fbpx
Cluster Pumping Image MamaBear

Selama masa perkembangannya, bayi akan mengalami growth spurts, apa itu? Growth spurts adalah periode ketika bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada bulan-bulan awal kelahirannya, baik dari segi tinggi maupun berat badan. Pada masa growth spurts, kebutuhan ASI Si Kecil akan meningkat dan lebih sering menyusu pada Mama. 

Kunci produksi ASI adalah supply and demand, pasokan produksi ASI Mama akan ikut meningkat untuk memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil. Namun, bagi Mama yang berhalangan untuk memenuhi tingginya permintaan ASI Si Kecil  akibat situasi dan kondisi tertentu, cluster pumping bisa jadi solusinya! Cek juga artikel Teknik Memerah ASI dan Prinsip yang Harus Mama Ketahui untuk mengetahui teknik-teknik memerah ASI lainnya yang dapat Mama pilih!

Cluster Pumping

Cluster pumping merupakan teknik memerah ASI yang biasanya dilakukan ketika permintaan ASI meningkat atau produksi ASI Mama menurun. Cluster pumping dilakukan dengan cara memerah ASI selama menit dan 1-3 jam dan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari. Pada artikel ini, MamaBear merekomendasikan untuk melakukan  cluster pumping selama 65 menit.  Lanjutkan membaca untuk tahu pembagian jadwalnya yuk, Ma…

Cluster pumping dilakukan dengan mengikuti jadwal sesi menyusu bayi yang tidak dapat diprediksi untuk meningkatkan kadar prolaktin dan mengosongkan payudara sehingga tubuh mendapatkan sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak. 

Persiapan Cluster Pumping

Cluster Pumping Image MamaBear

Ketika akan memulai cluster pumping, hal utama yang perlu Mama siapkan adalah peralatan pompa ASI. Pilihlah pompa ASI berkualitas baik yang dapat mendukung sesi cluster pumping Mama, tapi tetap pastikan untuk memilih pompa ASI sesuai budget yaaa… Produk terbaik yang direkomendasikan adalah double electric pump berstandar rumah sakit karena memiliki daya hisap besar dan kualitasnya terjamin. Dilansir dari A Heavenly Home, Barang-barang lain yang perlu dipersiapkan, antara lain:

  • Wadah botol penampung ASI yang dapat tersambung pada alat pompa ASI;
  • Kantong ASI untuk membekukan ASI;
  • Sabun untuk membersihkan residu ASI pada alat pompa atau wadah botol;
  • Hands free pumping bra untuk membantu Mama memompa ASI secara lebih efisien.

Bagaimana Cluster Pumping Meningkatkan Produksi ASI?

Dilansir dari Genuine Lactation, ketika melakukan cluster pumping, payudara akan mulai terstimulasi  sehingga akan menyebabkan peningkatan hormon prolaktin pada beberapa menit awal stimulasi sebelum akhirnya menurun kembali. Hormon prolaktin bertanggung jawab dalam mengatur produksi ASI sehingga meningkatnya kadar hormon prolaktin dalam tubuh, akan meningkatkan hasil produksi ASI seiring berjalannya waktu. Meskipun hasilnya tidak dapat langsung terlihat, umumnya Mama dapat merasakan peningkatan produksi ASI setelah beberapa hari menerapkan cluster pumping.

Apa yang Harus Dilakukan saat Cluster Pumping?

Teknik cluster pumping memang sedikit lebih rumit untuk dilakukan karena Mama perlu memompa ASI berulang kali dalam kurun waktu beberapa jam. Pada teknik cluster pumping, sebaiknya, lakukan sesi pertama dan terakhir pumping sesuai waktu yang telah dijadwalkan seperti pada regular pumping.
Mama dapat menyiapkan perlengkapan pompa ASI terlebih dahulu agar sesi pumping menjadi lebih efektif. Pasangkan wadah botol pada alat pompa ASI dan masukkan dalam hands free pumping bra, kemudian nyalakan alat pompa selama beberapa menit untuk membiakan ASI terpompa dengan sendirinya. Dilansir dari Genuine Lactation, teknik cluster pumping lebih efektif meningkatkan produksi ASI daripada teknik pumping lainnya setelah dilakukan secara rutin selama beberapa hari. Hal ini terjadi karena cluster pumping membuat payudara Mama kosong lebih lama sehingga memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Bagaimana Cluster Pumping Bekerja?

