fbpx

Mama tentu ingin si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah kecukupan gizinya. Lalu, apa saja kebutuhan gizi bayi yang harus Mama penuhi? Nah, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Kebutuhan Gizi Bayi Sesuai Usia

Inilah kebutuhan gizi bayi dibedakan berdasarkan usianya, yaitu:

1. Usia 0-6 Bulan

WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif di 6 bulan pertama kelahiran bayi. Hal ini karena kandungan nutrisi di dalam ASI, seperti protein, lemak, laktosa, vitamin dan mineral sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dalam usia tersebut.

ASI mengandung 87% air, 1% protein, 4% lipid, dan 7% karbohidrat. Dengan begitu, bayi usia 0-6 bulan tidak perlu diberikan makanan tambahan apapun, termasuk air.

Saat bayi baru lahir, ia akan lebih sering menyusu sekitar 8-12 kali sehari dengan rata-rata waktu 15-20 menit per sesi sampai bayi merasa puas. Mengutip dari Simmom, berikut adalah kebutuhan ASI sesuai usianya:

  • 0-2 bulan: 8-12 kali menyusui sehari
  • 2-4 bulan: 8-10 kali menyusui sehari
  • 4-6 bulan: 6-8 kali menyusui sehari

Pastikan saat menyusui, bayi hanya menyusu di satu payudara sampai benar-benar kosong, lalu bisa berpindah ke payudara lainnya. Hal ini dilakukan agar bayi mendapat nutrisi penuh dari foremilk dan hindmilk.

Baca juga: Benarkah Jenis ASI Hindmilk Lebih Baik dari Foremilk? Ini Bedanya!

2. Usia 6-8 Bulan

Pada usia 6 bulan, Mama sudah bisa memperkenalkan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil. Tekstur yang baik untuk awal MPASI yaitu bubur kental, saring, dan lumat.

Komposisi makanan MPASI terdiri dari karbohidrat, protein (bisa hewani atau nabati atau keduanya), dan sedikit sayur atau buah untuk perkenalan.

Kebutuhan gizi bayi usia 6-8 bulan berdasarkan AKG, yaitu energi sebesar 650 kkal, protein 16 gr, vitamin A 400 RE, folat 80 mg, kalsium 400 mg, zat besi 10 mg, yodium 120 mg, dan seng 7,5 mg. MPASI hanya sekitar 1/3 dari kebutuhan gizi bayi dan 2/3 sisanya diperoleh dari ASI.

3. Usia 8-12 Bulan

Ketika bayi memasuki usia 8 bulan, selain makan makanan yang dilembutkan, ia sudah bisa diberi makanan yang dapat dipegang (finger food). Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, juga bisa membantu bayi mengenali berbagai tekstur.

Tekstur MPASI yang dapat diberikan adalah makanan yang disaring kasar, nasi tim, dan makanan yang dicincang halus sampai kasar. Menumis makanan atau memberikan makanan bersantan akan mencukupi kebutuhan lemak si Kecil.

Baca juga: 10 Cara Tepat Kenalkan MPASI Pertama pada Si Kecil

Pada usia ini, bayi membutuhkan kalori sebanyak 800 kkal per hari. Penuhi kebutuhan lemak, seperti omega 3, omega 6, omega 9, EPA, DHA dan AA, protein sebanyak 20 gram per hari, vitamin, karbohidrat, kalsium sebanyak 260 mg per hari, zat besi, zinc, dan yodium.

Makanan untuk MPASI diberikan sebanyak 120-180 ml mangkuk 3-4 kali sehari. Pilihan makanan yang dapat diberikan terdiri dari:

  • Karbohidrat: kentang, nasi, mie, ubi, singkong, gandum;
  • Protein: hati ayam, daging unggas, telur, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan;
  • Vitamin: sayur dan buah;
  • Lemak: mentega, minyak, santan, telur, alpukat, minyak ayam;
  • Zat Besi: brokoli, hati ayam, daging sapi.

