fbpx

Selamat, ya, Ma, sebentar lagi bayi Mama akan lahir! Banyak sekali hal-hal yang perlu Mama siapkan, ataupun hal-hal yang dapat Mama lakukan di masa cuti melahirkan. Di Indonesia, hak cuti melahirkan yang dijamin undang-undang adalah 3 bulan. Satu setengah bulan sebelum melahirkan, dan satu setengah bulan setelah melahirkan. Namun, faktanya aturan tersebut tidak dapat diterapkan di semua perusahaan.

Cuti Melahirkan yang Ideal

Dilansir dari WHO, cuti melahirkan yang ideal untuk Mama adalah antara 14 hingga 18 minggu. Cuti melahirkan dapat membantu masa pemulihan kesehatan fisik Mama, menghindari risiko-risiko depresi pasca melahirkan, menurunkan risiko kematian dini bayi, serta meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif. Maka dari itu, sebaiknya cuti melahirkan direncanakan sebaik mungkin, ya, Ma.

Tips-Tips Merencanakan Cuti Melahirkan

1. Tentukan Kapan Ingin Mengambil Cuti

Pertama Mama perlu merencanakan tanggal mengambil cuti melahirkan, serta durasi yang Mama harapkan. Mengikuti undang-undang yang berlaku di Indonesia, maka sebaiknya Mama mengambil durasi satu setengah bulan sebelum dan satu setengah bulan sesudah melahirkan. Maka dari itu, sebaiknya Mama mulai membicarakan bahwa akan mengambil cuti kepada HRD di kantor Mama, sekitar dua setengah bulan sebelum tanggal yang Mama harapkan.

2. Berkonsultasi dengan Atasan Di Tempat Kerja

Hal yang selanjutnya perlu Mama lakukan adalah membicarakannya dengan atasan di tempat Mama bekerja, karena kebijakan dan kondisi di setiap kantor berbeda-beda. Yang terpenting adalah membicarakan pekerjaan-pekerjaan yang perlu Mama siapkan sebelum mengambil cuti melahirkan, agar Mama dapat cuti dengan tenang tanpa ada tanggungan.

3. Membereskan Pekerjaan Di Kantor

Sebelum mengambil cuti, pastikan Mama telah menyelesaikan tanggung jawab Mama, serta berkoordinasi dengan kolega yang akan menggantikan posisi Mama untuk sementara. Sebaiknya beberapa tugas mulai dialihkan ke kolega Mama beberapa bulan menjelang cuti, sehingga kolega Mama tidak kewalahan ketika Mama sedang cuti.

4. Mempertimbangkan untuk Memilih Pengasuh Anak

Jangka waktu cuti melahirkan tergolong tidak lama, terlebih lagi, pengasuh anak Mama juga perlu beradaptasi dengan si kecil dan Mama. Jadi, sebaiknya Mama mulai mencari pengasuh anak semenjak sebelum cuti, sehingga ketika datang masa cutinya, Mama sudah mendapatkan pengasuh untuk anak Mama.

Hal-Hal untuk Dipersiapkan Ketika Cuti Melahirkan Sebelum Bayi Lahir

1. Mempersiapkan Kelahiran

Yang pertama kali dapat Mama siapkan adalah berbagai peralatan dan perlengkapan untuk bayi Mama, seperti baju, alat pumping, box bayi, dan lain sebagainya. Mama juga dapat membeli gelas sloki atau pipet untuk memberikan ASI perah nantinya, namun jika tidak menggunakan alat-alat tersebut, Mama juga dapat menggunakan sendok saja.

2. Belajar Menyusui

Masa-masa cuti melahirkan merupakan kesempatan emas untuk memberikan ASI eksklusif bagi si kecil. Sebaiknya Mama mempelajari cara-cara menyusui, seperti meningkatkan produksi ASI, posisi menyusui, nutrisi yang perlu Mama penuhi, dan masih banyak lagi. Hal ini diperlukan untuk memastikan bayi Mama mendapatkan ASI seoptimal mungkin sebelum kembali bekerja. Mama dapat mencari berbagai info tentang menyusui melalui membaca buku, menonton video, atau dengan cara lainnya yang Mama sukai. Mama juga boleh terus memantau artikel-artikel dan akun media sosial MamaBear, loh! Karena MamaBear menyediakan banyak sekali konten edukASI mengenai menyusui, Ma.