Cluster Pumping Image MamaBear

Cara kerja cluster pumping sebenarnya merupakan upgraded version dari power pumping. Bayi sering menyusu dalam jumlah banyak selama beberapa jam, terlebih lagi ketika malam hari. Pada cluster feeding, tidak ada pola dan jadwal yang pasti untuk pemberian ASI bagi Si Kecil karena Mama hanya perlu menyusui dengan frekuensi sebanyak mungkin sesuai keinginan bayi. Bahkan, sesi menyusui pada cluster pumping membutuhkan durasi waktu yang relatif lebih singkat dari teknik lainnya. 

Mama juga dapat menggabungkan teknik cluster pumping dengan teknik menyusui lainnya. Tambah frekuensi pumping dengan durasi singkat di sela-sela jadwal regular pumping Mama. Hal ini dilakukan untuk menjaga payudara Mama tetap kosong dan meningkatkan hormon prolaktin. Mama dapat mengikuti contoh pembagian waktu di bawah ini untuk menggabungkan kedua teknik cluster pumping dan regular pumping. 

Ketika memiliki jadwal tiga sesi regular pumping pada pukul 18:00, 20:00, dan 22:00, Mama dapat melakukan cluster pumping secara acak di antara sesi-sesi tersebut dengan durasi yang singkat, misalnya: 

  • 18:00 selama 15 menit;
  • 18:35 selama 6 menit;
  • 7:15 selama 5 menit;
  • 7:30 selama 7 menit; 
  • 20:00 selama 15 menit; 
  • 20:55 selama 6 menit;
  • 21:22 selama 5 menit; 
  • 21:44 selama 3 menit;
  • 22:00 selama 15 menit.

Jika Mama menerapkan jadwal pumping seperti di atas, tiga sesi regular pumping berubah menjadi 9 kali sehingga payudara kosong lebih lama dan hormon prolaktin akan meningkat. Meskipun lebih efektif dan terlihat hasilnya, Cluster pumping yang sangat intens membuat teknik pumping ini jarang dipilih oleh kebanyakan Mama.

Rekomendasi Jadwal Cluster Pumping

Sebelum memilih untuk melakukan cluster pumping, perlu diingat bahwa kesehatan Mama adalah hal yang terpenting, baik dari segi nutrisi maupun istirahat.  Pastikan Mama meluangkan waktu untuk mengonsumsi makanan bernutrisi dan istirahat secara rutin. 

Mama dapat membuat jadwal cluster pumping yang sesuai dengan kondisi dan kesibukan Mama. Bagaimana jika masih bingung dengan pembagian waktunya? Tenanggg, MamaBear punya rekomendasi jadwal cluster pumping yang dapat Mama ikuti sesuai pada gambar di bawah ini! 

Cluster Pumping Image MamaBear
Jadwal Cluster Pumping

“Kalau kerja, masih bisa cluster pumping ngga yaaa?”

Bisa kok, Mamm… Mama dapat tetap melaksanakan cluster pumping sepulang kerja sesampainya Mama di rumah. Selama jam kerja, Mama dapat melakukan regular pumping, kemudian dilanjutkan dengan cluster pumping ketika sudah berada di rumah.

Semoga teknik dan tips seputar cluster pumping dapat bermanfaat dan membantu Mama memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil yaa! Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

(Writer: Khoirunnisa Purwamita B.)

Sources:

How to cluster pump with an example schedule | A Heavenly Home

Power Pumping and Cluster Pumping — Genuine Lactation