fbpx

Apakah Mama pernah mendengar bahwa ibu menyusui berpotensi mengalami osteoporosis saat menyusui? Kira-kria benar tidak. ya? Yuk, cari tahu penjelasan tentang osteoporosis saat menyusui di sini.

Sumber: romper.com

Peranan Kalsium dalam Menyusui

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang mengandung energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk tumbuh kembang bayi. Salah satu mineral yang terdapat dalam ASI adalah kalsium. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Selain itu, kalsium juga dapat melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri. Kalsium berperan untuk mengendalikan tekanan darah, meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, mencegah pembekuan darah, serta mengoptimalkan kerja sistem saraf.

Kalsium yang terkandung dalam ASI, dapat memengaruhi tulang busui. Berdasarkan penelitian, busui rata-rata kehilangan 3-7% dari massa tulangnya selama menyusui. Hal tersebut dapat terjadi karena kalsium dalam tulang dan gigi ibu diambil untuk memenuhi kebutuhan bayi dan produksi ASI. Oleh karena itu, osteoporosis saat menyusui sangat rentan terjadi.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia, sebanyak 32,3% perempuan di Indonesia mengalami osteoporosis. Kondisi tersebut semakin rawan ketika Mama sedang hamil dan menyusui. Osteoporosis saat menyusui sangat rentan terjadi. Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan terkena osteoporosis 4 kali lebih tinggi daripada laki-laki. Sebanyak 40,6% perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

Besarnya kalsium yang diambil dari tulang dan gigi ibu, sangat bervariasi. Hal tersebut tergantung dari kebutuhan kalsium yang diperlukan bayi, volume ASI yang dihasilkan ibu, dan durasi ibu menyusui bayi. Semakin banyak ASI yang dihasilkan, maka semakin banyak pula berkurangnya massa tulang ibu yang dapat menyebabkan osteoporosis saat menyusui.

Meskipun demikian, Mama tidak perlu khawatir tentang osteoporosis saat menyusui. Studi menyatakan bahwa massa tulang ibu dapat pulih kembali dengan konsumsi kalsium yang cukup. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan kalsium ibu saat menyusui dan pasca menyusui sangatlah penting agar tidak terjadi osteoporosis saat menyusui. Bahkan sebagai pemenuhan kebutuhan kalsium tubuh, seorang wanita perlu menjaga asupan kalsiumnya sejak masa reproduksinya berlangsung, yaitu ketika mulai menstruasi atau jauh sebelum merencanakan kehamilan.

Source: KlikDokter.com

Berdasarkan penelitian dari University California San Francisco Medical Center, kebutuhan kalsium ibu menyusui mencapai 1.300 mg per hari. Mama dapat mengonsumsi asupan nutrisi yang mengandung vitamin D dan kalsium. Terdapat beberapa sumber kalsium yang aman jika dikonsumsi oleh busui seperti ikan, brokoli, bayam, kacang kedelai, almond dan edamame. 

Bahkan, agar lebih praktis, Mama dapat memilih ALMON MIX dari MamaBear untuk memenuhi kebutuhna kalsium. ALMON MIX tinggi kalsium dan diperkaya makro dan mikro nutrisi lainnya untuk menjaga asupan nutrisi harian dan kebutuhan dalam produksi ASI.

Nah, itulah penjelasan tentang osteoporosis saat menyusui yang perlu Mama ketahui. Dengan memahaminya, semoga Mama dapat semakin menjaga kesehatan diri dan buah hati dengan optimal agar terhindar dari osteoporosis saat menyusui.

Penulis: : Luqmanul Hakim

Editor: Mega Pratidina

Source:

https://m.klikdokter.com/amp/3618525/menyusui-bikin-ibu-rentan-osteoporosis

https://m.tribunnews.com/amp/kalbe-health-corner/2020/08/05/tahukah-anda-kekurangan-kalsium-pada-ibu-menyusui-sebabkan-osteoporosis

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5141791/benarkah-kekurangan-kalsium-saat-menyusui-sebabkan-osteoporosis

https://m.dream.co.id/parenting/diy/aman-menyusui-saat-alami-osteoporosis-1807043.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.