fbpx

Source: Baby Gooroo

Memerah ASI biasanya membutuhkan waktu 10-20 menit atau bisa lebih lama. Namun bisa dipahami jika Mama perah merasa worry jika ASI yang diperah hanya keluar sedikit, sedangkan payudara masih terasa penuh. “Teknik memompa ASI sudah dilakukan, lalu apa yang salah?” Nah, bisa jadi ukuran corong pompa Mama belum tepat.

Mengapa hal ini penting?

Kenyamanan saat memerah penting untuk memperlancar keluarnya ASI. Selain itu, menggunakan ukuran corong pompa yang pas akan membantu mengoptimalkan pengeluaran ASI. Ukuran corong pompa yang terlalu kecil akan menyebabkan saluran ASI tersumbat dan timbul rasa nyeri atau cedera pada puting. Bila ukuran corong pompa terlalu besar, ASI tidak akan keluar dengan maksimal. Inilah mengapa, payudara masih terasa penuh meskipun sudah dipompa.

Nah, agar Mama dapat memilih pompa ASI dengan ukuran corong yang pas, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Langkah Mengukur Corong Pompa yang Pas

1.       Siapkan Benang dan Penggaris

Untuk menentukan corong pompa yang pas, yang perlu Mama lakukan adalah dengan mengukur diameter puting. Agar lebih mudah dalam mengukur puting, Mama dapat menggunakan benda yang mudah ditemukan di rumah yaitu benang dan penggaris.

2.       Ukur Puting

Support Motif Medical

Lilitkan benang pada puting Mama, lalu tandai dan lepaskan benang dari puting. Ambil penggaris dan ukur benang yang sudah ditandai dengan satuan ukuran milimeter.

3.       Pilih Corong Pompa

Omni Calculator

Setelah mengukurnya, Mama dapat memilih corong pompa berdasarkan ukuran puting tadi. Mengutip dari acelleron, Mama dapat mengikuti panduan pengukuran di bawah ini:

·         Ukuran puting 17 mm akan pas dengan ukuran corong pompa 21 mm;

·         Jika ukuran puting 20 mm, gunakan ukuran corong pompa 24 mm;

·         Jika, ukuran puting 23 mm, pilih ukuran corong pompa 27 mm;

·         Jika ukuran puting 26 mm, gunakan ukuran corong pompa 30 mm;

·         Ukuran puting 32 mm akan pas dengan ukuran corong pompa 36 mm.

Bentuk payudara tidaklah identik, mungkin saja ukuran puting keduanya berbeda. Jadi, Mama perlu mengukur keduanya dan bisa saja corong yang Mama gunakan untuk payudara kanan dan kiri berbeda.

Kapan Harus Membeli Corong Pompa yang Baru?

Selama proses menyusui dan memompa, ukuran puting juga akan berubah. Ukurlah puting kembali di lain waktu, bila Mama merasa ukurannya berubah. Perhatikan juga beberapa hal berikut agar tahu kapan harus membeli corong pompa ASI yang baru:

1.       Puting bergesekan dengan corong pompa dan menyebabkan rasa tidak nyaman;

2.       Bagian areola tertarik berlebihan ke dalam corong pompa;

3.       Sekitar puting menjadi kemerahan selama dan/atau setelah memompa;

4.       Puting atau areola memutih selama atau setelah memompa;

5.       Payudara masih terasa penuh dengan ASI setelah dipompa.

Tanda Mama menggunakan corong pompa ASI yang pas adalah selalu merasa nyaman selama proses memompa ASI, hanya bagian puting dan sedikit areola yang masuk ke dalam corong, puting tidak bergesekan dengan corong sehingga membuat nyeri, dan jumlah ASI yang dikeluarkan semakin membaik.

Wah, ternyata membeli pompa ASI tidak sekadar membelinya ya, Mam, tapi harus disesuaikan dengan ukuran puting Mama agar proses memompa selalu merasa nyaman dan bebas dari rasa sakit. Setelah Mama mengetahui langkah untuk mengukur corong pompa di atas, pastikan Mama membeli pompa ASI dengan corong yang pas ya, Mam.

Penulis: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Source:

How to Choose the Right Size Breast Flange (acelleron.com)

Breast Shield Sizing: How to Get the Best Fit (medela.us) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.