fbpx

Memberikan ASI kepada Si Kecil dengan menyusuinya secara langsung memanglah sangat disarankan. Karena banyak manfaat dan pengaruh positif yang akan Mama serta Si Kecil dapatkan dari menyusui secara langsung. Namun, terkadang ada saat-saat di mana Mama perlu untuk memerah ASI, seperti ketika Mama akan kembali bekerja sehingga tidak bisa menyusui secara langsung, ketika payudara Mama penuh, ketika puting Mama lecet atau terluka saat belajar pelekatan, ketika Mama ingin meningkatkan jumlah produksi ASI, ketika Mama melahirkan bayi prematur (kemampuan mengisap bayi prematur belum maksimal), ketika Si Kecil memang kesulitan menyusu langsung ke payudara, atau ketika Mama sedang berjauhan dengan Si Kecil, dan untuk menabung stok ASI bila Mama tidak dapat menyusui secara langsung.

Saat Mama berada dalam kondisi yang kurang memungkinkan untuk menyusui secara langsung, memerah ASI adalah pilihan terbaik yang perlu Mama lakukan. Meski tidak bisa melakukan direct breastfeeding, Mama masih berkesempatan memberikan ASI kepada Si Kecil melalui ASIP sehingga kebutuhan nutrisinya dapat tercukupi. Untuk mendukung agar ASI dapat diperah dengan baik, maka Mama perlu mempelajari panduan memerah ASI yang benar. Simak penjelasannya ya, Mam!

Panduan Memerah ASI yang Baik dan Benar

  1. Memerah ASI dengan Tangan

Panduan memerah ASI yang pertama yaitu dengan menggunakan tangan. Dilansir dari IDAI, pertama, Mama dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memerah ASI dengan tangan, lalu Mama perlu menyiapkan wadah yang sudah disterilkan. Kedua, letakkan ibu jari Mama di bagian atas payudara dan jari lainnya di bagian bawah payudara sehingga membentuk seperti huruf C. Ketiga, pijat payudara Mama secara perlahan hingga ASI menetes dan mengalir lancar. 

Hindari untuk memijatnya terlalu keras ya, Mam karena bisa menimbulkan rasa sakit. Jika ASI dari payudara Mama sudah tidak menetes atau aliran ASI melambat, Mama bisa mulai memerah ASI dari payudara di sisi yang lain. Setelah selesai memerah ASI, segera masukkan ASI dalam wadah ASI dan disarankan untuk menyimpannya dalam chiller, lalu bila ingin dibekukan pindahkan ke  freezer.

  1. Memerah ASI dengan Pompa

Menggunakan Pompa Manual

Dilansir dari National Health Service, panduan memerah ASI dengan pompa manual bisa dimulai dengan mencuci tangan terlebih dahulu dan memastikan alat pompa serta wadah untuk ASI sudah disterilkan. Kedua, letakkan corong pompa di salah satu payudara dan pastikan ukuran corong pompa sudah sesuai dengan ukuran puting. Ketiga, posisikan puting tepat berada pada lubang yang menuju ke botol. Keempat, atur tuas pada pompa manual dengan pijatan pendek-pendek untuk merangsang let down reflex. Kelima, pindahkan ke mode suction/isap dengan pijatan yang lebih panjang dan dalam, mulai memompa secara perlahan. 

Keenam, lakukan hal yang sama di payudara satunya hingga payudara terasa lunak. Ketujuh, lepaskan corong pompa dan tutup botolnya kemudian cucilah alat pompa hingga bersih, simpan ASI ke dalam chiller lalu bila ingin dibekukan pindahkan ke  freezer.

Menggunakan Pompa Elektrik

Terdapat 2 pilihan pompa elektrik untuk memerah ASI yang bisa Mama gunakan yaitu pompa elektrik tunggal dan pompa elektrik ganda. Keduanya sama-sama baik dan bisa digunakan untuk memerah ASI. Perbedaannya terletak pada corong pompanya, pompa elektrik tunggal memiliki satu corong pompa dan digunakan secara bergantian. Sementara itu, pompa elektrik ganda memiliki dua corong pompa yang bisa Mama gunakan secara bersamaan untuk memompa ASI. Di samping itu, pompa elektrik ganda lebih efisien untuk digunakan karena dapat menghemat waktu Mama.

