fbpx

Yuk, Mengenal Diastasis Recti, Perubahan Perut Pasca Kehamilan

Hai Ma! Udah pernah denger soal diastasis recti? Ini terjadi pada otot perut Mama selama kehamilan. Otot perut kita terdiri dari sepasang otot yang panjang dan terletak vertikal dari atas ke bawah. 

Diastasis recti adalah kondisi dimana otot-otot perut tersebut mengalami pemisahan karena adanya janin yang membesar di dalam perut Mama. “Diastasis” sendiri berarti pemisahan, sedangkan “recti” adalah otot-otot perut yang disebut “rectus abdominis”. Pada masa kehamilan, otot-otot perut Mama meluas untuk memberi ruang bagi si kecil yang sedang bertumbuh. Hormon kehamilan juga mendukung melebarnya otot perut mengikuti pertumbuhan si kecil di rahim. Pelebaran inilah yang membuat sepasang otot perut ini terpisah dan memiliki jarak.

Kondisi ini menetap pada mayoritas Mama yang baru melahirkan dan bertahan hingga 6 bulan. Biasanya setelah melahirkan hingga 6 bulan pasca melahirkan, ukuran jarak otot perut akan semakin berkurang. Tetapi, bila ini tidak terjadi dalam waktu lebih dari 6 bulan, maka sebaiknya Mama melakukan terapi dengan Dokter.

Gejala Diastasis Recti

Ketika mengalami Diastasis recti, gejala yang sering muncul adalah rasa sakit pada bagian bawah punggung, sembelit, dan tidak bisa menahan buang air kecil. Bahkan, pada kondisi ekstrim, diastasis recti juga dapat disertai penyakit hernia. Selain itu, ada juga gejala-gejala yang lebih terlihat, seperti:

  • Terjadi pemisahan antara otot-otot sisi kiri dan sisi kanan perut yang menyebabkan adanya jarak diantaranya.
  • Terdapat tonjolan pada bagian tengah perut yang akan semakin terlihat apabila otot perut digerakkan.

Jika Mama mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat mendiagnosis diastasis recti melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dokter juga dapat mendiagnosis kondisi ini dengan cara menekan perut Mama secara lembut untuk merasakan adanya pemisahan pada otot-otot perut. Pada umumnya, jika terdapat jarak berukuran lebih dari 2 jari, yang diletakkan secara vertikal pada perut Mama, maka, kemungkinan Mama mengalami diastasis recti.

Cara Mengatasi Diastasis Recti

Sebaiknya, Mama berkonsultasi dengan dokter mengenai aktivitas-aktivitas terapi fisik yang dapat Mama lakukan, karena kegiatan terapi fisik yang kurang tepat juga berpotensi memperburuk keadaan otot perut Mama. Berikut ini adalah beberapa dos and don’ts terkait kondisi yang Mama alami:

  • Hindari mengejan dan mengangkat beban berat. Karena aktivitas ini meningkatkan tekanan pada otot-otot perut Mama dan dapat memperburuk keadaan.
  • Pilih olahraga yang tepat. Olahraga yang meningkatkan tekanan pada otot perut seperti angkat beban, sit up, plank, push up, justru tidak dianjurkan. Pilates disarankan bagi Mama yang mengalami diastasis recti, karena olahraga jenis ini meregangkan otot perut.
  • Jika kondisi diastasis recti terlalu parah dan mengganggu aktivitas, dokter dapat menyarankan operasi guna memperbaiki dinding perut.

Mengalami diastasis recti bukanlah hal yang mengurangi nila Mama sebagai seorang Ibu. Diastasis recti bahkan masih bisa dinormalkan kembali meski sudah beberapa tahun lamanya setelah melahirkan. Berkonsultasi dengan Dokter menjadi langkah tepat untuk menemukan terapi yang sesuai. Jadi lebih paham soal diastasis recti, ya Ma.

Penulis: Alvin Wardiman

Editor: Mega Pratidina

Sources:

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/diastasis-recti-perut-tak-kempes/

https://www.webmd.com/baby/guide/abdominal-separation-diastasis-recti#:~:text=%E2%80%9CDiastasis%20recti%E2%80%9D%20means%20your%20belly,go%20away%20on%20its%20own.

https://www.minikinizz.com/artikel/detail/cara-mengecilkan-perut-setelah-melahirkan-dan-penyebab-diastasis-recti

​​https://www.babycenter.com/baby/postpartum-health/diastasis-recti_10419293