fbpx

Bayi gumoh suka bikin panik ya, Mam. “Apa ya penyebabnya? Kira-kira normal nggak ya? Gimana caranya biar nggak panik?”

bayi gumoh
Source : www.alodokter.com

Mengenal Penyebab Terjadinya Gumoh

Ini nih penjelasannya, Mam. Mengutip dari IDAI, gumoh (spitting up atau gastroesophageal reflux) merupakan keluarnya sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu. Gumoh sering ditemui pada bayi sampai usia 1 tahun dan merupakan hal yang normal terjadi.

Hal ini bisa terjadi karena ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil (seukuran bola pingpong) dan katup lambung yang belum kuat. Sampai usia 4 bulan, lambung bayi hanya dapat menampung susu dalam jumlah kecil setiap kali minum, sehingga volume susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan gumoh. Begitu, Mam…

Selain itu, katup lambung bayi juga belum bisa menutup dengan erat, susu yang sudah berada dalam lambung bisa mengalir kembali ke mulut jika volume susu terlalu besar atau jika bayi langsung berbaring setelah minum.

Cara Mencegah Gumoh pada Bayi

bayi gumoh

1. Sendawakan Bayi

Setelah menyusui, posisikan kepala bayi lebih tegak selama kurang lebih 20-30 menit agar ASI tidak naik kembali ke kerongkongan. Posisi tegak juga dapat membantu bayi lebih mudah sendawa. Tahu nggak, Mam, bersendawa setelah menyusu dapat mencegah udara menumpuk di perut bayi. Hal ini yang biasanya dapat menyebabkan perut kembung dan gumoh pada bayi.

Baca juga : Tak Kalah Penting Coba 3 Cara Menyendawakan Bayi Ini

2. Bayi Tidak Tengkurap Setelah Menyusu

Jangan langsung menidurkan Si Kecil setelah menyusu ya, Mam. Memposisikan telentang dapat memicu refluk dan membuatnya gumoh. Setelah selesai menyusui, sebaiknya Mama menggendong Si Kecil terlebih dulu selama 20-30 menit. Selanjutnya Mama bisa menidurkan Si Kecil dalam posisi telentang dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badan dan kakinya.

3. Memberikan ASI secukupnya

Cara lain yang bisa Mama coba yaitu dengan memberikan ASI dengan porsi sedikit, namun sering. Pastikan untuk membuat bayi sendawa setiap habis menyusu atau di sela-sela waktu menyusui ya, Mam.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Mama, bayi yang mengalami gumoh memang sesuatu yang normal terjadi. Namun, selama bayi tampak tenang, ceria dan sehat, Mama nggak perlu panik.

Tapiiiii Mama juga perlu waspada jika disertai dengan beberapa keluhan atau gejala lain, seperti:

  • Bayi mulai gumoh pada usia 6 bulan dan terus terjadi hingga usianya lebih dari 1 tahun
  • Bayi terlalu sering memuntahkan ASI dalam jumlah yang banyak
  • Cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau, atau disertai darah
  • Bayi menolak menyusu sehingga berat badannya tidak bertambah
  • Bayi mengalami demam, sesak, lemas, rewel, dan sering menangis

Jika bayi menunjukkan beberapa gejala di atas, segera periksakan ke dokter ya, Mam. Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh penyakit tertentu, penyumbatan atau penyempitan pada kerongkongan, dan penyakit refluks asam lambung pada bayi.

Setelah membaca informasi yang lebih jelas, nggak perlu panik lagi kan Mam kalau bayi mengalami gumoh?

Yuk, baca berbagai tips dan artikel informatif di www.mamabear.co.id. Dapatkan juga informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar Asi.

Writer : Viprilla Andita

Source :

Your Baby: Spitting Up and Vomiting

IDAI | Bedanya ‘Gumoh’ dan Muntah pada Bayi

Why Babies Spit Up – HealthyChildren.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.