fbpx

Salah satu hal normal yang kadang membuat orang tua resah adalah anak takut. Memiliki  rasa takut, khawatir, cemas dan stres tidak hanya terjadi terhadap orang dewasa saja namun juga dapat terjadi pada anak. Kekhawatiran anak-anak cenderung berbeda dan bervariasi sesuai dengan usia atau tahap perkembangan mereka. Seperti yang diketahui, anak-anak memiliki kepribadian, temperamen dan karakter yang berbeda. Beberapa bayi memiliki kepribadian yang lebih santai, sementara yang lain lebih cemas. 

Lalu, sebenarnya normalkah anak takut terhadap hal – hal tertentu? Sebaiknya Mama tidak khawatir dengan hal ini, ya. Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, anak takut terhadap sesuatu merupakan hal yang wajar, lho, Ma. 

Rasa Takut Pada Anak

Ketakutan adalah suatu bentuk emosi yang dapat membantu anak – anak untuk lebih berhati – hati. Hal-hal yang baru atau berbeda mungkin tampak menakutkan pada awalnya. Sebagai orang tua, sebaiknya Mama dapat membantu anak-anak merasa aman dan belajar untuk merasa nyaman tanpa menertawakan dan memarahi anak takut. Mama dapat memberikan pendampingan yang tepat agar anak takut dapat belajar mengatasi rasa takutnya. Lalu, hal – hal apa saja yang membuat anak takut sesuai dengan usianya? Yuk! Simak ulasan ini agar tahu hal – hal yang ditakuti si Kecil dan dapat memberi pendampingan yang tepat.

  1. Usia 6 – 12 Bulan

Hal – hal yang membuat anak takut akan berubah saat mereka tumbuh. Beberapa ketakutan adalah hal yang umum dan normal pada usia tersebut. Pada saat anak menginjak usia 6-12 bulan, hal hal yang biasanya membuat anak takut adalah seperti takut terhadap orang asing, takut apabila jauh dari Mama atau Papa, dan juga takut mendengar suara keras. Dilansir menurut Kids Health, saat anak berusia sekitar 8-9 bulan, mereka sudah bisa mengenali wajah orang yang mereka kenal. Itulah mengapa wajah baru bisa tampak menakutkan bagi mereka. Anak takut akan menimbulkan reaksi menangis atau berpegangan pada orang tua untuk merasa aman.

Pada usia sekitar 8 sampai 10 bulan, anak percaya bahwa apa yang hilang untuk sementara tetap akan hilang begitu saja. Misalnya, ketika Mama meninggalkan kamar, si Kecil akan mengira Mama akan pergi selamanya! Jadi, mereka merasa cemas dan takut karena berpisah dengan orang tuanya. Ini disebut juga dengan Separation anxiety.

Tapi tenang saja ya Ma, fase ini segera berlalu dan sangat normal terjadi pada si Kecil kok. Satu hal sederhana yang dapat Mama lakukan untuk menjaga ketenangan si Kecil adalah dengan berpamitan sebelum pergi kemanapun, bahkan ke kamar kecil sekalipun. Ini bertujuan agar si kecil tidak merasa kecewa Mama atau Papanya pergi sementara waktu. Si kecil juga akan yakin bahwa orang tuanya akan kembali nanti setelah pergi sebentar. Ikatan yang kuat antara si Kecil dan Mama melalui sentuhan teratur, kontak mata, dan berbicara atau bernyanyi menciptakan fondasi kepercayaan dan  membantu melindungi anak dari kecemasan di masa depan juga.

  1. Usia 2 – 4 Tahun

Memasuki usia 2-4 tahun, anak takut terhadap hal – hal seperti suasana yang gelap, takut terhadap suara keras, takut terhadap bayangan, bahkan anak takut apabila tidur sendirian. Menurut Tamar Chansky, Ph.D., penulis buku Freeing Your Child From Anxiety, anak yang berada pada usia 2- 4 tahun belum memiliki sistem sensorik yang berkembang sepenuhnya, sehingga suara yang tiba – tiba atau keras membuat anak takut dan si Kecil akan membuatnya terkejut dan menangis.

