fbpx

Ketika hamil atau baru melahirkan, ASI Mama mungkin memiliki warna kuning keemasan. Banyak sekali yang mengira warna kuning itu adalah tanda bahwa ASI Mama basi.

Rupanya, hal itu tidak benar loh, Ma! Warna ASI kuning merupakan tanda bahwa ASI Mama adalah kolostrum. Waah, sebetulnya apa sih itu kolostrum? Yuk, simak penjelasan berikut ya, Ma!

Apa itu Kolostrum?

Kolostrum merupakan ASI yang keluar pada tahap pertama menyusui – bahkan tidak jarang juga keluar pada saat masih mengandung Si Kecil.

Warna ASI ini berbeda dengan ASI biasa yang umumnya berwarna putih, namun kolostrum memiliki warna kuning keemasan.

Makanya tidak heran cairan ASI ini disebut dengan liquid gold ya, Ma! Tekstur kolostrum juga lebih kental dibanding ASI pada umumnya yang memiliki tekstur lebih cair.

Kapan Keluarnya Kolostrum?

Kolostrum umumnya keluar setelah 7 bulan kehamilan atau ketika Mama memasuki trimester ketiga yang akan diproduksi hingga seminggu setelah melahirkan.

Jadi, ketika Si Kecil lahir, ASI pertama akan didapatkan oleh Si Kecil, Ma. Setelah Si Kecil mendapatkan ASI pertamanya, dalam 2-3 hari, kolostrum akan berubah menjadi ASI transisi.

Selama ASI transisi, ASI masih tetap mengandung kolostrum namun menjadi lebih encer dan warnanya menjadi lebih putih.

Transisi ASI Mama

Kolostrum tidak terus diproduksi oleh tubuh Mama, namun perlahan akan tergantikan oleh ASI transisi dan nantinya akan digantikan ASI matang. Mama nantinya akan mengalami 3 jenis ASI yaitu:

1. Kolostrum

Cairan ASI ini akan diproduksi secara eksklusif kurang lebih 2-3 hari setelah melahirkan. Dengan warna kuning dan tekstur kental, kolostrum akan digantikan dengan ASI transisi.

2. ASI Transisi

ASI transisi merupakan mature milk yang masih memiliki kandungan kolostrum di dalamnya. Memiliki warna putih kekuningan dengan tekstur yang lebih cair.

Ketika masa ASI transisi, Mama mungkin akan merasakan payudara Mama terasa penuh dan nyeri. Tapi tidak apa-apa kok, Ma! Itu artinya tubuh Mama sedang menyesuaikan produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.

3. ASI Matang

ASI matang merupakan ASI yang sudah tidak memiliki kandungan kolostrum. Warna dari ASI matang adalah putih dan kental.

Kenapa Kolostrum Berubah Menjadi ASI matang?

Tahukah Mama kalau ternyata kolostrum itu dihasilkan karena adanya hormon yang dihasilkan oleh plasenta, loh!

Namun, ketika Mama melahirkan, plasenta akan keluar dari tubuh dan hormon progesteron pun akan menurun secara signifikan.

Hal ini mengakibatkan tidak ada lagi hormon yang memicu keluarnya kolostrum dan hormon reproduksi yang menurun akan digantikan dengan hormon prolaktin dan oksitosin. 

Apa Saja Kandungan kolostrum?

Cairan ASI Pertama ini merupakan cairan yang sangat berharga loh, Ma. Kolostrum memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi Si Kecil meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Berikut kandungan nutrisi kolostrum sehingga disebut sebagai gold liquid:

1. Protein dan lemak yang tinggi

Protein yang dikandung pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan ASI biasa, loh, Ma. Tidak hanya itu, cairan emas ini memiliki kandungan lemak yang tinggi untuk pertumbuhan Si Kecil.

2. Antibodi yang tinggi

Mengandung banyak antibodi seperti sel darah putih, lactoferrin yang melindungi dari bakteri serta virus, dan antibodi IgA, IgG, dan IgM. Sehingga, kolostrum bisa menjadi imunisasi pertama bagi bayi.

3. Immunoglobulin A (SIgA) yang tinggi

Kandungan imunoglobulin A yang ditemukan pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan pada ASI biasa yang membantu untuk membunuh virus dan melancarkan saluran pencernaan.

4. Vitamin dan mineral yang tinggi

Vitamin A, B, dan K pun ditemukan pada cairan ini yang sangat penting untuk pertumbuhan kulit dan imun Si Kecil.

Tidak hanya itu, kalium, zinc, dan kalsium pun terkandung pada kolostrum yang bisa membantu menjaga imun.

Kenapa kolostrum berwarna kuning?

Warna kuning pada kolostrum dihasilkan dari carotenoids yang merupakan antioksidan dan dari vitamin A.

Jadi, jangan panik ya Ma jika nanti setelah melahirkan ASI Mama berwarna kuning karena itu adalah hal yang wajar!

