fbpx
Direct Breastfeeding Image MamaBear

Tahukah Mama, apa itu direct breastfeeding?

Direct breastfeeding adalah proses menyusui bayi secara langsung dari payudara Mama. Proses direct breastfeeding dilakukan pertama kali saat bayi baru dilahirkan yang sering disebut dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, IMD adalah langkah yang sangat baik untuk memudahkan bayi dan Mama memulai proses menyusui. Selain itu, IMD juga akan membantu melatih kemampuan indra pada tubuh bayi.

Berkaitan dengan hal itulah, direct breastfeeding sangat disarankan untuk dilakukan. Direct breastfeeding telah terbukti bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan Mama dan juga Si Kecil, baik secara fisik maupun mental. Berikut ini 11 manfaat direct breastfeeding bagi Mama dan Si Kecil:

Manfaat Direct Breastfeeding

1. Membantu Tubuh Memproduksi ASI

Saat mulut bayi mulai menempel ke payudara Mama dan melakukan direct breastfeeding, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika direct breastfeeding rutin dilakukan selama 6 bulan pertama kehidupannya, maka suplai produksi ASI untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi akan terjaga dengan baik.

2. Mengurangi Risiko Penyakit pada Mama

Dilansir dari Halodoc, direct breastfeeding bermanfaat untuk membantu mengembalikan rahim ke ukuran semula, mengurangi risiko kanker ovarium, menghindari penyakit diabetes, membakar kalori lebih banyak, menurunkan risiko kanker payudara setelah melahirkan, dan mengurangi risiko terjadinya perdarahan postpartum.

3. Mengurangi Stres

Dilansir dari Cleveland Clinic, direct breastfeeding baik untuk kesehatan emosional Mama. Direct breastfeeding akan menghasilkan hormon oksitosin dan prolaktin yang dapat memberikan ketenangan secara alami. Hal ini akan mengurangi rasa stres dan memberikan perasaan positif pada Mama selama masa menyusui. Secara otomatis, direct breastfeeding dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri Mama dan membuat proses menyusui menjadi lebih mudah.

4. Memperkuat Bonding

Direct Breastfeeding Image MamaBear

Bonding antara Mama dan si kecil bisa diperkuat dengan melakukan direct breastfeeding. Ketika melakukan direct breastfeeding, Mama akan banyak berinteraksi dan menyentuh si kecil. Sentuhan skin to skin bisa menjadi hal yang baik untuk mendukung perkembangan sosial dan perilaku pada anak, serta meningkatkan rasa percaya antara Mama dengan Si Kecil sehingga menimbulkan rasa cinta kasih yang semakin kuat.

5. Membuat Mama Lebih Sigap

Ketika rutin melakukan direct breastfeeding, maka Mama akan menjadi lebih sigap dalam menyiapkan dan memenuhi kebutuhan Si Kecil. Mama juga menjadi lebih mengerti apa yang diinginkan Si Kecil sehingga ketika Si Kecil menangis, Mama akan lebih cepat memahami alasannya. Mama bisa tahu apakah Ia merasa lapar ataukah popoknya sudah penuh, dengan begitu Mama akan lebih peka bagaimana cara menanganinya.

6. Meningkatkan Sistem Pencernaan

Selain Mama, si kecil juga akan memperoleh manfaat dari penerapan direct breastfeeding. Asupan ASI eksklusif yang diperoleh dari proses menyusui akan menjaga tubuh bayi tetap sehat. Direct breastfeeding dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan Si Kecil sehingga masalah pencernaan, seperti sakit perut dan diare, akan cenderung jarang terjadi.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

ASI adalah asupan nutrisi utama yang sangat dibutuhkan oleh bayi karena memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil, salah satunya adalah antibodi. Apabila Mama melakukan direct breastfeeding, maka sistem kekebalan tubuh Si Kecil akan semakin kuat sehingga tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit. 

Kandungan pada ASI dapat berubah sesuai kondisi tubuh Mama dan Si Kecil. Apabila sedang sakit, kadar leukosit yang terkandung dalam ASI akan meningkat untuk membantu melawan infeksi. Selain itu, tubuh Mama juga akan menghasilkan antibodi yang nantinya akan disalurkan kepada bayi melalui ASI. 

