Kecil dapat terjadi sebelum bahkan jauh melewati HPL. Kelahiran yang jauh lebih cepat dari perkiraan hari lahir atau sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut prematur. Sedangkan, kelahiran yang melewati HPL atau lebih dari 42 minggu adalah kehamilan postmatur.

Bumil pasti merasa cemas dan khawatir saat kehamilan memasuki 39 minggu belum ada tanda-tanda Si Kecil akan lahir, termasuk mulas kontraksi. Jadi, bumil perlu tahu beberapa penyebab bisa saja melahirkan melewati HPL yaitu dikarenakan oleh hal-hal berikut:

  1. Merupakan Kehamilan Pertama

Belum ada alasan yang pasti kenapa kehamilan pertama menjadi penyebab melahirkan melewati HPL. Namun, hal itu bisa saja dapat terjadi karena ibu hamil salah dalam menentukan hari pertama haid terakhir. Biasanya, ibu dalam kehamilan pertama tidak terlalu memperhatikan siklus menstruasinya.

  1. Memiliki Riwayat Melahirkan Bayi Postmatur

Bumil mungkin memiliki riwayat dari keluarga, termasuk orang tua yang sebelumnya pernah melahirkan bayi lebih dari 42 minggu atau melewati HPL. Bila faktor genetik ini merupakan penyebabnya, sebaiknya bumil tetap tenang dan lakukan senam yang dapat membantu merangsang kontraksi.

  1. Obesitas

Obesitas pada bumil dapat menjadi salah satu faktor bayi terlambat lahir, tapi menurunkan BB saat hamil sangat tidak dianjurkan. Maka, bumil yang mengalami obesitas sebaiknya mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi dan makanan dengan kadar gula yang tinggi.  

  1. Salah menghitung HPL

Kelahiran melewati HPL dapat terjadi karena sebenarnya bumil salah atau dokter salah menghitung HPL. Mungkin saja, bumil tidak ingat atau hanya kira-kira saat menentukan kapan hari pertama dalam haid terakhir terjadi. Agar di kelahiran berikutnya tidak terulang kejadian yang sama, sebaiknya bumil selalu mencatat siklus menstruasi.

  1. Posisi Kepala Bayi Belum pada Seharusnya

Sebenarnya, ketika memasuki usia kehamilan 7 bulan, kepala bayi sudah harus berada di bawah rahim atau posisi sudah siap dilahirkan. Tapi, beberapa ibu hamil mungkin mengalami kepala bayinya sungsang. Hal itulah yang menyebabkan Si Kecil terlambat lahir. Untuk tahu kepala bayi sudah dalam posisi seharusnya atau belum, lakukan USG secara rutin dan jika sudah tahu kepala bayi sungsang di minggu-minggu akhir persalinan, seringlah melakukan posisi menungging atau sujud.

Nah, sekarang Mama sudah tahu cara menghitung HPL dan penyebab jika kelahiran Si Kecil melewati tanggal perkiraan tersebut. Bila kehamilan Mama melewati HPL, segera konsultasikan dengan dokter dan bila perlu lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada bayi atau tidak.

Writer: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Sourse:

 Calculating a Due Date (hopkinsmedicine.org)

Due Date Calculator – How Pregnant Are You? (mouthsofmums.com.au)

What You Should Know About Your Overdue Baby (healthline.com)

Cara Menghitung HPL dengan Mudah untuk Mengetahui Perkiraan Kelahiran Si Kecil (sehatq.com) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.