Menggunakan Pompa Elektrik Tunggal

Berikut ini panduan memerah ASI dengan pompa elektrik tunggal. Pertama, cuci tangan Mama terlebih dahulu sampai bersih dan siapkan alat pompa serta wadah ASI yang sudah disterilkan. Kedua, letakkan corong pompa di salah satu payudara Mama dan pastikan ukuran corong sudah sesuai dengan ukuran puting Mama. Mama bisa mengatur posisi corong dengan payudara agar puting tepat berada pada lubang yang menuju ke botol.

Ketiga, atur pompa ke mode massage/pijat untuk merangsang let down reflex. Sesuaikan kecepatan massage/pijat sesuai dengan kemampuan Mama. Keempat, setelah beberapa menit pindahkan ke mode pengaturan suction/isap. Sesuaikan kecepatannya dengan kemampuan Mama. Kelima, pompa satu payudara selama 20 menit hingga terasa lebih lunak. Keenam, lakukan hal yang sama pada payudara yang satunya. Ketujuh, setelah selesai memompa lepaskan corong dari botol lalu pindahkan ASI ke wadah penyimpanan yang sudah Mama siapkan, simpan di chiller atau berikan langsung pada bayi bila dibutuhkan, untuk penyimpanan lebih lama simpan ASIP di freezer.

Menggunakan Pompa Elektrik Ganda

Melansir dari Verywell family, berikut ini panduan memerah ASI dengan pompa elektrik ganda. Pertama, cucilah tangan Mama hingga bersih terlebih dahulu sebelum memompa ASI. Kemudian siapkan alat pompa serta wadah ASI yang telah disterilkan. Kedua, letakkan corong pompa di atas masing-masing payudara Mama dan pastikan ukuran corong sudah sesuai dengan ukuran puting Mama. Mama bisa mengatur posisi corong dengan payudara agar puting tepat berada pada lubang yang menuju ke botol. 

Ketiga, atur pompa ke mode massage/pijat untuk merangsang let down reflex. Sesuaikan kecepatan massage/pijat sesuai dengan kemampuan Mama. Keempat, setelah beberapa menit pindahkan ke mode pengaturan suction/isap. Sesuaikan kecepatannya dengan kemampuan Mama. Kelima, setelah selesai memompa lepaskan corong dari botol lalu pindahkan ASI ke wadah penyimpanan yang sudah Mama siapkan, simpan di chiller atau berikan langsung pada bayi bila dibutuhkan, untuk penyimpanan lebih lama simpan ASIP di freezer

Mam, pastikan juga untuk selalu memberikan label keterangan pada wadah ASI, ya. Keterangan tersebut dapat Mama isi dengan jam dan tanggal ASI diperah. Apabila Mama melakukan perah ASI saat di kantor dan akan menyimpan ASI perah bersamaan dengan ASI perah Mama lain, maka Mama bisa menambahkan keterangan nama Mama dan juga Si Kecil di wadah ASI agar tidak tertukar dengan ASI perah milik Mama yang lain, ya.

Jadi, Mam, itulah panduan memerah ASI yang bisa Mama lakukan di manapun dan kapanpun. Mama bisa berlatih untuk melakukan panduan memerah ASI di atas karena sangat mudah diikuti dan pastinya akan sangat berguna bagi Mama. Mama bisa memakai panduan memerah ASI apapun sesuai dengan keinginan Mama, yang terpenting panduan memerah ASI tersebut bisa membuat Mama nyaman untuk melakukannya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat ya, Ma. Semangat terus untuk mengASIhi Si Kecil, Mam!

Writer: Fernika Windi Ristantika

Editor: Mega Pratidina

Source:

Hand Expression of Breast Milk (verywellfamily.com)

How to Use a Breast Pump (verywellfamily.com)

Pumping Breast Milk | Nutrition (cdc.gov)

IDAI | Memerah ASI (idai.or.id)

Cara Memerah ASI dengan Tangan (alodokter.com)

Memerah ASI: Pijatan Tangan VS Pompa Manual dan Pompa Elektrik (alodokter.com)

Expressing By Hand | Feeding Your Baby | Start for Life (nhs.uk)

Expressing and storing breast milk (nhs.uk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.