8. Mengurangi Risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) pada Bayi

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, direct breastfeeding yang terbiasa dilakukan sejak dini dapat mengurangi risiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Hal ini pun didukung oleh National Institute of Child Health and Human Development, yang menyatakan bahwa bayi yang menyusu atau diberi ASI oleh Mama akan memiliki risiko lebih rendah terkena SIDS dibandingkan dengan bayi yang tidak pernah diberi ASI.

9. Mengurangi Risiko Penyakit pada Bayi

Dengan melakukan direct breastfeeding, bayi dapat terhindar dari penyakit asma, diabetes, dan obesitas. Selain itu, bayi yang melakukan direct breastfeeding berisiko kecil mengalami thrust atau sariawan, yaitu kondisi mulut bayi yang terlihat memiliki lapisan putih dan tebal. 

10. Bayi Tidak Mudah Rewel

Direct Breastfeeding Image MamaBear

Bayi yang menyusu secara langsung akan cenderung lebih tenang dan tidak mudah rewel.. Direct breastfeeding dapat menjadi solusi dalam menenangkan bayi karena memberinya kesempatan berada dekat dengan Mama lebih lama. Selain itu, direct breastfeeding juga bisa menunjang kesehatan tubuh dan pikiran, baik untuk Mama maupun si kecil.

11. Pengosongan Payudara yang Maksimal

Pengosongan payudara secara maksimal dapat terjadi karena isapan bayi saat melakukan direct breastfeeding merupakan pompa hidup yang terbaik. Melalui isapan inilah, ASI akan dikeluarkan dari payudara Mama dan membuat pengosongan payudara menjadi lebih maksimal.

Selain 11 manfaat di atas, direct breastfeeding sangat disarankan karena menyusui termasuk ke dalam proses eksklusif parenting. Saat sedang melakukan direct breastfeeding, Mama akan lebih sering berinteraksi dengan Si Kecil, baik melalui kontak fisik, kontak mata, dan mengajaknya berbicara. 

Ketika berbicara padanya, Si Kecil akan menjadi pendengar yang baik untuk Mama. Melalui hal itu, secara tidak langsung, Mama telah menerapkan eksklusif parenting yang akan berdampak positif pada perkembangan si kecil nantinya. Si Kecil akan cepat belajar bagaimana cara memahami dan merespon ucapan, serta akan mengasah kemampuan berbicaranya. Pengalaman seperti ini hanya bisa dilakukan oleh Mama dan pastinya menjadi langkah yang tidak bisa tergantikan. Menakjubkan sekali, bukan?

Bagaimana Jika Mama Tidak Bisa Melakukan Direct Breastfeeding?

Terkadang, ada beberapa situasi dan kondisi yang membuat Mama tidak bisa menyusui Si Kecil secara langsung. Namun, bukan berarti Mama kehilangan kesempatan untuk mencukupi nutrisinya, ya… Masih banyak cara yang bisa dlakukan untuk memberikan ASI kepada si kecil walaupun tidak secara langsung.

Direct Breastfeeding Image MamaBear

Terlepas dari bagaimana ASI diberikan, Si Kecil tetap dapat memperoleh haknya untuk meminum ASI. Hal ini dapat dilakukan dengan memerah ASI terlebih dahulu untuk kemudian diberikan kepada Si Kcil

Nah, Mam, itulah penjelasan mengenai direct breastfeeding. Utamakan untuk melakukan direct breastfeeding atau  memerah ASI apabila tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung. Semangat mengASIhi, Mam!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Penulis: Fernika Windi Ristantika

Editor: Khoirunnisa Purwamita B.

Sources:

Manfaat Direct Breastfeeding bagi Ibu dan Bayi (halodoc.com)

Direct Breastfeeding VS Non-direct Breastfeeding, Mana yang Baik? (finansialku.com)

Breastfeeding vs. pumping: The pros and cons of each (medicalnewstoday.com)

Benefits of Breastfeeding: For Baby and Mom (my.clevelandclinic.org)

Frequently Asked Questions (FAQs) | Breastfeeding (cdc.gov)

How can I reduce the risk of SIDS? | NICHD – Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (nichd.nih.gov)

7+ Manfaat Direct Breastfeeding untuk Moms dan Si Kecil, Luar Biasa! | Orami

IDAI | Inisiasi Menyusu Dini (idai.or.id)

ASI Bisa Berubah Saat si kecil Sakit? | Pure Premium Care

6 magical ways that breastmilk changes to meet your baby’s needs (todaysparent.com)