fbpx

Pernahkah Mama mendengar salah satu infeksi menular seksual (IMS) klamidia? Klamidia adalah infeksi bakteri yang dapat ditularkan selama seks fisik, oral, atau anal. Klamidia merupakan IMS yang paling umum dan sering terjadi. Kebanyakan penderita klamidia tidak mengalami gejala apapun, artinya orang yang menderita klamidia mungkin tidak tahu sedang menderita klamidia, tidak dirawat, dan dapat terus menularkannya. Tempat paling umum untuk bakteri ini adalah leher rahim.

Klamidia mudah didiagnosis. Mama bisa segera menemui dokter jika berpikir Mama atau Papa menderita klamidia sehingga Mama dan Papa dapat dites. Jika salah satu dari Mama atau Papa mendapatkan hasil positif untuk klamidia, maka Papa dan Mama harus dirawat meskipun salah satu memiliki hasil tes negatif. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terinfeksi dan dapat menginfeksi kembali setelah perawatan. Klamidia dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik yang digunakan untuk mengobati klamidia aman untuk ibu hamil. Tubuh kita tidak mengembangkan kekebalan terhadap klamidia, jadi jika Mama terinfeksi sekali dan telah mendapatkan perawatan, Mama masih mungkin untuk terinfeksi lagi.

Klamidia Pada Ibu Hamil

Ada risiko yang terkait antara kehamilan dan klamidia. Jika Mama terdeteksi menderita klamidia saat hamil, Mama akan diberikan pengobatan untuk menyembuhkan infeksi tersebut, karena semakin lama seseorang menderita klamidia yang tidak diobati selama kehamilan, maka akan semakin buruk infeksinya. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan seperti persalinan prematur, ketuban pecah dini, BB bayi lahir rendah, infeksi mata dan paru-paru pada bayi, dan membuat Mama sulit untuk hamil lagi. Wanita yang menderita klamidia saat hamil juga bisa membuatnya lebih rentan terkena IMS lain, seperti gonore atau HIV. Sangat penting untuk mendapatkan pengobatan jika terinfeksi klamidia saat hamil.

Ada pula beberapa faktor yang meningkatkan risiko klamidia, meliputi:

  • Aktif secara seksual sebelum usia 25 tahun;
  • Memiliki banyak pasangan seks;
  • Tidak menggunakan kondom secara konsisten;
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual.

Klamidia Menular ke Bayi

Apakah klamidia dapat menular ke bayi? Jawabannya adalah ya, sangat mungkin untuk menginfeksi bayi jika Mama tidak mendapatkan pengobatan yang tepat untuk klamidia. Klamidia saat kehamilan dapat menginfeksi bayi yang baru lahir saat persalinan selama melewati jalan lahir.

Meskipun infeksi ini bisa sangat serius, bayi yang segera diobati dengan antibiotik biasanya akan sembuh kok, Ma. Namun tentu saja yang terbaik adalah dirawat sebelum melahirkan untuk mencegah bayi terinfeksi sejak awal.

Gejala Klamidia Selama Kehamilan

Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar kasus klamidia tidak bergejala. Gejala kemungkinan akan muncul sekitar satu hingga tiga minggu setelah terpapar. Ada beberapa tanda bahwa Mama menderita klamidia saat hamil. Berikut tandanya:

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil;
  • Keluarnya cairan kuning atau hijau dari area vagina;
  • Radang serviks;
  • Merasakan sakit  saat berhubungan seks;
  • Sakit pinggang dan sakit perut;
  • Sakit saat berhubungan seks.

Jika merasakan gejala-gejala tersebut, Mama bisa sesegera mungkin menemui dokter.

Pengobatan Klamidia Selama Kehamilan

Infeksi klamidia selalu diobati dengan antibiotik baik sedang hamil atau tidak, tetapi pemilihan antibiotik mungkin berbeda. Perlu diketahui bahwa jika Mama menderita klamidia selama kehamilan dan diberi antibiotik, Mama perlu menjalani tes penyembuhan dan skrining ulang pada trimester ketiga. Kemungkinan infeksi ulang umum terjadi pada IMS ini sehingga Mama mungkin memerlukan pengobatan lain jika terinfeksi ulang.

Cara mencegah klamidia selama kehamilan

Ada cara untuk memeriksa apakah Mama menderita klamidia selama kehamilan dan cara untuk mengobati dan menyembuhkan infeksi, tetapi bagaimana Mama mencegahnya? Hanya ada 2 cara yang sangat mudah untuk menghindari terinfeksi klamidia selama kehamilan:

  • Menahan diri dari kontak seksual dalam bentuk apa pun;
  • Berada dalam hubungan monogami jangka panjang di mana Mama dan Papa dites negatif untuk IMS.

Kondom memang sedikit membantu, tetapi kondom hanya mencegah penyebaran klamidia selama hubungan seksual. Menurut Dewan Informasi dan Pendidikan Seksualitas Amerika Serikat (SIECUS), penggunaan kondom yang konsisten dan benar hanya dapat mengurangi risiko tertular klamidia selama hubungan seks vaginal, oral, atau anal sebesar 60%.

Mama juga sebaiknya menghindari douching atau membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia. Douching dapat menurunkan jumlah bakteri baik di vagina dan justru meningkatkan risiko terinfeksi.

Klamidia adalah penyakit yang harus dihindari. Dengan memahami penyebab di atas, Mama dapat mencegah penyakit ini agar tidak sampai terinfeksi. Jangan ragu untuk segera menemui dokter bila Mama mengalami gejala-gejala tersebut.

Dapatkan banyak informasi seputar kehamilan, ASi, dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar Asi. Nantikan update artikel informatif dan menarik lainnya, ya, Ma!

Writer: Dinda Aisya

Editor: Mega Pratidina

Source:

International Guidelines on Sexuality Education (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization)

Chlamydia (cdc.gov)

Chlamydia (paho.org)

Chlamydia Trachomatis (mayoclinic.org)

Chlamydia and Pregnancy (nhsaaa.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.