fbpx

Mam, proses pembentukan ikatan emosional antara orang tua dan anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, loh. Salah satu caranya yaitu dengan bonding lewat menyusui. Bonding lewat menyusui dapat sesegera mungkin dilakukan setelah Si Kecil dilahirkan ya, Mam, karena setelah Mama melahirkan, kandungan hormon oksitosin dalam tubuh Mama sangat tinggi sehingga bisa memicu timbulnya perasaan sayang kepada Si Kecil. Melalui kegiatan menyusui, bonding yang akan terbentuk antara Mama dan Si Kecil terbukti sangat efektif dan bersifat lebih kuat serta intens.

Menyusui memberikan pengalaman emosional yang unik baik bagi Mama maupun Si Kecil. Ketika melihat Si Kecil, naluri seorang ibu dalam diri Mama akan muncul dengan sendirinya. Keinginan kuat untuk melindungi Si Kecil juga seakan meluap, wujud dari rasa perlindungan yang ingin Mama berikan pada Si Kecil adalah dengan memberinya ASI lewat proses menyusui.

Manfaat Bonding Lewat Menyusui untuk Si Kecil

Seperti yang telah diketahui bahwa menyusui telah terbukti memberikan sejuta pengaruh positif bagi Si Kecil. ASI yang Mama berikan lewat kegiatan menyusui merupakan kebutuhan nutrisi penting bagi Si Kecil yang sangat bermanfaat untuk membentuk sistem kekebalan tubuh bayi sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit, serta mendukung kemampuan kognitif anak.

Dilansir dari IDAI, proses bonding lewat menyusui juga tidak terlepas dari kontak skin to skin. International Childbirth Education Association (ICEA) menyatakan bahwa kontak skin to skin dapat membantu agar bayi lebih mudah untuk ditenangkan jika menangis dan cenderung lebih nyenyak dan tenang saat tidur. Kontak skin to skin juga akan menjaga kestabilan suhu tubuh bayi dan mencegah adanya penurunan suhu tubuh (hipotermi) yang bisa mengurangi terjadinya apnea (henti napas) pada bayi.

Bonding lewat menyusui adalah hubungan yang istimewa. Semakin sering kontak fisik dan bonding lewat menyusui Mama lakukan, maka akan memberikan dampak positif pada masa perkembangan anak, yaitu mempercepat perkembangan lingual, sosial, motorik kasar dan halus pada saat usianya 1 tahun. Si Kecil akan lebih mudah dilatih toilet training dan memiliki kontrol emosional dan kognitif yang lebih baik dan membuat Mama menjadi lebih suportif pada Si Kecil.

Bonding lewat menyusui juga menjadi bagian dari strategi pengasuhan anak. Menyusui memiliki pengaruh mendalam pada pemikiran dan pemahaman, perilaku, serta kesehatan mental pada anak. Bayi yang disusui cenderung akan memiliki keterampilan berpikir kritis dan penalaran yang kuat, hal ini tentu akan membantu orang tua dalam menerapkan strategi pengasuhan pada anaknya.

Saat menyusui Si Kecil, Mama dianjurkan untuk mengajaknya berinteraksi karena komunikasi antara Mama dan bayi yang dibangun saat proses menyusui berlangsung bisa membantu dalam mengembangkan hubungan dua arah, yang sangat penting untuk keterampilan sosialnya di masa depan. Mama bisa mengobrol tentang apapun pada Si Kecil karena ia akan menjadi pendengar yang baik untuk Mama. Bonding lewat menyusui juga akan menciptakan lingkungan yang positif bagi anak. Ketika tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak dimulai dengan hubungan saling mengASIhi satu sama lain, maka bisa membangun hubungan yang baik pula di masyarakat umum. 

Melansir dari National Center for Biotechnology Information, Mama yang menyusui dan secara aktif berinteraksi dengan anaknya akan membuat anaknya memiliki kemungkinan paling kecil untuk menunjukkan masalah internalisasi, terutama gangguan tingkah laku seperti agresif dan gangguan emosi, kecemasan ataupun depresi. Bonding lewat menyusui memberikan manfaat yang kuat untuk bayi dan perkembangannya, yaitu dapat membantu mengurangi perilaku internalisasi di kemudian hari pada anak-anak dengan meningkatkan keterikatan antara ibu dan bayi.

