fbpx

Setelah melahirkan, semua Mama berharap proses menyusuinya berjalan dengan lancar, tapi kebanyakan Mama justru merasa khawatir ASI belum keluar setelah melahirkan. Tarik napas dalam dan rileks.. Mama baik-baik saja, pun Si Kecil juga. Si Kecil masih terpenuhi kebutuhan nutrisinya meskipun hanya mendapat beberapa tetes kolostrum.

ASI keluar memang membutuhkan waktu setidaknya 40 jam setelah melahirkan. ASI sebenarnya sudah ada tapi jumlahnya hanya sedikit atau hanya beberapa tetes kolostrum saja. Hal itu yang membuat ASI terlihat belum keluar. Lambat laun, kolostrum bertambah banyak seiring dengan kebutuhan Si Kecil. Selama beberapa hari kolostrum ini akan memenuhi nutrisi Si Kecil, setelah itu akan berubah menjadi ASI transisi.

Terjadinya komplikasi tertentu dan prosedur medis dapat menunda permulaan laktasi. Namun, jika selama 3-4 hari suplai ASI tidak meningkat atau bahkan ASI tidak keluar sama sekali setelah melahirkan, ketahui beberapa penyebabnya berikut ini agar Mama mendapat solusi yang tepat.

Penyebab ASI Belum Keluar setelah Melahirkan

  1. Mengalami Stres

Melansir dari UT Southwestern Medical Center, stres adalah penyebab no 1 menurunnya suplai ASI, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stress fisik dan mental dapat memperlambat pelepasan oksitosin ke dalam aliran darah ibu menyusui. Oksitosin adalah hormon yang bekerja agar ASI keluar dari puting sehingga dapat dihisap oleh Si Kecil. Meningkatnya kadar oksitosin dalam darah selama menyusui sangat dipengaruhi oleh perasaan bahagia Mama. Itulah sebabnya, stres membuat ASI tidak keluar setelah melahirkan karena hormon oksitosin tidak diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak.

Setelah melahirkan, Mama mungkin kurang tidur karena menyesuaikan diri dengan kehadiran Si Kecil sehingga merasa kelelahan dan stres. Mama yang mengalami baby blues dan depresi pasca melahirkan juga dapat menjadi penyebabnya.

Tips Mengatasinya: Dukungan dari Papa dan orang terdekat akan membuat Mama merasa lebih bahagia. Papa bisa melakukan pijat oksitosin pada Mama sebagai usaha melancarkan keluarnya ASI. Teruslah mencoba untuk menyusui Si Kecil karena rangsangan dari isapannya akan diteruskan menuju hipotalamus yang memproduksi hormon oksitosin.

2. Persalinan Caesar

Persalinan caesar memang menyebabkan produksi ASI lebih lambat dibandingkan dengan persalinan normal. Hal itu terjadi karena Mama yang melahirkan dengan metode caesar tidak menghasilkan hormon yang sama seperti Mama yang melahirkan normal. Selain itu, prosedur medis pasca persalinan caesar yang mengharuskan Mama dipisahkan dengan Si Kecil di ruang berbeda juga menjadi penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Skin to skin setelah melahirkan memang sangat penting untuk menjalin ikatan dan memudahkan proses IMD. Jadi, lakukan skin to skin di 24 jam pertama jika kondisi memungkinkan. Pompa ASI sesering mungkin agar otak terus mendapat sinyal untuk memproduksi dan mengeluarkan ASI dari payudara.

3. Kehilangan Banyak Darah

Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan banyak darah selama persalinan akan membuat ASI belum keluar setelah melahirkan karena keterlambatan skin to skin dengan Si Kecil. Selain itu, kehilangan banyak darah lebih dari 500 ml setelah melahirkan bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis di otak yang mengontrol hormon laktasi memproduksi ASI.

Tips Mengatasinya: Pompa ASI sesering mungkin dan terus berusaha menyusui Si Kecil agar merangsang keluarnya ASI dengan lancar. Minum air sebanyak sebisa mungkin dan makan makanan yang banyak mengandung zat besi agar bisa menggantikan asupan cairan yang hilang.

4. Mengalami Obesitas

Cecilia Jefitt, seorang peneliti dari dari Amerika menyatakan bahwa Mama yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas (dengan BMI >30) telah menurunkan respon hormon prolaktin sehingga dapat membuat ASI belum keluar setelah melahirkan. Selain itu, Mama yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami stres berlebihan setelah melahirkan. Stres membuat suplai ASI menurun, itu sebabnya ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Dapatkan dukungan dari suami dan orang sekitar agar Mama tidak stres berlebih setelah melahirkan. Berolahraga ringan dan mencukupi nutrisi harian dengan tepat akan membantu Mama menurunkan berat badan bersamaan dengan menyusui. Cobalah untuk terus menyusui Si Kecil dan pumping

5. Konsumsi Obat

Mama mungkin dapat mengalami infeksi, flu, atau demam setelah melahirkan. Mengonsumsi obat tertentu akan menurunkan produksi ASI sehingga ASI belum keluar setelah melahirkan.

Tips Mengatasinya: Pijat payudara sebelum menyusui agar merangsang saluran susu mengeluarkan ASI saat dihisap Si Kecil.

6. Mengalami Diabetes

ASI belum keluar setelah melahirkan berkaitan dengan diabetes. Kandungan gula darah yang berlebih berpengaruh pada tertundanya produksi ASI.

Tips Mengatasinya: Mama perlu menjaga kandungan gula dalam darah tetap normal setelah pulih pasca melahirkan agar dapat segera menyusui Si Kecil. Namun, ternyata dengan terus menyusui dan memberikan ASI eksklusif akan membantu gula darah Mama cepat turun.

7. Masalah pada Tiroid

Hormon tiroid berperan dalam produksi ASI. Bila hormon tiroid Mama tidak cukup atau mengalami masalah pada tiroid, maka ASI yang diproduksi akan lambat. Bila ASI belum keluar setelah melahirkan, bisa jadi Mama mengalami masalah ini. Masalah pada tiroid akan membuat Si Kecil sulit menaikkan berat badannya karena ASI yang didapatnya tidak cukup. Gejala yang dirasakan jika Mama mengalami masalah pada tiroid, di antaranya penambahan berat badan, kulit kering, depresi, suplai ASI menurun, dan selera makan menurun.

Tips Mengatasinya: Konsultasikan pada dokter dan lakukan pengobatan tiroid sesuai anjurannya. Seringlah memompa ASI untuk meningkatkan kuantitasnya.

Itulah beberapa penyebab ASI belum keluar setelah melahirkan yang mungkin salah satunya sedang Mama alami dan tips mengatasinya. Pastikan Mama terus mencoba menyusui Si Kecil karena ketika bayi menghisap payudara akan merangsang hormon prolaktin memproduksi ASI dan hormon oksitosin akan membantu proses keluarnya ASI menjadi lancar. Mama juga bisa mengonsumsi MamaBear Teh Pelancar ASI atau Zoya Mix untuk membantu melancarkan ASI.

Bila perlu, Mama konsultasikan dengan dokter atau konsultan ASI agar tahu penyebab jelasnya ASI belum keluar setelah melahirkan.

Writer: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Course:

 No Breast Milk After Birth? Here’s Why You Shouldn’t Worry (healthline.com)

Breastfeeding and Delayed Milk Production (hopkinsmedicine.org)

4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it (utswmed.org)

Women’s breastfeeding experiences following a significant primary postpartum haemorrhage: A multicentre cohort study (ncbi.nlm.nih.gov)

Lactation complicated by overweight and obesity: supporting the mother and newborn (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.