fbpx

Kabar gembira moms! Studi terbaru menunjukkan walau terjadi 176 kasus infeksi virus corona pada bayi yang baru lahir dan 30% tertular dari ibu mereka, aktivitas menyusui tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Menariknya lagi, studi lanjutan juga menemukan bahwa sangat kecil kemungkinan bayi tertular virus corona dari asi ibu. 

Para ilmuwan Cina juga menyatakan bahwa asi bisa jadi salah satu pembasmi virus yang sangat ampuh. Dari berbagai studi yang tersedia, WHO berkesimpulan untuk terus mendukung aktivitas menyusui sepanjang pandemi, walaupun ibu memiliki virus corona dengan catatan tetap mengikuti protokol yang dianjurkan.

Manfaat Menyusui Semasa Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 memang telah menimbulkan banyak sekali tantangan bagi siapapun juga, termasuk ibu menyusui. Tetapi, aktivitas menyusui sangat dianjurkan untuk terus dijalankan karena memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain :

  • Menyusui baik bagi bayi. Asi melindungi bayi dari berbagai infeksi dan mengurangi resiko infeksi pernafasan.
  • Menyusui baik bagi ibu. Pelepasan hormon selama proses menyusui bisa memberi rasa tenang dan mengurangi stress serta kecemasan pada ibu. 
  • Asi bisa tetap tersedia. Pada situasi pandemi yang mengancam kesehatan, ketersediaan asi akan sangat praktis karena selalu tersedia setiap saat. Cek produk pelancar asi disini. 

5 Tips Menyusui Semasa Pandemi

  1. Lanjutkan aktivitas menyusui secara higienis

Unicef menyarankan agar ibu menyusui tetap menjalankan aktivitas memberi asi sambil memperhatikan kondisi higienis berikut :

  • Memakai masker saat menyusui
  • Mencuci tangan sebelum dan setelah memegang bayi
  • Mengelap permukaan dengan disinfektan secara rutin

Resiko penularan pada bayi cenderung berasal dari kontak langsung, jadi pastikan ibu menyusui ekstra hati- hati saat berada dalam jarak dekat pada bayi. 

2. Tetap lanjut menyusui walau ibu sakit

Ibu yang tertular coronavirus semasa sebelum melahirkan dan mulai atau sedang menyusui, akan menghasilkan asi yang berisi antibodi untuk melindungi bayi dan meningkatkan respon imunitas bayi. Ini artinya, terus melanjutkan pemberian asi adalah cara terbaik untuk memerangi virus dan melindungi bayi. 

Jika ibu masih sanggup menyusui walau sakit, maka tetap usahakan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti yang dijelaskan sebelumnya. Namun, jika gejala menjadi parah, maka ibu menyusui harus segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan perawatan medis selanjutnya. 

3. Gunakan cangkir dan sendok

Walaupun ibu harus menjalani perawatan dan tidak bisa menyusui secara langsung, disarankan agar tetap memompa asi. Minta agar anggota keluarga lain memberi susu dengan cara menyuapi bayi dengan sendok dan cangkir. Tetap ikuti protokol kesehatan saat menyuapi bayi.

4. Ekstra hati- hati dengan susu formula

Jika dalam kondisi ibu menyusui sama sekali tidak bisa menyusui atau memberi asi, maka boleh menggunakan susu formula. Namun, tetap berikan takaran yang tepat berikut juga cara penyajian yang sesuai usia bayi. Pastikan botol sudah dibersihkan dengan sempurna dan ikuti protokol kesehatan saat memberi bayi susu formula. 

Cara Mempertahankan Suplai ASI Di Kala Sakit

Supaya produksi asi tetap berlimpah dan stabil untuk menyusui eksklusif minimal 6 bulan, ibu menyusui boleh melanjutkan aktivitas pompa asi secara rutin sesuai dengan kebutuhan bayi ( 8-10 hari selama 24 jam). Gunakan masker dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memompa asi, termasuk juga saat harus mengasuh bayi. 

Konsultasikan kebutuhan obat- obatan kepada dokter dan pastikan sudah memberitahukan kondisi menyusui. Ibu juga boleh meminta saran mengenai pemakaian produk pelancar asi dari Mamabear. 

Walaupun situasi terasa sulit, jangan menyerah dan tetap optimis yuk moms! Jangan ragu untuk menghubungi dokter dan rumah sakit jika membutuhkan pertolongan medis. 

Source :

https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/COVID-19/Pages/Breastfeeding-During-COVID-19.aspx

https://www.unicef.org/eap/breastfeeding-during-covid-19#:~:text=1.,practicing%20good%20hygiene%20during%20feeding.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7260539/

https://internationalbreastfeedingjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13006-020-00319-3

Chat with us via Whatsapp