Manfaat Bonding Lewat Menyusui untuk Mama

Dilansir dari EcoParent, manfaat dari bonding lewat menyusui ini tidak hanya diperoleh anak saja loh, Mam. Mama juga akan ikut merasakan manfaat dari bonding lewat menyusui. Proses menyusui dapat memberikan ketenangan dan mengurangi rasa stres pada Mama. Hal ini karena saat menyusui, Mama akan melepaskan hormon oksitosin yang bekerja pada sistem saraf untuk mendukung keadaan relaksasi. Hormon lain yang mendukung keadaan ini adalah hormon prolaktin dan kolesistokinin.

Bayi yang disusui akan sangat jarang sekali sakit dan jarang menangis, ia akan cenderung lebih tenang dan rileks. Melalui hal ini, tentu Mama juga akan ikut merasakan manfaatnya, yaitu jadwal tidur Mama akan lebih baik sesuai dengan jadwal tidur Si Kecil sehingga Mama bisa beristirahat dengan teratur serta semakin menumbuhkan rasa cinta kasih pada Si Kecil.

Bonding lewat menyusui menawarkan sumber kenyamanan pada Mama dan anak. Menyusui bukan hanya semata-mata memberikan ASI saja, namun juga membentuk ikatan sayang antara Mama dan anak. Bonding lewat menyusui membuat para Mama menjadi lebih sensitif, sigap, dan responsif terhadap kebutuhan Si Kecil. Selain itu, ketika menyusui Mama akan cenderung lebih sering menyentuh, membelai, dan melakukan banyak kontak mata dengan Si Kecil.

Melansir dari studi yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics, dikatakan bahwa Mama yang menyusui secara langsung akan lebih sensitif terhadap isyarat yang diberikan oleh bayinya dibandingkan dengan Mama yang tidak menyusui bayinya secara langsung. Ketika bayi menyusu, ia akan mengulum puting Mama, ini akan membuat otak merangsang pembentukan hormon oksitosin di mana hormon ini akan meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis yang menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung menurun sehingga mengurangi tingkat kecemasan pada Mama, secara signifikan hal inilah yang memicu bonding lewat menyusui antara Mama dan anak semakin kuat.

Menyusui akan memberikan rasa kepuasan dan kegembiraan baik secara fisik maupun emosional pada Mama ketika melihat Si Kecil menyusu dengan baik. Mama yang menyusui umumnya akan pulih dari persalinan lebih cepat. Hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui akan bekerja untuk mengembalikan rahim ke ukuran semula lebih cepat dan mengurangi perdarahan pasca persalinan. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, dengan menyusui, risiko Mama terkena penyakit kanker payudara dan ovarium, penyakit diabetes tipe 2, serta tekanan darah tinggi akan semakin berkurang.

Itulah manfaat dari bonding lewat menyusui yang bisa didapatkan oleh Mama dan Si Kecil. Si Kecil tidak hanya akan mendapatkan nutrisi ASI dari menyusu, namun juga cinta kasih dari Mama. Begitu pula dengan Mama yang akan merasa lebih nyaman dan tenang saat menyusui. Nggak nyangka ya, Ma, hal sesederhana seperti menyusui saja bisa memberikan manfaat yang sangat besar. Jadi, aktivitas apa nih yang paling Mama suka lakukan bersama Si Kecil untuk meningkatkan bonding

Writer: Fernika Windi Ristantika

Editor: Mega Pratidina

Source:

It’s science: breastfeeding can deepen mom’s bond with baby—for years to come (mother.ly)

Here’s why breastfed babies are smarter and closer to their mothers? (timesofindia.indiatimes.com)

Skin-to-Skin Contact (icea.org)

IDAI | Menyusui: Kunci Mother-Infant Bonding (idai.or.id)

Breastfeeding Benefits Both Baby and Mom | DNPAO | CDC

Breastfeeding and bonding | Newborn baby care | Medela

Breastfeeding, Sensitivity, and Attachment | Pediatrics (publications.aap.org)

Breastfeeding and Active Bonding Protects against Children’s Internalizing Behavior Problems – PMC (ncbi.nlm.nih.gov)

Benefits of Breastfeeding for Mom – HealthyChildren.org

Psychological Benefits of Breastfeeding for You and Baby (webmd.com)

The Bonding Benefits for Breastfeeding Moms and Babies (ecoparent.ca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.