4. Usia 12-24 Bulan

Tekstur dan jenis makanan yang diberikan pada usia 12-24 bulan sudah sama dengan yang keluarga konsumsi. Pada usia ini, bayi membutuhkan kalori 1125 kkal per hari , protein 26 gram, lemak 44 gram, karbohidrat 155 gram, kalsium 650 mg, fosfor 500 mg, besi 8 mg, vitamin A 400 RE, dan vitamin C 40 mg.

Meskipun makanan sudah menjadi sumber energi dan sumber gizi utamanya, Mama disarankan untuk tetap menyusui bayi semaunya. Mulai di usia ini, jadwal makan bayi sudah seperti orang dewasa yaitu 3-4 kali sehari sebanyak ¾ mangkuk.

Baca juga: 5 Rekomendasi MPASI yang Bagus untuk Bayi

Tanda Kebutuhan Gizi Bayi Tidak Terpenuhi

Ketika bayi tidak mendapatkan asupan gizi yang sesuai usianya, bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak, serta melemahkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga bayi akan mudah terserang penyakit.

Bila Mama merasa sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai usianya, tetapi tetap khawatir bayi mengalami malnutrisi, kenali tanda-tanda bayi kurang gizi berikut:

1. Berat Badan Menurun atau Tidak Bertambah

Tanda yang dapat dilihat pada fisik bayi yang kebutuhan gizinya tidak terpenuhi adalah bayi semakin kurus karena berat badannya menurun. Bayi memiliki patokan berat badan sesuai usianya.

Jika bayi mengalami kesulitan penambahan berat badan, segeralah konsultasikan pada dokter karena bisa saja ada faktor yang membuat kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi, misalnya bayi cacingan atau mengalami silent disease seperti TBC, ISK atau anemia defisiensi besi.

2. Tidak Bertambah Tinggi

Sumber: memoriesofgrowingup.com

Bayi yang tubuhnya pendek bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik, tetapi juga perlu diwaspadai terjadinya malnutrisi. Selalu pantau tinggi badan ideal bayi sesuai usianya ya, Ma…

3. Makan Lebih Sedikit

Bayi makan lebih sedikit bisa jadi karena ia bosan dengan menu makanannya, tapi perlu diperhatikan juga faktor lain yang membuat bayi makan lebih sedikit, seperti masalah pada perut atau mulutnya.

Jika bayi makan lebih sedikit dari biasanya, tentu akan membuatnya lemas sehingga bayi bisa jadi kekurangan gizi. 

4. Kurang Aktif

Jika bayi tidak seaktif biasanya dan lebih banyak menghabiskan harinya dengan tidur dan terlihat lemas, hal itu juga tanda-tanda kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi.

Mama bisa baca juga artikel Inilah Tips dan Contoh Olahan ASI untuk MPASI Si Kecil! agar si Kecil tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja ya, Ma…

Nah, Ma, itu dia kebutuhan gizi bayi yang perlu dipenuhi sesuai dengan usianya. Pastikan Mama selalu aware pada tanda-tanda jika bayi kekurangan gizi. Nah, ada pengalaman menarik apa, Ma, selama si Kecil MPASI? Cerita di kolom komentar, ya…

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. Baby Nutrition Needs 0-6 Months. URL: https://www.family.abbott/in-en/simmom/feediq/babies-development.html (diakses 10/10/2023)

2. Panduan Lengkap Memenuhi Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-11 Bulan) URL: https://hellosehat.com/parenting/bayi/gizi-bayi/kebutuhan-gizi-bayi/ (diakses 10/10/2023)

3. Gizi Bayi. URL: https://akg.fkm.ui.ac.id/gizi-bayi/ (diakses 10/10/2023) 

4. Informasi Penting tentang Pemberian MPASI pada Bayi. URL: https://www.alodokter.com/informasi-penting-tentang-pemberian-mpasi-pada-bayi (diakses 10/10/2023)

5. Five Warning Signs That Your Child is Malnourished. URL: https://www.feedingmatters.org/five-warning-signs-child-malnourished/ (diakses 10/10/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.