fbpx

Seorang Mama perlu mengatur waktu, pola makan, istirahat, frekuensi pumping, dan berbagai hal lainnya ketika menyusui, terlebih lagi apabila harus menyusui bayi kembar. Tentu saja bukan hal yang mudah dilakukan bukan? Mungkin Mama bertanya-tanya “wah, ASI ku cukup nggak, ya?”, “wah, ngatur waktunya sempet nggak, ya?”. Tenang saja, Ma. Menyusui bayi kembar bukanlah hal yang mustahil, kok. Nah, berikut ini merupakan tips-tips menyusui yang perlu Mama ketahui. 

Tips Menyusui Bayi Kembar

1. Meningkatkan Produksi ASI

Menyusui bayi kembar sepertinya memberikan tantangan yang lebih untuk Mama. Seringkali, Mama khawatir produksi ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Namun, hal tersebut sepenuhnya tidak benar, loh, Mam! Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Mama dengan bayi kembar secara konsisten akan memproduksi ASI dua kali lebih banyak daripada Mama dengan bayi tunggal. Demikian juga apabila Mama mendapatkan bayi kembar tiga, atau triplet, Mama dapat memproduksi hingga 3 liter ASI dalam 24 jam, loh! Jadi tenang saja, Ma, produksi ASI Mama pasti mencukupi kebutuhan bayi, kok.

Selanjutnya Mama perlu memahami prinsip produksi ASI terlebih dahulu. Pada dasarnya, semakin sering payudara dikosongkan, maka semakin banyak juga ASI yang akan Mama produksi. Ketika payudara dikosongkan, otak akan melepaskan hormon prolaktin yang kemudian mengirimkan sinyal ke sel-sel pembuat ASI untuk memproduksi ASI. Jadi, sebaiknya Mama sering mengosongkan payudara. Nah berikut adalah tips-tips untuk mengosongkan payudara, sehingga produksi ASI Mama meningkat.

  • Menyusui bayi sesuai permintaan

Sebaiknya Mama menyusui bayi kembar sesuai permintaan mereka, tanpa membatasi. Ketika bayi menyusu secara langsung dari payudara Mama, mereka memiliki kuasa penuh untuk menyedot atau berhenti menyusu. Jadi, bayi tidak akan mengalami overfeeding, dan akan mendapatkan nutrisi yang cukup. Hal ini akan sangat membantu Mama untuk mengosongkan payudara, sehingga tubuh Mama akan mulai memproduksi ASI lagi.

  • Memompa payudara

Selanjutnya, Mama dapat rutin memompa payudara setiap 2 jam sekali dengan durasi 20 menit per payudara. Hal ini dapat Mama lakukan ketika sedang berada jauh dari bayi, ketika bayi sedang menyusu, ataupun saat bayi sedang menyusu. 

  • Menyusui dari kedua payudara

Ketika menyusui secara langsung, bayi akan menghisap ASI, sehingga jumlah ASI yang keluar lebih banyak daripada ketika di pumping. Jadi, sebaiknya Mama bergantian menggunakan kedua sisi payudara, agar dapat dikosongkan secara seimbang. Sebagai contoh, ketika bayi A menyusu di payudara kiri, bayi B menyusu di payudara kanan. Di kesempatan berikutnya, bayi A menyusu di payudara kanan, dan bayi B di payudara kiri. Hal ini membantu menjaga payudara Mama agar mendapat stimulasi hisapan yang seimbang, sehingga asupan bayi dapat terpenuhi, dan Mama terhindar dari ukuran payudara yang asimetris. 

  • Menghindari stress

Selain hormon prolaktin, aktivitas menyusui juga didukung oleh hormon oksitosin, yang berguna melancarkan ASI keluar dari payudara ketika dihisap bayi. Kondisi stress dapat menurunkan kadar hormon oksitosin, serta meningkatkan hormon stress. Mama dapat mengurangi stress dengan bantuan dukungan sekitar, seperti Papa, Mertua, orang tua, keluarga terdekat atau melakukan terapi relaksasi. Mama juga dapat melakukan skin to skin dengan bayi, yang juga berguna untuk melancarkan aktivitas menyusui.

2. Mengatur Pola Makan

Untuk menyusui bayi kembar, pola makan akan menjadi salah satu kunci penting yang mendukung jumlah produksi ASI Mama. Hal ini dikarenakan tubuh Mama membutuhkan bahan baku yang cukup untuk memproduksi ASI tersebut. Diantaranya adalah air putih, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan  mineral dalam jumah seimbang. 

