fbpx
Source: Baby Gooroo

Mama perah pasti merasa worry jika ASI yang diperah hanya keluar sedikit, sedangkan payudara masih terasa penuh. “Teknik memompa ASI sudah dilakukan, lalu apa yang salah?” Nah, bisa jadi ukuran corong pompa Mama belum tepat. Yuk, ikuti cara mengukur corong pompa ASI yang pas berikut ini!

Mengapa Penting Mengukur Corong Pompa ASI?

Kenyamanan saat memerah penting untuk memperlancar keluarnya ASI. Begitu juga dengan menggunakan ukuran corong pompa yang pas akan membantu mengoptimalkan pengeluaran ASI.

Ukuran corong pompa yang terlalu kecil akan menyebabkan saluran ASI tersumbat dan timbul rasa nyeri atau cedera pada puting. Bila ukuran corong pompa terlalu besar, ASI tidak akan keluar dengan maksimal. Inilah mengapa, payudara masih terasa penuh meskipun sudah dipompa.

Baca juga: ASI Tidak Keluar saat Dipompa, Apa yang Harus Dilakukan?

Cara Mengukur Corong Pompa ASI yang Pas

Nah, agar Mama dapat memilih pompa ASI dengan ukuran corong yang pas, ikuti cara berikut ini:

1. Siapkan Benang dan Penggaris

Untuk menentukan corong pompa yang pas, yang perlu Mama lakukan adalah dengan mengukur diameter puting. Agar lebih mudah dalam mengukur puting, Mama dapat menggunakan benda yang mudah ditemukan di rumah yaitu benang dan penggaris.

2. Ukur Puting

Source: Support Motif Medical

Lilitkan benang pada puting Mama, lalu tandai dan lepaskan benang dari puting. Ambil penggaris dan ukur benang yang sudah ditandai dengan satuan ukuran milimeter.

3. Pilih Corong Pompa

Source: Omni Calculator

Setelah mengukurnya, Mama dapat memilih corong pompa berdasarkan ukuran puting tadi. Mengutip dari Acelleron, Mama dapat mengikuti panduan pengukuran di bawah ini:

  • Untuk ukuran puting 17 mm akan pas dengan ukuran corong pompa 21 mm;
  • Jika puting 20 mm, gunakan ukuran corong pompa 24 mm;
  • Berikutnya, jika ukuran puting 23 mm, pilih ukuran corong pompa 27 mm;
  • Jika ukuran puting 26 mm, gunakan ukuran corong pompa 30 mm;
  • Selanjutnya, untuk ukuran puting 32 mm akan pas dengan ukuran corong pompa 36 mm.

Bentuk payudara tidaklah identik, mungkin saja ukuran puting keduanya berbeda. Jadi, Mama perlu mengukur keduanya dan bisa saja corong yang Mama gunakan untuk payudara kanan dan kiri berbeda.

Baca juga: Kenali Anatomi Payudara Beserta Fungsinya

Kapan Harus Membeli Corong Pompa yang Baru?

Selama proses menyusui dan memompa, ukuran puting juga akan berubah. Ukurlah puting kembali di lain waktu, bila Mama merasa ukurannya berubah. Perhatikan juga beberapa hal berikut agar tahu kapan harus membeli corong pompa ASI yang baru:

  1. Puting bergesekan dengan corong pompa dan menyebabkan rasa tidak nyaman;
  2. Bagian areola tertarik berlebihan ke dalam corong pompa;
  3. Sekitar puting menjadi kemerahan selama dan/atau setelah memompa;
  4. Puting atau areola memutih selama atau setelah memompa;
  5. Payudara masih terasa penuh dengan ASI setelah dipompa.

Kalau Mama merasa nyaman selama proses memompa ASI, hanya bagian puting dan sedikit areola yang masuk ke dalam corong, puting tidak bergesekan dengan corong sehingga membuat nyeri, dan jumlah ASI yang dikeluarkan semakin membaik, itu tandanya corong pompa ASI sudah pas.

Wah, ternyata membeli pompa ASI tidak sekadar membelinya ya, Ma, tapi harus disesuaikan dengan ukuran puting Mama agar proses memompa selalu merasa nyaman dan bebas dari rasa sakit.

Setelah Mama mengetahui cara mengukur corong pompa ASI di atas, pastikan Mama membeli pompa ASI dengan corong yang pas ya, Ma….

Source:

1. How to Choose the Right Size Breast Flange. URL: https://acelleron.com/blog/how-to-choose-the-right-size-breast-flange/ (diakses 24/10/2023)

2. Breast Shield Sizing: How to Get the Best Fit. URL: https://www.medela.us/breastfeeding/articles/breast-shield-sizing-how-to-get-the-best-fit (diakses 24/10/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.