fbpx
Stress pada Ibu Menyusui Image MamaBear

Produksi ASI Mama mulai menurun pada minggu-minggu awal pasca persalinan? Mungkin Mama akan  bertanya-tanya kenapa produksi ASI bisa makin sedikit.

Hmm, sebelumnya coba perhatikan, apakah akhir-akhir ini Mama tertekan dan punya banyak pikiran? Atau merasa sedih dan menangis terus? Bisa saja Mama sedang mengalami stress pada Ibu Menyusui. 

Menyusui merupakan salah satu masa yang paling penting  karena ASI dapat memberikan semua nutrisi yang diperlukan bagi proses tumbuh kembang Si Kecil.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama untuk turut menjaga kesehatan, baik fisik maupun psikis  agar masa menyusui berjalan lancar. Kesehatan mental merupakan kunci untuk dapat merawat bayi dengan optimal.

Lantas, apa jadinya kalau Mama mengalami stress saat menyusui? Bagaimana pengaruh stress pada Ibu menyusui pada proses produksi ASI Mama? Temukan tips ampuh untuk menghilangkan stess pada Ibu Menyusui di sini!

Stress pada Ibu Menyusui

Ternyata, stress berpengaruh besar terhadap jumlah pasokan ASI yang Mama produksi, terlebih lagi pada minggu-minggu awal pasca persalinan.

Stress pada Ibu menyusui dapat terjadi karena banyaknya perubahan yang terjadi dalam hidup Mama setelah kehadiran Si Kecil.

Pada akhirnya, Mama akan merasa lebih sibuk, kelelahan, serta memiliki pola tidur berantakan karena harus menyesuaikan dan membiasakan diri.

Selain itu, penyakit-penyakit kehamilan dan obat-obatan yang Mama konsumsi juga dapat menyebabkan stress dan mengurangi jumlah pasokan ASI Mama. 

Menurut penelitian Odom et al. (2013), tingginya tingkat stress pada ibu menyusui dapat menyebabkan kesulitan terjadinya let-down reflex dan menurunkan jumlah pasokan ASI Mama.

Let-down reflex adalah refleks keluarnya ASI dari payudara karena rangsangan dari hisapan bayi. Pada penelitian yang sama, menunjukkan bahwa 60% ibu menyusui yang mengalami stress akan berhenti menyusui anaknya lebih cepat.

Jadi, tingginya tingkat stress pada ibu menyusui berpengaruh terhadap lamanya masa menyusui Mama. 

Bagaimana Stress Mempengaruhi Proses Menyusui?

Stress pada Ibu Menyusui Image MamaBear

Stress pada ibu menyusui dapat mempengaruhi dua aspek utama pada proses menyusui, yaitu jumlah pasokan ASI dan kandungan nutrisi dalam ASI.

Saat Mama merasa stress, tubuh akan memproduksi hormon kortisol, adrenalin, dan norepinephrine. Hormon ini diproduksi sebagai bentuk respon pertahanan tubuh dalam menghadapi situasi stress.

Tapi di lain sisi, hormon ini juga dapat memberikan dampak negatif pada tubuh Mama, baik secara fisik maupun psikis. 

Sebenarnya, jumlah ASI yang diproduksi oleh Mama bergantung pada seberapa sering bayi menyusu pada Mama.

Semakin banyak dan sering Ia menyusu, maka semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi oleh tubuh Mama.

Saat merasa stess, Mama akan kehilangan waktu dan tenaga untuk menyusui Si Kecil sehingga dapat menghambat produksi ASI Mama.

Oleh karena itu, stress pada ibu menyusui akan mempengaruhi jumlah produksi ASI secara tidak langsung, Stress pada Ibu menyusui juga mempengaruhi perubahan kadar hormon dalam tubuh, terutama hormon kortisol. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan penurunan  produksi ASI Mama. 

Selain itu, stress juga umumnya membuat Mama tidak memperhatikan kecukupan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Selain itu, hormon yang diproduksi dalam tubuh Mama  juga dapat masuk ke dalam ASI. Hal-hal inilah yang akan mempengaruhi kandungan nutrisi pada ASI yang Mama produksi.

Dilansir dari Ameda Direct, penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi ASI mendapatkan 40% kadar hormon kortisol yang lebih tinggi dalam sistem tubuhnya.

Hormon kortisol memasuki sistem pencernaan bayi melalui ASI yang Ia konsumsi. Hormon ini kemudian mengirimkan sinyal pada otak dan mempengaruhi area yang mengatur emosi.

Dilansir dari Arizona State University, kadar hormon kortisol yang lebih tinggi dapat berpotensi menyebabkan bayi mudah menangis dan menjadi gelisah. 

Tips Hilangkan Stress pada Ibu Menyusui

1. Melakukan Sesi Skin-to-Skin

Stress pada Ibu Menyusui Image MamaBear

Tips menghilangkan stess pada Ibu menyusui yang pertama adalah dengan melakukan sesi skin-to skin. Sesi skin-to-skin akan membantu tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang berperan dalam produksi ASI.