  • Air putih

Penting agar Mama tidak dehidrasi saat menyusui bayi kembar, karena air putih merupakan salah satu bahan baku ASI itu sendiri. Kebutuhan air putih Mama akan berbeda-beda tergantung kondisi Mama. Namun, pada umumnya jumlah air putih yang Mama menyusui butuhkan adalah 3.5 liter/hari. Hal ini dapat Mama penuhi dengan cara minum 1 gelas air putih setiap kali Mama selesai menyusui atau memompa payudara, makan makanan berkuah, serta minum minuman favorit seperti MamaBear Zoya Mix, Almon Mix, dan Teh Pelancar ASI.

  • Mencukupi kebutuhan kalori

Mama memerlukan tambahan sekitar 300 hingga 500 kalori per hari dari kebutuhan normal Mama untuk memproduksi ASI. Maka dari itu, sebaiknya Mama mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan cukup kalori, serta mengonsumsi camilan seperti buah kurma dan kacang almond untuk membantu mencukupi kebutuhan kalori Mama, serta meningkatkan jumlah produksi ASI. Nah, MamaBear juga punya, nih, camilan yang juga boleh banget dikonsumsi, yaitu Kukis Almond Oat MamaBear rasa kurma yang kaya akan kandungan kalori, kalsium, protein, dan berbagai macam vitamin untuk memenuhi kebutuhan Mama!

3. Posisi Menyusui

Source: Pinterest

Mama sebaiknya memastikan bahwa bayi Mama mendapatkan posisi yang nyaman dan pelekatan yang tepay, sehingga bisa menyusu efektif. Posisi menyusui yang kurang tepat akan mempersulit bayi mendapatkan ASI, sehingga bayi hanya mampu mengonsumsi sedikit ASI. Akibatnya, produksi ASI Mama akan terhambat. Nah, untuk menyusui bayi kembar, Mama dapat menyusui mereka secara satu per satu apabila kesulitan memposisikan kedua bayi sekaligus. Jika Mama ingin menyusui kedua bayi secara bersamaan, Mama dapat mencoba kedua posisi berikut ini:

  • Double football

Mama dapat menerapkan posisi ini dengan memegang bayi seperti memegang bola di sisi kanan dan kiri tubuh Mama. Kemudian, Mama membaringkan kedua bayi di bawah tangan Mama, serta menopang kepalanya. Posisi ini merupakan cara yang paling umum bagi Mama yang masih belajar menyusui.

  • Double cradle

Pada posisi ini, Mama dapat memposisikan badan bayi secara menyilang di atas perut Mama. Posisi ini biasa digunakan ketika Mama sudah berpengalaman, serta bayi dapat mengontrol kepalanya dengan baik.

Posisi menyusui juga akan sangat membantu Mama dalam menyusui bayi kembar, karena mampu menurunkan risiko berbagai gangguan menyusui, seperti pegal, nyeri punggung, dan puting lecet. Hal ini perlu diperhatikan, karena menyusui bayi kembar tentunya memakan banyak sekali waktu dan tenaga Mama, sehingga sebisa mungkin Mama perlu meminimalisir gangguan-gangguan yang mungkin terjadi.

4. Penggunaan Dot Bayi

Dot bayi merupakan alat yang dapat mengurangi produksi ASI Mama, loh. Penggunaan dot bayi akan membuat bayi mengalami bingung puting. Ketika disusui dengan dot, bayi tidak memiliki kontrol untuk menghisap sendiri atau menghentikan aktivitas menyusu. Mereka hanya dapat menerima dan menelan makanan yang diberikan. Hal ini membuat mereka tidak terbiasa menghisap ASI dari puting payudara Mama, sehingga ketika menyusui bayi kembar Mama secara langsung, mereka akan kesulitan mendapatkan ASI, yang akhirnya akan mengacaukan ritme produksi ASI Mama. Sebagai alternatif, sebaiknya Mama menggunakan sendok atau pipet untuk memberikan ASI perah. 

Jadi bagaimana, Ma, senang bukan diberi kepercayaan untuk menyusui bayi kembar? Semoga bayi kembar Mama senantiasa sehat dan rukun selalu, ya. Semangat Mam!

Writer: Alvin Wardiman

Editor: Mega Pratidina

Sources:

Pumping Breastmilk for Twins

Praborini, Asti. (2010). Indonesia Menyusui. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP IDAI).

Twins

8 Ways to Increase Low Breast Milk Supply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.