fbpx

Ada berbagai cara yang bisa Mama lakukan untuk meningkatkan hasil ASI perah, diantaranya teknik cluster pumping dan power pumping. Lalu, kira-kira mana yang lebih efektif? Yuk, cari tahu perbedaannya, Ma!

Cluster Pumping

Cluster pumping adalah salah satu teknik untuk meningkatkan volume ASI perah. Teknik ini dianalogikan ketika bayi sedang mengalami cluster feeding karena percepatan pertumbuhan, sehingga kebutuhan bayi akan ASI menjadi semakin tinggi dan bayi akan lebih sering menyusu pada Mama.

Cluster feeding sendiri adalah kondisi dimana bayi lebih banyak menyusu dengan jeda waktu yang singkat.

Cluster Pumping

Pumping dengan teknik ini biasanya memakan waktu selama 3 jam. Pada setiap sesi diberi jeda istirahat 30 menit sebelum melakukan sesi pumping berikutnya. Jika Mama memakai alat pumping dengan dua corong (double pump), Mama bisa melakukannya dengan cara sebagai berikut:

  • Mama dapat melakukan pumping selama 10 menit;
  • Jeda selama 30 menit;
  • Pumping kembali selama 10 menit;
  • Jeda selama 30 menit; 
  • Pumping dilanjutkan lagi selama 5 menit;
  • Jeda selama 30 menit;
  • Kemudian, pumping selama 5 menit;
  • Jeda selama 30 menit;
  • Pumping kembali selama 10 menit
  • Jeda selama 30 menit;
  • Pumping selama 5 menit;
  • Jeda selama 30 menit;
  • Kemudian, pumping terakhir selama 5 menit;

Power Pumping

Berbeda dengan cluster pumping yang tidak memiliki jadwal tetap, power pumping adalah teknik memerah ASI yang terjadwal.

Power pumping biasanya memakan waktu selama satu jam saja. Durasi pumping yang singkat, membuat power pumping menjadi lebih mudah dan realistis dilakukan oleh kebanyakan Mama. Cara untuk melakukan power pumping adalah sebagai berikut:

Power pumping

1. Single Pump

Jika Mama melakukan power pumping dengan jenis pompa satu corong (single pump), maka lakukan pumping pada setiap payudara secara bergantian, yakni dengan cara:

  • Pumping payudara kanan selama 10 menit;
  • Selanjutnya, pumping payudara kiri selama 10 menit;
  • Kembali pumping payudara kanan selama 10 menit;
  • Pumping payudara kiri selama 10 menit;
  • Kembali pumping payudara kanan selama 10 menit;
  • Kemudian, pumping payudara kiri selama 10 menit.

2. Double Pump

Jika Mama melakukan power pumping dengan jenis pompa dua corong (double pump), Mama bisa lakukan pumping pada kedua payudara secara bersamaan, yakni dengan cara:

  • Pumping dimulai selama 20 menit;
  • Jeda 10 menit;
  • Pumping dilanjutkan kembali selama 10 menit;
  • Jeda 10 menit;
  • Kemudian, pumping dilakukan selama 10 menit.

Mana yang Lebih Efektif untuk Meningkatkan Jumlah ASI?

Cluster pumping dinilai lebih efektif untuk meningkatkan jumlah ASI perah. Tetapi, power pumping lebih dari cukup untuk mencapai jumlah ASI perah yang diinginkan untuk mencukupi kebutuhan si Kecil, tanpa membuat Mama merasa stres.

Tetapi, teknik pumping yang akan digunakan kembali ke pilihan Mama. Cluster pumping bisa dilakukan saat siang hari sambil mengerjakan kegiatan lainnya, sedangkan power pumping bisa dilakukan pada malam hari saat prolaktin sedang tinggi-tingginya. 

Kapan Mama Mempertimbangkan Cluster Pumping atau Power Pumping?

Mama dapat mempertimbangkan cluster pumping atau power pumping ketika Mama ingin meningkatkan jumlah ASI perah, selama pumping tidak menyebabkan Mama merasakan sakit dan tidak menimbulkan risiko.

Mama juga dapat mempertimbangkan cluster pumping atau power pumping berdasarkan durasinya. Cluster pumping memiliki banyak jeda, meskipun memakan durasi yang lebih lama, sehingga cocok untuk Mama yang hanya bisa pumping sebentar dan harus melakukan kegiatan lain.

Perlu diingat juga bahwa cluster pumping merupakan metode pumping yang menggunakan double pump untuk meningkatkan LDR (Let Down Reflex) yang muncul pada salah satu payudara dalam durasi waktu pumping yang singkat.

Let down reflex adalah refleks keluarnya ASI dari payudara yang terjadi ketika saraf dalam payudara terstimulasi oleh hisapan si kecil atau alat pumping ASI, sehingga memberi sinyal kepada tubuh untuk mengeluarkan hormon oksitosin.

Tips Pumping ala MamaBear

  • Rileks, hindari fokus pada jumlah hasil perah. ASI  tidak harus banyak, yang penting cukup untuk si kecil. Sejatinya, pumping berfungsi untuk menstimulasi badan agar menghasilkan lebih banyak ASI;
  • Siapkan mood booster, seperti cemilan Kukis Almond Oat dari MamaBear yang Mama sukai atau lakukan sambil menonton drama yang sedang Mama minati;
  • Minum 3,5 liter air setiap hari;
  • Letakkan pompa ASI di tempat yang mudah Mama jangkau.

Meskipun sudah melakukan pumping, Mama sebaiknya tetap menyusui si Kecil secara langsung, karena bonding antara Mama dan si Kecil akan terbentuk pada saat itu.

Mama sebaiknya juga berkonsultasi pada ahli apabila mengalami masalah dalam meningkatkan supply ASI dan saat mempertimbangkan penerapan cluster pumping atau power pumping untuk si Kecil. Semangat mengASIhi, Ma!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. Power Pumping and Cluster Pumping. URL: https://www.genuinelactation.com/blog-for-breastfeeding-families/power-pumping-and-cluster-pumping (diakses 24/10/2023)

2. Cluster Pumping, Cara Cepat Menaikkan ASI Perah. URL: https://epingindonesia.com/2020/12/12/569/ (diakses 24/10/2023)

3. Mengenal Power Pumping, Teknik untuk Tingkatkan Produksi ASI. URL: https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/power-pumping/ (diakses 24/10/2023)

4. Let-Down Reflex Saat Menyusui: Apa Itu? URL: https://www.klikdokter.com/ibu-anak/ibu-menyusui/let-down-reflex-saat-menyusui-apa-itu (diakses 24/10/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.