Saat merasa stress, Mama mungkin akan merasa lelah dan tidak memiliki tenaga untuk menghabiskan waktu dengan Si Kecil.

Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan skin-to-skin agar Si Kecil merasa aman. Skin-to-skin juga dapat meningkatkan insting untuk kembali melindungi dan menyayangi Si Kecil, serta dapat menjadi pereda stress yang Mama alami. 

2. Relaksasi Diri

Saat mulai merasa tertekan, hal yang paling tepat untuk dilakukan adalah menenangkan diri terlebih dulu. Mama dapat meletakkan Si Kecil sejenak, kemudian pergi ke ruangan lain untuk berdiam diri hingga kembali merasa tenang.

Jika ada orang lain yang dapat menjaga Si Kecil, Mama dapat meluangkan waktu untuk ke luar dan berjalan santai mencari udara segar.

Mencari suasana baru diharapkan dapat membuat Mama merasa segar dan dapat kembali lanjut melakukan rutinitas mengurus Si Kecil dengan aman.

Cara relaksasi lainnya yang dapat Mama coba, antara lain mengobrol ringan dengan teman dan orang terdekat, melatih pernafasan, membaca buku, mendengarkan musik, dan sebagainya.

Baca juga: 7 Gerakan Yoga atasi Pegal-pegal pada Ibu Menyusui

3. Melatih Pola Hidup Sehat

Stress pada Ibu Menyusui Image MamaBear

Saat berusaha menghilangkan stress, penting bagi Mama untuk kembali menerapkan pola hidup sehat agar kesehatannya tetap terjaga.

Meskipun akan terasa sulit, percayalah bahwa pola hidup sehat akan memberikan dampak positif yang sangat signifikan untuk mengatur tingkat stress yang Mama alami.

Mulai konsumsi makanan dan minuman bernutrisi seimbang dan perbaiki jadwal tidur, serta berolahraga secara teratur.

Olahraga dapat memproduksi hormon endorfin yang berperan untuk memberikan energi positif bagi tubuh. 

4. Menjauhkan Diri dari Sumber Stres pada Ibu Menyusui

Sumber stress pada Ibu menyusui dapat timbul dari berbagai hal, seperti omongan orang lain atau bahkan standar tinggi yang ditetapkan netizen di sosial media.

Selain menjadi tempat mencari hiburan, sosial media juga bisa menjadi sumber stress nih ternyata… Biasanya, Mama akan cenderung membandingkan diri dengan orang tua lain yang terlihat sempurna di sosial media.

Hal ini berpotensi membuat Mama selalu merasa kurang dan belum memberikan yang terbaik bagi Si Kecil.

Ingat yaa, Mam… Orang-orang umumnya hanya menampilkan apa yang terlihat baik dan menyenangkan pada sosial media mereka.

Tidak ada yang sempurna karena semua pasti merasakan kesulitannya masing-masing dan itu adalah hal yang sangat normal, Mama…

Untuk menghindari post sosial media yang memberikan dampak negatif, Mama dapat menyaring orang-orang pada sosial media.

Coba pilih dan ikuti orang-orang hebat yang memberikan realita proses merawat Si Kecil dan memberikan dukungan pada orang tua lainnya

Kalau cara ini juga belum berhasil, Mama dapat menjauhkan diri dari sosial media sepenuhnya agar merasa lebih tenang. 

5. Quality Time dengan Papa

Stress pada Ibu Menyusui Image MamaBear

Papa adalah orang terdekat Mama yang mengikuti semua membesarkan Si Kecil hingga saat ini. Mama dapat membagi kesedihan, bercerita, dan meminta solusi tentang semua keresahan yang Mama rasakan.

Luangkan waktu bersama-sama dengan melakukan kegiatan-kegiatan favorit berdua, seperti menonton film, memasak, pergi berbelanja, dll.

Mama juga sebaiknya membagi tugas rumah tangga dengan Papa agar tercipta hubungan dua arah. Meskipun tidak dapat membantu menyusui Si Kecil, Papa bisa bantu mencuci, memasak, menyapu, dan hal-hal rumah tangga lainnya. 

Baca juga: Benarkah Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Stres pada Busui?

Jika cara-cara di atas masih belum berdampak positif menghilangkan stress pada Ibu menyusui, segera berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat agar kondisi Mama tidak semakin memburuk. Semangat mengASIhi Si Kecil yaaa, Mama!❤️

Dapatkan juga Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources: 

Odom EC, Li R, Scanlon KS, Perrine CG, Grummer-Strawn L. Reasons for earlier than desired cessation of breastfeeding. Pediatrics. 2013;131(3):e726-e732. doi:10.1542/peds.2012-1295

How Does Stress Impact Breastfeeding? – Ameda Direct

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.