3. Merapikan Rumah

Menjelang kelahiran biasanya Mama sudah cukup kewalahan karena harus membawa bayi yang besar di dalam perut. Tapi, tiba-tiba stamina Mama bisa meningkat drastis dan ingin membersihkan, bahkan mendekorasi rumah, loh! Kenapa ya? Hal ini merupakan insting yang disebut nesting, yaitu hasrat untuk mempersiapkan lingkungan yang nyaman menjelang kelahiran si kecil. Pada masa ini, hormon estrogen Mama akan meningkat, sehingga Mama merasa lebih berenergi dan sanggup untuk bersih-bersih rumah. Faktanya, nesting ini juga dialami oleh mamalia lainnya, loh. Jadi, Mama dapat memanfaatkan masa cuti melahirkan untuk membersihkan dan mendekorasi rumah, ya.

4. Berolahraga

Bagi Mama yang bekerja biasanya sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga. Nah, masa-masa cuti melahirkan ini dapat Mama manfaatkan untuk membangun kebiasaan berolahraga, loh! Sehingga ketika Mama sudah kembali bekerja, kebiasaan ini akan tetap terbawa, dan Mama dengan sendirinya akan dapat meluangkan waktu untuk berolahraga. Mama dapat mulai melakukan olahraga dengan intensitas ringan, seperti jalan kaki, bersepeda, yoga, senam aerobik, dan lain sebagainya.

5. Meluangkan Waktu Bersama Papa

Jika sebelumnya waktu Mama dan Papa sudah banyak tersita untuk aktivitas dan kewajiban masing-masing. Inilah kesempatan bagi Mama dan Papa untuk membangun kembali hubungan pernikahan agar tetap harmonis. Mama dan Papa dapat menonton netflix, ataupun merawat si kecil bersama.

6. Melakukan Hal yang Mama Suka

Masa cuti melahirkan juga sebaiknya dimanfaatkan untuk memuas-muaskan melakukan hal yang Mama suka. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan kondisi psikis Mama agar tetap bahagia menjelang kelahiran si kecil. Lagipula, Mama tidak akan memiliki waktu me time yang cukup panjang ketika si kecil sudah lahir. Jadi, pergunakan waktu yang ada untuk bersenang-senang, ya, Ma!

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Saat Cuti Melahirkan Setelah Bayi Lahir

1. Latihan Pelekatan dan Posisi Menyusui

Begitu bayi lahir, Mama dapat langsung melatih posisi menyusui hingga menemukan posisi yang paling nyaman untuk Mama dan si kecil. Hal ini perlu dilakukan untuk membantu kelancaran proses menyusui secara langsung (direct breastfeeding). Dengan posisi menyusui yang tepat, Mama dapat mengurangi risiko puting lecet, serta membantu si kecil mendapatkan ASI dengan mudah.

2. Persiapkan Stock ASI

2 Minggu menjelang berakhirnya masa cuti, Mama dapat mulai mempersiapkan stock ASI dengan cara pumping. Mama dapat melakukan pumping pada saat menyusui, misalnya bayi menyusu di PD kiri, maka Mama memompa PD kanan. Mama juga dapat melakukan pumping saat bayi sedang tidur, serta melakukan power pumping di malam hari. Hasil ASI perah dapat Mama simpan dalam freezer dan bertahan hingga 6 bulan.

3. Latihan Memberikan ASI Perah

Yang terakhir, Mama perlu latihan memberikan ASI perah tanpa menggunakan dot bayi, karena dapat membuat bayi bingung puting, sehingga mengganggu kelancaran direct breastfeeding. Mama dapat memberikan ASI perah dengan menggunakan pipet, sendok, ataupun gelas sloki. Latihan ini juga sebaiknya dilakukan oleh pengasuh bayi Mama, sehingga ketika Mama bekerja, bayi dapat menerima ASI perah dengan bantuan pengasuh. Memberikan ASI perah tanpa dot bayi awalnya tidak mudah, namun lama-lama pasti terbiasa, kok. Semangat Mama!

Nah, itulah hal-hal yang perlu Mama persiapkan menjelang cuti melahirkan. Persiapan apa nih, yang sudah Mama lakukan? Dapatkan informasi seputar ASI & menyusui melalui website, tiktok dan instagram MamaBear, ya, Ma! 

Writer: Alvin Wardiman

Editor: Mega Pratidina

Sources:

https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/maternity-protection-compliance-with-international-labour-standards

https://blogs.worldbank.org/developmenttalk/why-parental-leave-matters-development#:~:text=Studies%20show%20that%20adequate%20maternity,participation%20and%20increased%20breastfeeding%20rates.

https://hellosehat.com/kehamilan/perawatan-ibu/kesehatan-mental-ibu/berapa-lama-cuti-melahirkan-ideal/

https://www.sehatq.com/artikel/nesting-adalah-insting-bumil-sebelum-melahirkan-kenali-tandanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.