Kolostrum Keluar Saat Hamil Menjadi Tanda Segera Melahirkan?

Keluarnya kolostrum tidak berarti Mama akan segera melahirkan kok, Ma! Jadi, Mama tidak perlu panik Si Kecil akan tiba-tiba lahir jika ASI  sudah keluar saat Mama masih hamil.

Kolostrum yang merembes merupakan hal yang normal terutama pada trimester ketiga. Jika keluarnya cairan ini mengganggu Mama sehingga kurang nyaman menggunakan baju yang basah, Mama bisa menggunakan breast pad atau penutup puting agar tidak membasahi baju Mama. 

Manfaat Kolostrum untuk Si Kecil?

Dengan kandungan yang ada pada kolostrum, tentu saja manfaatnya banyak sekali untuk Si Kecil! Berikut beberapa manfaat untuk Si Kecil:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Kandungan antibodi dan vitamin membantu tubuh Si Kecil dalam meningkatkan daya tahan tubuh sehingga Si Kecil lebih terlindungi dari bakteri dan virus. Bayi yang diberikan kolostrum lebih kuat terhadap penyakit seperti diare dan flu.

2. Melancarkan saluran pencernaan

Kandungan imunoglobulin A (SIgA) membantu untuk melancarkan saluran pencernaan si kecil dan melindungi usus dari iritasi.

Tidak hanya itu, kolostrum mengurangi risiko Si Kecil terkena radang usus besar dan kecil atau dikenal sebagai necrotizing enterocolitis

3. Mencegah infeksi dan iritasi

Kolostrum, sebagai imunisasi pertama mampu untuk mencegah infeksi dan iritasi SI Kecil dengan lebih baik.

Tidak hanya itu, penyakit seperti penyakit kuning pun bisa dihindari dengan lebih baik jika Si Kecil mengkonsumsi kolostrum.

4. Memberikan nutrisi yang cukup untuk Si Kecil

Vitamin yang lengkap serta mineral yang cukup membuat nutrisi Si Kecil menjadi tercukupi dengan baik dengan kolostrum, loh, Ma. Dengan nutrisi yang lengkap, tumbuh kembang Si Kecil pun akan lebih baik.

Bisakah Mama Memompa Kolostrum?

Karena jumlahnya sedikit, memompa dengan pompa ASI mungkin tidak dapat menunjukkan hasil yang signifikan.

Karena seringkali yang keluar hanya setetes sampai sekitar 1 ml. Mama bisa mencoba metode perah tangan, lalu menyimpan cairan ASI pertama ini pada syringe untuk memudahkan Mama mengamati jumlahnya.

Bagaimana Cara Memompa Kolostrum Dengan Tangan?

Berikut adalah tips untuk memompa kolostrum dengan tangan!

  • Mama bisa untuk memerah payudara dengan tangan yang membentuk huruf C. 
  • Pastikan ibu jari Mama yang berada di payudara bagian atas, ya! Kemudian, Mama bisa memerah secara perlahan. 
  • Lakukan beberapa kali agar kolostrum terperah dengan baik. 
  • Perlu diperhatikan bahwa cairan ini tidak akan keluar dengan deras ya, Ma! Namun, kolostrum akan keluar dengan perlahan dan bisa berupa tetesan saja.
  • Jika tidak keluar, Mama bisa mengganti posisi pemompaan lain.

Apakah Normal Jika Tidak Memproduksi Kolostrum?

Dilansir dari Cleveland Clinic, kasus Mama tidak memproduksi kolostrum sangat jarang. Bisa jadi sebetulnya kolostrum keluar namun dengan jumlah yang sangat sedikit sehingga Mama tidak sadar bahwa Si Kecil sudah mendapatkan kolostrum.

Tapi, tenang saja, Ma. Meskipun kolostrum yang diproduksi sedikit, itu akan tetap memenuhi kebutuhan Si Kecil kok karena ukuran lambungnya juga masih sangat kecil sekali.

Waah, banyak sekali informasi baru tentang kolostrum nih! Tidak hanya itu, rupanya kolostrum memiliki banyak manfaat, ya, Ma untuk Si Kecil!

Makanya tidak aneh kolostrum disebut sebagai gold liquid atau cairan emas. Gimana nih, Ma? Semoga dengan penjelasan ini, Mama jadi tahu tentang kolostrum dan bisa memberikan kolostrum untuk Si Kecil ya, Ma!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Writer: Wendy Belinda

Editor: Mega Pratidina

Updated: M. Najib Wafirur Rizqi

References:

What is Colostrum? (verywellfamily.com)

Why is Colostrum so Important? (medela.com)

What Is Colostrum? Nutrition, Benefits, and Downsides (healthline.com)

Colostrum, Superfood for Your Newborn | American Pregnancy Association

What Is It, Benefits & What To Expect of Colostrum (clevelandclinic.org)

Colostrum (sciencedaily.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.