  1. Usia 5 – 7 Tahun

Pada usia 5-7 tahun, anak takut terhadap hal – hal seperti mimpi buruk yang dialaminya, takut terhadap dokter dan tindakan medis tertentu (disuntik atau ke dokter gigi), dan juga takut terhadap monster badut topeng. Hal ini terjadi karena pada saat menginjak usia 5-7 tahun, si Kecil sudah bisa berimajinasi dan berpura-pura. Tapi mereka tidak selalu bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak. Bagi mereka, monster menakutkan yang mereka bayangkan tampak nyata. 

  1. Usia 8 – 10 Tahun

Ketika memasuki usia 8-10 tahun, hal – hal seperti monster dan kegelapan sudah tidak membuat anak takut lagi. Pada usia ini, anak akan lebih takut terhadap bahaya kehidupan nyata. Ketika anak – anak berusia 8 tahun atau lebih,  anak takut terhadap hal – hal yang lebih nyata seperti kematian, kegagalan di sekolah, tidak memiliki teman, ataupun bencana alam.

Penyebab Anak Takut

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat anak takut terhadap hal – hal tertentu, misalnya:

  • Pengaruh genetik. Beberapa anak umumnya lebih sensitif dan emosional dalam temperamen mereka sehingga lebih mudah menghadirkan rasa takut dalam pikirannya.
  • Salah satu orang tua yang terlalu cemas (anxiety). Anak – anak belajar bagaimana berperilaku dari melihat orang tua mereka. Sehingga, ketika melihat Papa atau Mama yang memiliki rasa cemas berlebihan juga bisa menular ke anak, lho.
  • Pengasuhan yang terlalu protektif. Anak yang terlalu bergantung dengan orang tua cenderung merasa tidak berdaya dan ini dapat menyebabkan kecemasan atau rasa rakut terhadap anak.
  • Peristiwa yang membuat stres. Seperti perpisahan orang tua, cedera, atau perawatan di rumah sakit yang membuatnya menjadi trauma dan memiliki ketakutan terhadap hal tersebut.

Cara Mengatasi Anak Takut

Orang tua biasanya mengajarkan anak – anaknya untuk takut dan berhati – hati terhadap bahaya tertentu, seperti kebakaran atau menyeberang jalan. Namun seiring perkembangannya anak-anak bisa takut pada situasi atau objek yang tidak dianggap mengancam oleh orang dewasa. Sumber ketakutan dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia anak. Misalnya, ketakutan akan kegelapan atau monster di bawah tempat tidur dapat digantikan oleh ketakutan akan pencurian atau kekerasan. Untuk mengatasi anak takut, hindari menertawakan anak saat mereka takut. Bantu anak mengatasi rasa takutnya dengan menanggapi perasaan mereka secara serius, meminta mereka untuk menceritakan kecemasan mereka, memberi penjelasan tentang fakta, memberi kesempatan menghadapi ketakutan mereka dengan cara mereka sendiri, dan juga katakan bahwa Mama dan Papa mendukungnya.

Untuk mengatasi anak takut, kebanyakan ketakutan mereka sering berkurang melalui hubungan dengan orang dewasa yang peduli yang memberikan keamanan dan kepastian. Pertumbuhan ini dapat dipupuk dengan bantuan orang tua yang mereka percayai dan dapat diandalkan. Jadi, untuk mengatasi anak takut sebaiknya Mama dan Papa memberikan pendampingan dan memberikan pengertian terhadap si Kecil, ya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Mama untuk mengatasi anak takut!

Writer: Anisa Luana

Editor: Mega Pratidina

Sumber: 

Normal Childhood Fears (Kidshealth.org)

The Age-by-Age Guide to Kid Fears (Parents.com)

Childhood Fears by Age (anxioustoddlers.com)

What Children Worry About According to Their Age & What to Do to Help (sueatkinsparentingcoach.com)

Anxiety and fear in children (betterhealth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.